Perjalanan Cinta Seorang Idol

Perjalanan Cinta Seorang Idol
Episode 26


__ADS_3

Daehyun menjalani serangkaian aktivitasnya yang padat seperti biasa. Mulai dari beberapa jadwal pemotretan tambahan hingga pembacaan naskah drama miliknya.


Ternyata pemotretan yang melibatkan dirinya dan Jang Hyun Joo bukan menjadi satu - satunya pemotretan. Daehyun kira dia hanya akan menggantikan sang model utama yang memang tengah terkena skandal.


Dan pihak produksi tidak memiliki cukup banyak waktu untuk melakukan casting dengan selebriti lain. Pertama karena sulit untuk mengatur jadwal. Kedua, karena tarif mereka juga relatif sangat mahal. Dan terakhir adalah sulit mendapatkan image yang pas untuk tema outfit camping kali ini.


Beberapa minggu pasca pemotretan yang pertama, respon di pasaran ternyata sangat bagus untuk model dadakan yang mereka using. Reputasi brand mereka juga meningkat karena tema outfit yang diusung sangat cocok dengan citra yang diberikan selama ini oleh Daehyun,


Tentu saja bagian terpentingnya terletak pada model wanita yang sedang naik daun yakni Jang Hyun Joo. Popularitasnya yang sedang pesat - pesatnya dinilai memberikan persentase besar mengapa reputasi Daehyun juga meningkat.


Mereka akan mengeluarkan tema outfit baru lagi di putaran kedua tahun inI. Berhubung Daehyun dan Hyun Joo terlibat dalam proyek drama yang sama, maka pihak brand memutuskan untuk memajukan jadwal pemotretan. Bahkan untuk dua tema sekaligus. Musim panas dan musim dingin.


“Hyung, kau langsung pulang setelah latihan hari ini?”, tanya Jiwon.


“Tidak. Aku ada pertemuan dengan kru drama malam ini.”, jawab Daehyun.


“Kalian sudah mulai syuting? Aku kira kalian masih melakukan pembacaan naskah.”, tanya Jiwon penasaran.


“Bukan tentang itu. Lagian siapa yang melakukan pembacaan naskah malam - malam? Para kru mengajak untuk lebih sering bertemu mulai dari sekarang agar rasa familiar antara satu sama lain bisa terjaga.”, terang Daehyun sambil mengambil sebuah minuman di dalam tasnya.


“Kau masih mengkonsumsi ini?”, tanya Hyunwoo.


“Em. Memangnya kenapa?”, tanya Daehyun heran. Menurutnya pribadi, tidak ada yang salah dengan terus mengkonsumsi minuman ini.


“Kalau kau merasa lelah, istirahatlah. Jangan mengandalkan minuman seperti ini. Jika kau tidak punya waktu, maka luangkanlah waktu untuk beristirahat.”, ujar Hyun woo yang jarang - jarang memberikan nasehat pada orang lain.


Dahyun bahkan dibuat terheran - heran melihatnya. Pria itu agak bingung dengan sedikit memiringkan kepalanya ke kiri dan berpikir sebelum menjawab.


“Emm.. Ya aku akan mencoba mengurangi konsumsi minuman ini.”, ujar Daehyun mengakhiri pembicaraan mereka karena Jisu sudah menabuh drumnya.


Pertanda mereka harus mulai latihan jika ingin cepat selesai.


“Ya, Pedulilah dengan kesehatanmu. Perjalanan masih panjang.”, ujar Hyunwoo dengan wajahnya yang serius.


“Enak saja. Kau ini bercanda atau bagaimana? Seolah aku akan langsung mati saja hanya dengan meminum ini.”, kata Daehyun bergidik ngeri dengan omongan Hyunwoo.


Terkadang Daehyun tidak mengerti dengan anggota bandnya yang satu ini. Dia bisa bercanda dengan wajahnya yang serius itu. Kadang dia jadi tidak bisa membedakan mana yang bercanda dan mana yang bukan.


“Hyung.. Ayolah kita mulai latihan. Aku harus pergi memenuhi undangan dari ayahku hari ini.”, teriak Jisu.


Dia dipaksa untuk menghadiri acara penting dari kolega ayahnya dan itu membuatnya gila karena dia tidak boleh terlambat.


