
Tok tok tok tok
“Daehyun-shi… Daehyun-oppa! Daehyun-hyung! Yaaa….”, Daeun memencet bel unit apartemen Daehyun berkali - kali tetapi orang yang dipanggil tidak kunjung membalas sahutannya.
Baru saja tadi saat Daeun selesai membeli beberapa makanan yang dipesan oleh Daehyun untuk kesekian kalinya, langkah Daeun terhenti oleh sebuah berita yang muncul di salah satu layar besar di gedung yang berada tak jauh dari mini market.
Daeun sudah terbiasa mendengarkan dan melihat apa yang muncul di sana selama beberapa hari ini. Namun, apa yang muncul kali ini sangat mengejutkannya. Jang Hyun Joo muncul disana seperti sedang mengadakan press conference. Sesuatu yang paling jarang ditemukan untuk saat ini dalam dunia selebriti kecuali jika mereka sedang mempromosikan sesuatu atau melakukan aktivitas.
Hyun Joo dengan raut wajah yang sayu, mata yang sembab, dan sebagian wajah ditutupi oleh masker memberikan statement yang membuat Daeun menjatuhkan barang belanjaannya. Saat itu juga Daeun sadar bahwa Daehyun sedang dalam masalah yang sangat besar.
Mereka tahu kalau ini akan menjadi masalah yang sangat besar dari awal tetapi mereka tidak tahu semua akan sebesar ini. Mereka tidak akan percaya seorang Kang Daehyun melakukan apa yang diberitakan di media. Mereka tidak hanya menunggu pihak Jang Hyun Joo untuk memberikan keterangan tetapi mereka sudah berhari - hari berusaha untuk bisa bertemu dengan tim mereka dan bernegosiasi mengenai masalah ini.
Mereka sudah mulai merasa aneh dengan sikap tim dari Jang Hyun Joo yang terus menerus menolak untuk bertemu dengan tim agensi Xscape Entertainment dimana Kang Daehyun bernaung. Tetapi mereka masih berpositif thinking mengira bahwa Jang Hyun Joo mungkin juga butuh waktu untuk semua ini.
Tapi, apa yang terjadi sekarang justru malah lebih besar dan lebih buruk dari apa yang mereka bayangkan. Bagaimana bisa Jang Hyun Joo menyerang Kang Daehyun habis - habisan seperti ini dan bersikap seolah - olah dia adalah korban dengan Daehyun adalah pelakunya.
__ADS_1
Tidak hanya itu, Jang Hyun Joo juga seolah - olah membenarkan tentang keterlibatan Kang Daehyun pada perjudian ilegal dan obat - obatan terlarang yang jelas - jelas tak bisa dipercaya oleh siapapun yang sudah mengenal Kang Daehyun sejak lama. Bahkan, Lee Daeun yang baru beberapa bulan bersamanya saja tidak bisa menerima itu semua.
Daeun segera berlari kembali ke apartemen untuk melihat keadaan Kang Daehyun. Pria itu mungkin saja sudah melihat pemberitaan yang baru saja ditampilkan di semua TV Nasional bahkan secara masif terus dikembangkan oleh media - media dan surat kabar.
Tidak hanya itu saja, channel - channel streaming online juga mulai berdatangan hanya dalam hitungan detik saja. Padahal, Daehyun belum seterkenal itu. Semua karena Jang Hyun Joo.
“Kang Daehyun! Kau di dalam. Buka pintunya. Kenapa kau tidak membuka pintunya?”, Daeun sudah menekan bel berkali - kali. Dia menggedor - gedornya karena Daeun sangat khawatir.
‘Apa yang akan terjadi pada Daehyun?’
‘Apa yang akan terjadi setelah ini?’
‘Apa polisi akan datang menangkapnya?’
‘Bagaimana ini, kenapa Daehyun tidak menjawabku?’
__ADS_1
‘Apa dia mencoba untuk mengakhiri hidupnya?’
‘Tidak mungkin’
Tanpa terasa air mata mengalir di pipi Daeun. Dia sangat khawatir sampai dia tidak bisa berpikir lagi. Dia sangat takut terjadi sesuatu pada Daehyun. Pria itu, pria itu tidak seperti yang diberitakan di media. Kenapa? Kenapa Jang Hyun Joo memberikan keterangan seperti itu?
“Kang Daehyun!”, Daeun berteriak sambil air mata terus mengalir di pipinya.
Ceklek.
Pintu kemudian terbuka.
“Kau kenapa? Kenapa barte….”, belum selesai Daehyun berbicara, Daeun sudah masuk menyerobot dan memeluk pria itu.
Dia menangis sejadi - jadinya sementara Daehyun sangat kebingungan. Matanya membulat, tubuhnya kaku, tangannya bingung harus dia posisikan seperti apa. Dia seolah tidak tahu apa yang terjadi dengan gadis ini tiba - tiba.
__ADS_1