Perjalanan Cinta Seorang Idol

Perjalanan Cinta Seorang Idol
Episode 83


__ADS_3

“Yaaaa… kau ingin mati? Berani - beraninya kau mencampuri urusanku.”, ucap Pisbol dengan nada marah.


“Siapa yang sudah mengetahuinya?”, tanya Pisbol dengan nada tenang tetapi sebenarnya penuh ancaman.


“Pisbol Ahjussi.”, Daeun gemetaran.


Dia tahu kalau Pisbol Ahjussi terlibat dalam hal yang tidak baik seperti kasino ilegal ini. Tetapi dia tidak menyangka jika kepribadian pria yang berumur 40 tahunan itu 180 derajat berbeda dari yang dia perlihatkan di televisi.


“Ahjussi.”, Daeun kembali gemetar. Dia tidak menyangka pria yang tersenyum padanya saat awal dia memperkenalkan diri dulu bersikap sangat berbeda seperti ini.


“Huh..ya.. Bokman, aku mengerti sekarang mengapa pria itu berpikir untuk membentuk tim seperti kalian. Aku kira ini hanya gaya - gayaan nya saja. Berani - beraninya menggali kehidupan pribadiku. Hah?”, teriak Pisbol dengan keras.


Dia sekarang sedang berada di mansion miliknya. Setelah Daeun ketahuan masuk ke dalam gedung itu tanpa ijin, Pisbol langsung meminta orang untuk membawanya ke salah satu mansion miliknya.


Daeun tertipu. Ternyata satu gedung itu adalah kamuflase. Bukan hanya tempat permainan itu yang dibuat seolah - olah menjadi tempat pertemuan komunitas, tetapi semua usaha yang ada di gedung itu adalah kamuflase.


Saat Daeun mengaku sedang menunggu temannya untuk bermain bilyar, saat itu juga dia tertangkap.


“Berapa umurmu?”, tanya Pisbol pada Daeun yang sudah ketakutan di pinggir sofa. Dia ingin pergi dari sana tetapi kakinya gemetaran.


Tidak ada orang lain selain mereka disana. Pisbol meminta rekannya yang membantu membawa Daeun kesini untuk pergi menunggu di luar. Alhasil dua dari mereka merokok di pinggir kolam di mansion tersebut.


Mansion ini adalah tempat liburan yang biasa digunakan oleh Pisbol untuk mengadakan pesta bersama teman - temannya.


“Kenapa? Kenapa kau melihatku begitu?”, tanya Daeun.


Ponselnya yang sudah terletak di atas meja terus berbunyi. Panggilan dari Bokman Ahjussi.


“Kenapa? Kau takut aku akan …..”, Pisbol tidak menyelesaikan kalimatnya tetapi malah melihat tubuh Daeun dari ujung kaki sampai ujung rambut.


“Pisbol Ahjussi, apa yang mau kau lakukan? Kau adalah selebriti. Kau tidak bisa melakukan ini.”, kata Daeun berusaha tegas tapi tetap saja suaranya bergetar.


“Lagipula, karirku juga sudah mulai meredup. Banyak orang - orang baru yang muncul. Aku bahkan tidak bisa membayar tunggakan mansion ini dan beberapa kebutuhan lain. Aku juga tidak  bisa bersenang - senang dengan teman - temanku seperti dulu. Karena itu aku ke kasino. Dan kau malah melaporkannya pada Bokman? Apa Pilsung Daepyonim juga mengetahuinya?”, tanya Pisbol semakin mendekat.

__ADS_1


Daeun segera menguatkan kakinya dan pergi namun Pisbol sudah menarik Daeun lebih dulu dan menjatuhkannya ke atas sofa.


“Lepaskan.. Kau sudah gila? Lepaskan aku..”, ucap Daeun berteriak.


Suaranya bahkan sampai terdengar keluar.


“Yaaa.. apakah tidak apa - apa kita membiarkan Pisbol didalam? Bagaimana kalau dia melukai gadis itu? Kau tahu dia pernah membuat seorang wanita penghibur hampir tenggelam saat mabuk.”, ujar salah seorang temannya yang menunggu diluar.


“Kau tahu dia bagaimana. Sudah biarkan saja. Kalau kita memprotesnya, bisa - bisa dia tidak akan memberikan uangnya lagi.”, ucap rekan satunya.


“Yaa.. tapi gadis itu.. “, kata pria satunya merasa cemas.


“Kalau begitu, lebih baik kita pergi dari sini. Pisbol kan bilang untuk meninggalkan dia sendirian disini. Sudah tinggalkan saja. Jika terjadi sesuatu, bukan urusan kita.”, ucap rekan satu lagi mengusulkan.


Mereka akhirnya masuk ke dalam mobil dan pergi.


“Ahjussi… kau tidak boleh melakukan ini. Lepaskan aku..”, kata Daeun menangis.


Dia benar - benar tidak menyangka semua akan menjadi seperti ini. Daeun benar - benar tidak bisa berkutik. Dibandingkan Pisbol yang memiliki tubuh yang besar, dia hanya gadis kecil.