“Aku juga harus segera pergi.”, kata Jiwon.


“Memangnya kau mau kemana?”, tanya Jiwoo yang sedari tadi diam dan baru mulai bersuara. Dia duduk dengan kharismanya sambil memegang gitar di sebuah kursi.


“Mau pacaran.”, ujarnya terdengar asal - asalan.

__ADS_1


“Huh? Bukannya seharusnya peran kalian bertukar? Seharusnya yang berpacaran adalah Jisu dan yang menghadiri acara keluarga setiap waktu adalah Jiwon.”, ujar Daehyun mencoba ikut pembicaraan yang mulai tidak jelas.


Dum dum dum dum


“Ayolah, kita tatihan. Sampai kapan harus membicarakan ini?”, Jisu menghentikan pembicaraan dengan gayanya menabuh drum.


Semua anggota yang masih berkumpul di tengah langsung mengambil posisi. Melodi untuk lagu pertama yang akan mereka bawakanpun langsung diputar. Mereka memang se-pro itu.


Meskipun Triple Kill baru saja merambah dunia artis, namun sebenarnya mereka sudah lama bermain band dan mengisi beberapa acara - acara di cafe - cafe. Jadi, untuk urusan panggung, mereka sudah ahli dan tidak kikuk lagi. Mereka bahkan bisa dengan mudah maju ke panggung bahkan secara dadakan sekaligus.


*********


Daehyun baru saja selesai dari acara yang diselenggarakan oleh para pemain drama dimana dia berpartisipasi sebagai pemeran utama.


Yang lain masih melanjutkan hingga di round sekain, namun Daehyun memutuskan untuk pulang. Di jalan, dia juga berpapasan dengan Hyun Joo yang sepertinya diantarkan oleh managernya dan satu orang bodyguard perempuan.


Dia melambaikan tangan pada Hyun Joo sebelum akhirnya wanita itu menaiki van miliknya dan melaju.


Daehyun keluar menuju parkiran untuk mengambil mobilnya. Beberapa anak SMA sengaja memanggilnya hanya untuk menyapa.


“Daehyun oppa, kapan Triple Kill akan mengeluarkan album?”, tanya salah satu dari beberapa anak SMA yang berkerumun itu.


“Tunggu saja. Kami akan mengeluarkan album sebentar lagi. Kalian pulanglah. Sudah malam.”, ujar Daehyun memperingatkan.


“Yaaa…”, jawab mereka kompak sambil tersenyum dan melambaikan pada Daehyun yang sudah masuk ke dalam mobilnya.


Daehyun melambaikan tangan sebentar melalui kaca mobilnya, sebelum akhirnya dia melajukan mobil keluar kantor.


“Dududududududu.”, Daehyun yang merasa bosan di dalam mobil menyetir sendirian akhirnya memutuskan untuk menyalakan musik.


Dia menyukai lagu - lagu pop rock, pop, dan juga jazz. Saat sedang menyetir, dia sering memutar playlist dengan genre seperti ini di mobilnya.


15 menit perjalanan sudah berlalu. Daehyun memutuskan untuk berhenti di depan sebuah supermarket untuk membeli beberapa onigiri, ramen, dan odeng. Dia juga mengambil beberapa susu dan roti serta kimbap. Daehyun membayarnya dengan cepat dan kembali lagi ke dalam mobilnya untuk melanjutkan perjalanan.


Kebetulan hari sudah malam dan dia sudah sangat lelah.


“Oh? Bukankah mobil itu seperti terus mengikutiku? Paparazzi? Media? Sebelum aku memasuki supermarket, dia terus berada di belakangku. Tapi dia tidak masuk ke dalam supermarket. Kemudian, setelah aku keluar, dia kembali berada di belakangku. Bukankah itu berarti dia sengaja mengikutiku? Siapa ya? Apa aku perlu memanggil Seongmin-hyung?”, kata Daehyun bertanya - tanya di dalam mobilnya.


Kemudian, Daehyun melihat ada tempat pengisian bensin. Dia iseng untuk mengisi bensinnya padahal bahan bakar mobilnya masih penuh setidaknya sampai besok. Tapi dia mau memeriksa apakah orang tersebut masih terus mengikutinya.


Dan ternyata benar. Saat Daehyun masuk dan berpura - pura mengisi bahan bakar, mobil itu berhenti tepat beberapa mobil di belakangnya.


