Perjalanan Cinta Seorang Idol

Perjalanan Cinta Seorang Idol
Episode 113


__ADS_3

“Yaaa…. Min Hyuk Jae!”, kata Hyun Joo dengan nada tegas dan marah.


Rambutnya sudah kusut dan penampilannya sudah tidak karuan. Jang Hyun Joo yang menolak pulang bersama Daehyun malam itu memang memilih untuk menaiki mobil Managernya, Yura. Namun di perjalanan pulang, Min Hyuk Jae kembali menghubunginya.


Berkat satu kalimat dari pria itu, Hyun Joo memilih turun dan menaiki mobil Min Hyuk Jae. Keduanya terlibat pembicaraan serius hingga akhirnya Hyun Joo terbangun di sebuah kamar yang tidak dia kenal.


Kemudian tak lama Min Hyuk Jae keluar membawakan sarapan. Hyun Joo melihat ke sekeliling dan seperti sudah sadar apa yang terjadi padanya.


“Kemana kau membawaku?”, tanya Hyun Joo dengan nada emosi.


Min Hyuk Jae tidak menjawab dan malah mengambil remot televisi dan menghidupkannya. Kemudian sebuah video muncul disana menjelaskan apa yang terjadi tadi malam.

__ADS_1


“Min Hyuk Jae-eee…dasar brengsek. Kau tega sekali!”, teriak Hyun Joo mengacak - acak rambutnya karena sudah jatuh dan terperangkap ke dalam jurang yang lebih dalam lagi.


Kenapa Jang Hyun Joo tidak pernah belajar pada kejadian sebelumnya? Min Hyuk Jae juga pernah melakukan hal serupa padanya saat dia duduk di bangku SMA. Itulah yang menjadi alasan mereka putus.


Jang Hyun Joo memiliki kepribadian yang buruk. Dia senang memandang remeh orang lain dan tidak suka ada yang mengusik pandangannya. Rupanya, Min Hyuk Jae memperhatikan itu dan menjadikan hal tersebut sebagai kelemahan Hyun Joo untuk menarik gadis itu.


Hal yang serupa terjadi lagi sekarang. Hyun Joo mencoba untuk menghapus setitik noda hitam dan malah tercebur ke dalam kolam penuh tintanya. Apa yang harus dia lakukan sekarang.


“Yura?”, Hyun Joo mengekerutkan dahinya.


“Ah.. dia hanya menjawab pertanyaanku dengan baik. Ternyata kesannya terhadapku tidak begitu buruk. Wanita seperti Yura memang terlalu polos. Atau bodoh? Dia pikir dia cerdas, tetapi sepertinya dia tidak mempercayai perkataanmu tentangku.”, ujar Hyuk Jae yang sudah mengambil duduk di pinggiran jendela.

__ADS_1


“Apa maumu?”, tanya Hyun Joo.


Dia sudah hapal betuk karakter Min Hyuk Jae. Dulu juga seperti itu. Pasti ada yang dia mau. Karena itu dia melakukan semua ini. Min Hyuk Jae sedang berpura - pura berpikir, padahal dia tahu benar apa yang ingin dia katakan pada Hyun Joo.


“Kau menggunakan barang ini?”, kata Hyun Joo membulatkan matanya ketika melihat barang terlarang berada di salah satu nakas kamarnya.


Ketika Hyuk Jae membuka balkon kamar, Hyun Joo sudah bisa menebak kalau pria itu telah membawanya ke rumah berliburnya di tempat yang terpencil. Semacam vila. Di luar penuh dengan pepohonan rindang. Bau udaranya juga berbeda meskipun di luar masih dini hari dan gelap.


“Nah, itu dia yang ingin aku katakan. Entah siapa yang berani - beraninya melaporkan tempatku. Sekarang polisi sudah mulai mencium keberadaan barang ini di bar. Aku ingin kau memutar ceritanya sedikit. Hanya itu saja. Tidak lebih. Kau bisa melakukannya?”, tanya Hyuk Jae dengan tatapan menakutkan.


“Apa maksudmu? Aku tidak mengerti.”, kata Hyun Joo.

__ADS_1


__ADS_2