Perjalanan Cinta Seorang Idol

Perjalanan Cinta Seorang Idol
Episode 44


__ADS_3

Daeun termenung di kamarnya sambil menatap ke langit - langit. Bulan tampak bersinar lebih terang dari biasanya. Alangkah senangnya bisa melihat langit yang indah dengan lebih leluasa jika dia memiliki jendela yang lebih luas.


Saat ini, dengan uang tabungannya, Daeun hanya bisa menyewa sebuah apartemen yang sebenarnya lebih tepat disebut dengan studio. Dia sudah bersyukur bisa menyewa tempat ini. Setidaknya lebih baik daripada harus tinggal dibasemen.


‘Besok aku gajian yang pertama. Semoga saja gaji yang masuk sesuai dengan gaji yang ditawarkan saat pertama kali interview. Jika aku bisa menabung 50% saja selama 3 bulan, sepertinya aku bisa menyewa apartemen yang lebih baik dari ini.’, pikir Daeun dalam hati.


‘Aduh.’, erangnya yang hampir saja terjatuh.


Untuk bisa melihat bulan melalui jendela kamarnya, dia harus menaiki sebuah bangku. Meski jendelanya berbentuk vertikal dan terdapat dua pintu, tetapi lokasinya lumayan tinggi.


Daeun turun dari kursinya sebelum dia terjatuh dari sana. Dia membuka laptopnya dan kembali melihat - lihat SNS para selebriti dan menelusurinya. Pekerjaan Daeun adalah menemukan apapun yang mencurigakan sekian langkah lebih cepat dari media. Tak jarang dia juga harus pergi ke tempat para selebriti itu berada untuk menyelidiki.

__ADS_1


Dengan begitu, dia bisa mengetahui dan mencegah mereka terlibat skandal.


‘Oh? Apa ini?’, tanya Daeun saat melihat sebuah poster kompetisi menulis skrip variety show di salah satu laman stasiun televisi.


Beralih dari menelusuri SNS para selebriti agensi dimana dia bekerja, Daeun beralih melihat informasi lebih lengkap tentang kompetisi tersebut. Dia membaca baris demi baris untuk mengetahui informasinya. Lama - kelamaan dia tenggelam dalam kompetisi itu sebelum akhirnya dia tertidur pulas bersama laptopnya.


Sementara itu di tempat lain, Daehyun pulang ke apartemennya. Sebelum memasuki unit miliknya, pandangannya mengarah sebentar ke seberang dimana kamar Hyun Joo berada.


‘Hm… dia akan baik - baik saja, kan?’, tanyanya dalam hati.


‘Tapi, bagaimana mungkin diantara semua orang yang dikenalnya, dia bertemu denganku. Dia bahkan tidak menghubungi ponselku tapi langsung pergi ke agensi mencariku. Hm… apa jangan - jangan dia benar - benar menyukaiku?’, tanyanya polos.

__ADS_1


Daehyun menekan kata sandi unitnya dan masuk ke dalam. Suasana hening dan kosong menghiasi malamnya seperti malam - malam sebelumnya di unit itu. Sesekali dia merindukan kebersamaannya bersama keluarganya saat masih tinggal bersama.


Setiap kali dia pulang dari sekolah, latihan band, ekstrakurikuler, atau penampilan jalanannya, ibunya selalu menyambut Daehyun dengan wajah ceria. Tak lupa, ibunya menyiapkan buah potong dan segelas air putih untuk melepaskan dahaganya.


Ibu Daehyun juga terkadang dengan nyaman mendengarkan semua cerita  - ceritanya. Namun, tiba - tiba ayahnya ditawarkan pekerjaan di luar negeri yang mengharuskan mereka untuk pindah.


Sayangnya tawaran itu datang bertepatan dengan tawaran agensi untuk mengorbitkan Daehyun bersama teman - teman satu bandnya. Mimpi dan keluarga. Saat itu juga, dia harus memilih antara keduanya.


Keputusan sulit untuknya, namun keputusan yang lumayan mudah untuk kedua adik - adiknya. Akhirnya Daehyun harus melepas keluarganya dan memulai semuanya sendiri. Karir dan kehidupannya.


Daehyun menghidupkan lampu dan masuk ke dalam kamar mandi untuk melepas atasannya. Dia menghidupkan air untuk menampungnya di bathtub sebelum mulai berendam.

__ADS_1


Daehyun bergerak keluar mengambil sesuatu dari dalam kulkas. Air putih dan sosis. Perutnya lapar dan tenggorokannya haus. Setelah mengisi perutnya, pas sekali bathtub sudah penuh. Daehyun butuh berendam untuk menyegarkan kembali pikirannya.


Suasana hari ini begitu hektik.


__ADS_2