Uniknya lagi, mobil itu langsung keluar dari antrian dan kembali berada dengan jarak satu mobil di belakang Daehyun. Mobil itu sama sekali tidak mengisi bahan bakar tetapi hanya mengikuti nya saja.


Kring  Kring Kring


Daehyun baru saja mencoba mengambil ponselnya untuk menghubungi Seongmin Hyung, namun ponselnya sudah terlanjur berbunyi. Telepon dari Daeun.

__ADS_1


“Oh? Ada apa wanita ini menghubungiku malam - malam begini?”, tanyanya dalam hati.


Daehyun memutuskan untuk mereject panggilan dari Daeun dan memutuskan untuk menghubungi Seonmin.


Tuttttttt tutttttt


~Telepon yang Anda tuju sedang sibuk ….


Daehyun mencobanya sampai tiga kali namun hasilnya nihil.


“Ah.. hyung benar - benar, kenapa di saat penting begini dia malah tidak bisa dihubungi. Tapi ini sudah bukan sesuatu yang bisa diragukan lagi. Mobil itu sengaja mengikutiku. Apa jangan - jangan waktu itu juga sebenarnya ada orang yang mengikutiku?”, Daehyun sudah hampir sampai di apartemennya.


Namun dia memutuskan untuk tidak berhenti disana dan malah melanjutkan perjalanannya. Sekarang dia tidak tahu harus kemana.


“Apakah aku ke rumah Jiwoo? Ah tidak - tidak, kalau dia benar - benar penguntit, maka dia akan dia hu rumah Jiwoo. Apa aku menginap di hotel? Bagaimana kalau itu bukan penguntit biasa.”


“Apa itu sasaeng? Ah, aku kan tidak seterkenal itu sampai harus di datangi sasaeng.”


Daehyun terus bertanya - tanya pada dirinya sendiri. Campuran antara bingung, menduga - duga, dan mengambil keputusan. Dia bingung bagaimana.


“Oh?”, Daehyun terpikirkan untuk menghubungi seseorang yang dia kenal. Dia kan biasanya dengan 1 orang manajer dan 1 orang bodyguard. Mungkin saja dia bisa membantuku.”, pikir Daehyun mencari - cari nomor ponsel Hyun Joo.


Ya. Daehyun berpikir, mungin Hyun Joo bisa membantunya karena gadis itu memiliki perlindungan ekstra.


Lagi - lagi saat dia ingin menghubungi seseorang, ponselnya sudah terlanjur berbunyi dan itu adalah panggilan dari Lee Daeun.


“Dia kenapa menelponku malam - malam. Tunggu, apa karena aku baik padanya dia malah jadi salah paham dan mengira bisa meneleponku malam - malam begini?”


Daehyun lagi - lagi mematikan ponselnya dan kemudian menekan nomor telepon Hyun Joo.


“Oh, halo.”


“Em.. Daehyun-shi. Kenapa? Ada apa kau menelponku malam - malam begini?”, tanya Hyun joo bingung.


“Tidak, kau sedang dimana?”, tanyanya lagi.


“Rumah. Kenapa? Kau sedang dimana? Sepertinya kau belum pulang. Karena aku melihat beberapa surat ada di box unit.”, ujar Hyun Joo.


“Ah begitu. Aku kira kau masih di jalan.”, kata Daehyun.


Hyun Joo sudah pulang. Dia jadi tidak enak untuk mengganggunya. Manager dan bodyguardnya  pasti sudah tidak bersamanya. Hem.. apartemen kan ramai, mungkin waktu itu Daehyun salah lihat. Pengamanan disana juga sangat ketat. Lebih baik dia memberanikan diri untuk pulang.


Dia juga mungkin bisa meminta bantuan valet untuk memarkirkan mobilnya. Daehyun akhirnya putar balik dan kembali mengarahkan mobilnya menuju apartemen.


“Daehyun-shi apakah kau masih disana? Kenapa kau menghubungiku? Apakah ada yang bisa aku bantu?”, tanya Hyunjoo.


“Ah tidak..tidak apa - apa. Kau lanjut istirahat saja. Sampai bertemu besok di lokasi syuting.”, ujar Daehyun kemudian menutup teleponnya.

__ADS_1


__ADS_2