Praanggggg Praaanggg


Tiba - tiba suara kaca pecah terdengar dari arah samping. Ruangan yang hanya diterangi oleh lampu redup itu tak bisa menangkap wajah pria bertopi yang tiba - tiba masuk ke dalam. Wajahnya tertutup oleh jubah yang dikenakannya.


Namun, langkah pria itu pasti. Dia langsung menghajar Pisbol yang terlempar ke dinding dan tidak sadarkan diri. Bukan hanya karena tendangan pria itu, tetapi karena minuman alkohol yang dia konsumsi sebelumnya.


Pria itu langsung menarik Daeun yang syok dengan adegan yang tiba - tiba dia saksikan di depannya.


“Tidak mau… lepaskan aku.”, ucap Daeun takut saat pria itu menarik tangannya.


“Yaaaa… Lee Daeun. Kau mau tetap disini? Lima menit lagi dia akan segera sadar.”, ucap pria itu.


“Eh? Kang Daehyun??”, ucap Daeun terkejut luar biasa saat mendengar suaranya.

__ADS_1


Dia mengenal suara itu dan itu benar - benar adalah suara Daehyun.


“Ayo.. kau mau dia melakukan sesuatu padamu lagi?”, ucap Daehyun segera menarik tangan Daeun dan mengarahkannya untuk melewati jendela yang kacanya sudah dipecahkan oleh Daehyun.


Tanpa berpikir panjang lagi, Daehyun langsung menyuruh Daeun untuk naik dan melajukan mobil itu dengan cepat menjauhi rumah itu.


Sektiar 25 menit mereka melaju untuk meninggalkan area villa yang memang berada jauh dari pemukiman warga. Daehyun memarkirkan mobilnya di depan sebuah area pemancingan dimana tak jauh dari sana ada toko kelontong tradisional.


Sepertinya toko itu melayani kebutuhan para pemancing karena banyak sekali hidangan hangat yang disajikkan disana. Mengingat ini sudah jam 11 malam dan mereka masih beroperasi.


Daehyun masih belum turun dari mobilnya. Begitu pula dengan Daeun yang masih terdiam disana.


“Yaaaaa… kau sudah gila? Jadi ini yang kau lakukan secara diam - diam? Libur sebagai manager pengganti dan mengikuti semua perintah Bokman hyung?”, berbeda dengan nada bicara Daehyun saat tadi di rumah Pisbol, dia sudah meledak - ledak sekarang.


Pria itu bahkan tidak segan - segan untuk berbalik ke samping agar dia bisa lebih puas memarahi Daeun.


“Kau mau mati? Bagaimana mungkin gadis kecil sepertimu mencoba untuk mengambil foto selebriti yang terlibat dalam kasino ilegal? Lalu, parahnya lagi, kau malah berakhir di Villa miliknya pria tua itu.”, teriak Daehyun mengeluarkan semua nada tinggi di suaranya.


“Aku tidak menyangka dia orang yang seperti itu. Aku kira dia baik dan hanya mencoba bermain …”, Daeun belum sempat menyelesaikan kalimatnya tetapi Daehyun sudah memotongnya.


“Kau itu polos atau apa? Bagaimana selama ini kau bisa menangkap skandal artis dengan pikiran sebodoh itu. Kau tidak tahu yang namanya waspada? Wuah… “, Daehyun sampai kehilangan kata - katanya karena tidak percaya pada kecerobohan yang dilakukan oleh Daeun.


“Kenapa kau marah - marah. Lagipula aku kan tidak merugikanmu.”, ucap Daeun.


Daehyun yang tadi sudah menghadap ke depan untuk menghela nafas, sekarang kembali berbalik ke arah Daeun dan melotot padanya.


“Apa kau bilang? Tidak merugikanku? Huh? Kau tahu apa yang akan terjadi kalau aku tidak datang menolongmu? Tahu tidak? Hah? Wah..”, Daehyun tak bisa mengontrol emosinya dan keluar dari mobil.


“Aku juga tahu, tapi apa dia harus semarah itu?”, gumam Daeun sepeninggal Daehyun yang keluar dan membanting pintu mobilnya.


“Halo.. Bokman hyung. Huh.. ini yang kau sebut Idol Secret Agent? Kalau ingin menyelidiki kasur seperti itu kenapa tidak kau sewa detektif saja dan malah mempekerjakan gadis lugu seperti dia?”, rupanya di luar Daehyun langsung menelepon Bokman hyung.


“Daeun melaporkan kalau dia bisa mengatasinya dengan baik. Dia yang mau masuk ke gedung itu. Bukan aku yang menyuruhnya. Kenapa kau malah menyalahkanku.”, ucap Bokman yang terkesan langsung cuci tangan setelah Daeun hampir saja dilecehkan oleh Pisbol.

__ADS_1


Mendengar respon Bokman, Daehyun langsung memutuskan sambungan teleponnya.


__ADS_2