Perjalanan Cinta Seorang Idol

Perjalanan Cinta Seorang Idol
Episode 53


__ADS_3

“Oh Annyeong haseyo”, sapa Daeun begitu sampai di lokasi pemotretan.


Sederetan kru yang tidak dia kenal sama sekali satu per satu mengitari keberadaan Daehyun yang baru saja tiba. Mereka langsung mengarahkan Daehyun masuk ke ruang hias segera setelah melihat keberadaannya.


“Pegang ini.”, kata Daehyun meminta Daeun memegang satu buah tas olahraganya.


Pria itu memang selalu menyimpan segalanya disana. Mulai dari ponsel, dompet, baju ganti, charger, dan beberapa vitamin yang dia butuhkan. Daeun tak pernah membukanya jika tidak diminta oleh Daehyun. Ini bukan pertama kalinya. Awalnya Daeun heran, mengapa pria itu begitu percaya padanya hingga menyerahkan barang - barang seperti ponsel padanya.


Daeun pernah menanyakannya. Daehyun dengan santai menjawab.


“Jika aku tidak mempercayai orang yang bekerja denganku, siapa lagi yang bisa aku percaya?”


Kata - kata Daehyun saat itu sukses membuat Daeun tertegun. Ini adalah pertama kalinya Daeun bekerja di sebuah agensi. Jelas, ini adalah pekerjaan resmi pertamanya sebagai karyawan sebuah perusahaan.


‘Apakah semua selebriti begini?’, pikir Daeun dalam hati. 


“Kau yang bersama Daehyun?”, tanya seseorang padanya.


Dari perawakannya yang mengenakan name tag khusus, sepertinya dia adalah salah satu staf yang bekerja untuk mempersiapkan pemotretan ini.


“Hn.”, Daeun mengangguk bingung karena memang suasananya sangat hektik.

__ADS_1


Begitu tiba, seseorang langsung mengenali Daehyun dan membawanya ke sebuah ruangan untuk persiapan make-up. Beberapa kru lain langsung menepuk tangan seperti memberikan tanda untuk bersiap. Banyak orang yang hilir mudik mempersiapkan berbagai peralatan yang dibutuhkan termasuk menata lighting.


“Bisa bantu aku mengambil outfit pemotretan yang harus dikenakan Daehyun. Ada beberapa size berbeda. Aku belum sempat memastikannya dengan Seongmin. Sehingga aku membutuhkan bantuanmu. Aku juga membawa beberapa merk dan jenis sepatu. Aku harap kau bisa memilihkan sizenya.”, kata wanita tersebut.


‘Apa - apaan ini. Pemotretan tetapi outfit yang akan dikenakan dan aksesorisnya saja belum final. Bagaimana ceritanya? Mana aku tahu ukuran Daehyun.”, Daeun langsung merasa sedang berada di sebuah kutub dimana tidak ada penghuni lain selain dirinya.


Tak selang beberapa menit saat Daeun mengiyakan kata - kata wanita tadi, pesan masuk ke ponselnya. Kebetulan sekali. Ada pesan dari Seongmin-oppa.


Daeun terus berjalan mengikuti wanita tadi sambil membuka isi pesan di ponselnya. Pucuk dicinta ulampun tiba. Ternyata Seongmin memberikan detail ukuran - ukuran Daehyun mulai dari baju, kemeja, size sepatu, cincin, kalung, dan pantangan - pantangan yang tidak bisa dia kenakan seperti pakaian dengan bahan tertentu dan lain sebagainya.


“Wah, apa dia bisa melihatku saat ini? Kenapa dia mengirimkanku pesan ini tepat waktu sekali.”, pikir Daeun keheranan.


Proyek pemotretan kali ini adalah pemotretan untuk majalah dimana ada beberapa koleksi outfit yang masuk untuk menyesuaikan tema Summer menuju Autumn atau musim gugur. Seharusnya ada meeting yang dilakukan antara Seongmin selaku manager dan juga pihak brand pemotretan, tetapi hal itu tidak terjadi.


Daehyun saja baru mengetahui kalau dia ada pemotretan tak lama sejak Seongmin memberitahu Daeun.


Di ruang ganti pakaian. 


Daehyun telah menyelesaikan riasannya. Saatnya untuk mengganti pakaian dengan outfit pertama. Semua kru sudah keluar meninggalkan Daehyun sendiri bersama dengan Daeun yang stand-by di luar menunggu aba - aba dari artis yang sedang dikawalnya.


“Yaa..”, panggil Daeun pada Daehyun yang sedang berada di kamar ganti.

__ADS_1


“Hn.. kenapa berteriak?”, tanya Daehyun yang sedang kesulitan mengenakan outfitnya.


“Kau tidak melihat ada yang mencurigakan dari Seongmin-oppa?”, tanya Daeun sambil terduduk menatap ke arah cermin rias dimana sebelumnya Daehyun duduk disana.


“Seongmin-hyung? Kenapa dengannya?”, ujar Daehyun yang akhirnya bisa juga mengenakan celana yang menurutnya sangat rumit itu.


“Dia seperti orang yang mau pindah agensi saja. Kau tidak merasakannya?”, Daeun berkata dengan suara yang pelan dan tenang.


“Kau juga merasa begitu kan?”, tiba - tiba saja Daehyun keluar dari ruang ganti pakaiannya.


“Huwaaa…. Yaaaa… apa kau sudah gila?”, tanya Daeun langsung melonjak dari kursinya.


“Kenapa? Apanya? Kenapa kau mengatakan aku gila? Bukankah kita sedang membahas Seongmin hyung?”, tanya Daehyun.


“Kenapa kau keluar tanpa mengenakan bajumu?”, teriak Daeun langsung menutup matanya.


Daehyun otomatis melihat ke arah cermin dan benar saja, dia masih bertelanjang dada. Daehyun yang malu langsung masuk kembali ke dalam ruang ganti.


“Mian mian… aku terlalu terbawa suasana pembicaraanmu barusan.”, teriak Daehyun dari dalam ruang ganti.


Seketika wajah keduanya memerah.

__ADS_1


__ADS_2