
“Daehyun dimana?”, tanya seorang pria paruh baya berkaca mata hitam segera setelah dia turun dari mobilnya.
“Daehyun? Dia sedang ada pemotretan hari ini di sebuah gedung perkantoran. Untuk sebuah majalah.”, jawab seorang wanita tinggi semampai. Wanita itu membawa sebuah tablet PC di tangannya dan seolah siap sedia jika diperintahkan apapun oleh pria di sampingnya.
Pria itu adalah Hwang Pil Sung, CEO dari Xscape Entertainment dimana band seperti Triple Kill dan beberapa selebriti lainnya bernaung. Usianya masih muda untuk seorang CEO. Masih sekitar 55 tahunan.
Dia bukan dari kalangan entertainment sama sekali. Dia adalah salah satu anak pewaris perusahaan terkenal namun tidak begitu berhasil di perusahaan orang tuanya. Akhirnya dia menikah dengan seorang wanita kaya dan meminjam uangnya untuk membangun sebuah agensi. Sejak saat itu dia tak pernah lagi terlibat dengan keluarga orang tuanya.
“Bagaimana dengan anggota Triple Kill lainnya?”, tanyanya sambil masuk ke dalam gedung.
Dia tak melirik kemanapun meski beberapa selebriti dan trainee yang lewat menyapanya. Tempat yang dia tuju adalah lift. Dia harus naik dan masuk ke ruangannya.
“Lee Hyun Woo sedang menyelesaikan rekaman ost. Drama yang dipercayakan padanya.”, jawab wanita itu mengikuti bosnya masuk ke dalam lift.
“Katakan padanya, tidak usah terlalu menjiwai. Pria itu, aku memintanya memakai artisku untuk lagu pembuka. Kenapa dia memberikan kesempatan untuk menyanyikan Ost penutup yang bahkan hanya diputar dua kali saja.”, Pilsung menghentikan sekretarisnya sebelum wanita itu melanjutkan kalimatnya.
“Kim Ji Su sedang tidak ada jadwal. Kadang dia datang ke sini namun hanya pergi ke Cafetaria lalu pulang.”, sekretaris itu sempat diam. Namun, Pilsung menoleh ke belakang tanda dia menunggu kabar dari personil lainnya.
“Ah.. kalau saja dia bukan anak orang berpengaruh, aku akan melabraknya habis - habisan. Aku bahkan tidak bisa memarahinya sama sekali.”, ucap Pilsung berdecak kesal.
__ADS_1
Saat itu juga, pintu lift terbuka. Artinya, dia sudah sampai di lantai dimana ruangannya berada.
“Park Ji Won sedang menjadi bintang tamu beberapa channel YouTube music.”, jawab sekretarisnya begitu Pilsung kembali melirik padanya.
“Yoon Ji Woo?”, tanya CEO itu lagi seperti tidak sabar untuk mendengar jawaban dari wanita yang merupakan sekretarisnya.
“Ji Woo sedang terlibat beberapa episode reality show. Syuting akan berakhir akhir bulan ini.”, jawab wanita itu cepat.
“Daehyun, Jiwoo, Jiwon, mereka sangat aktif. Daehyun yang paling aktif. Dramanya tidak ada masalah?”, tanya pria itu lagi.
Dia sudah berada di depan ruangannya. Tetapi belum nampak tanda - tanda pria itu ingin masuk. Dia bahkan belum membuka pintunya. Dia tetap bertanya dan seolah berdiskusi sambil berdiri di depan ruangannya.
“Hn.. tidak ada masalah. Daehyun akan memulai syuting dalam minggu ini segera setelah pemotretan selesai. Dramanya akan tayang sekitar 3-5 bulan setelah proses syuting untuk pertengahan episode.”, jelas wanita itu. Meski kakinya sakit karena mengenakan heels yang tinggi, dia tetap menampilkan ekspresi biasa saja untuk menunjukkan profesionalitasnya.
“Aku sudah mendengar tentang selebriti yang datang kesini menemui Daehyun. Segera setelah dia selesai pemotretan, tolong atur pertemuan kami di restoran keluarga. Aku juga ingin mengundang semua anggota Triple Kill. Bagaimana dengan gagman itu? Apa Bokman sudah menanganinya? Dia bisa saja jadi bom untuk prestasi selebriti lain.”, tanya Pilsung dengan tegas.
“Ya.. kami sedang mencoba untuk memastikan kembali isu tersebut. Jika terbukti benar, kami akan langsung bergerak untuk mencari berbagai alternatif solusi.”, jawab sekretaris itu lagi.
“Ya sudah kalau begitu. Kau boleh pulang.”, ujar Pilsung santai.
__ADS_1
“Eh?”, sekretaris itu bingung.
“Hn. Kau tidak ingin pulang cepat? Kau bisa memantau aktivitas selebriti lain jika kau mau.”, balas Pilsung tanpa rasa bersalah.
Bayangkan, pria itu sudah menghubunginya pagi - pagi hanya untuk mengantarnya bermain golf. Benar, dia memang tidak hanya bermain golf tetapi sedang berusaha menemui seorang pemimpin department store dan juga pemilik perusahaan game online. Dan sekarang dia menyuruhnya pulang?
“Aku harus istirahat. Kepalaku pusing karena aku bangun terlalu awal.”, ucapnya kembali santai saat sekretarisnya hanya termenung penuh tanya.
“Daepyo Nim, kau tidur disini?”, tanya wanita itu heran.
“Hn. Di dalamnya ada ruangan untuk aku istirahat. Istriku tiba - tiba mengusirku dari rumah pagi buta. Aku harus istirahat, kau pulang saja. Ingat, atur waktu makan siang dengan Daehyun dan personil Triple Kill.”, ucap pria itu masuk ke dalam ruangannya dan menutup pintunya tanpa ada penjelasan lainnya.
“Wah.. hah.. Baiklah. Bagus aku pulang cepat. Tidak heran kenapa istrinya mengusirnya dari rumah.”, omel wanita itu di depan ruangan.
Sreetttttt
Pintu ruangan kembali terbuka. Pilsung muncul dibalik pintu tersebut. Sekretaris wanita itu langsung terkejut bahkan hampir terjatuh. Dia sudah pucat, khawatir Pilsung mendengar ucapannya barusan.
“Kau kenapa? Sebelum pulang, pesankan aku Tteokbokki. Titip saja di resepsionis. Suruh dia mengantarnya ke ruanganku.”, ucap pria itu lalu langsung kembali menutup pintu ruangannya.
__ADS_1
“Hah… bikin aku jantungan saja. Arghh.”, ucapnya kesal dalam hati.