
“Ya Jang Hyun Joo, kenapa kau tidak menyapaku sama sekali?”, tanya Hyuk Jae begitu tak ada orang lain yang membersamai mereka.
“Jangan bersikap seolah mengenalku. Hubungan kita sebatas pekerjaan, tidak lebih dari itu.”, Hyun Joo langsung memberikan batas di antara mereka. Dia harus melakukannya, kalau tidak, Hyuk Jae akan terus bersikap kurang ajar padanya.
“Hubungan?Aku hanya menyapamu dan kamu sudah membicarakan perihal hubungan. Kenapa? Kamu teringat tentang hubungan kita dulu?”, ujarnya sambil meneguk champagne yang sekarang berada di tangannya.
Dia baru saja mengambil Champagne itu dari waitress yang wara - wiri membawa gelas - gelas untuk para tamu yang hadir. Para petinggi sudah mulai membicarakan tentang bisnis, termasuk pria dewasa yang menyapa Hyun Joo tadi.
Alih - alih menanggapi kata - kata Hyuk Jae, Hyun Joo justru meletakkan gelas koktailnya yang belum dia minum sama sekali kembali ke atas baki yang dibawa oleh waitress.
“Kau mau kemana?”, Hyuk Jae menarik lengan Hyun Joo.
__ADS_1
Hyun Joo langsung menoleh ke belakang. Matanya membulat seperti sedang menahan amarah.
“Oops. Maaf, aku kebiasaan. Kenapa pergi. Pesta baru saja dimulai.”, ujarnya sambil tersenyum licik.
“Aku kehilangan selera begitu bertemu denganmu. Jangan ganggu aku atau pemotretan besok tidak akan pernah terjadi.”, ancam Hyun Joo. Padahal, dia bukan berada pada posisi yang bisa mengancam Hyuk Jae begitu saja.
“Coba saja. Tidak ada ruginya buatku. Justru pria tadi yang akan memburumu. Sepertinya dia menyukaimu.”, kata Hyuk Jae.
Hyun Joo tak lagi ingin meneruskan obrolan ini. Begitu melihat managernya, Hyun Joo segera melangkah cepat kesana.
Managernya berpikir sebentar, melirik jam, kemudian melirik kembali ke arah orang - orang yang ada di sekitar sana.
__ADS_1
“Baiklah. Ingat, besok kau harus sudah bersiap sebelum pukul 10 pagi untuk fitting baju pemotretan, make over, dan serangkaian aktivitas lainnya. Pemotretan kalian akan dimulai di pinggir pantai pada pukul 1 siang.”, ujar Managernya menjelaskan.
“Ya… ya.. Aku mengerti. Sudah berapa kali kau mengatakannya padaku hari ini. Aku paham.”, jawab Hyun Joo malas.
“Tunggu, apa? Jam 1 siang? Apa kalian gila. Di pantai, jam segitu kan lagi panas - panasnya.”, Hyun Joo baru menyadari kalau dia melewatkan sesuatu.
“Ooh… besok prakiraan cuaca mengatakan tidak terlalu terik. Pencahayaan sangat bagus untuk konsep pakaian yang akan dipromosikan dalam pemotretan kali ini. Ingat, brand ini punya prospek yang bagus kedepannya. Kamu harus menampilkan potret yang bagus agar bisa menjadi brand ambassador nya.”, ujar manager itu memberikan pengarahan.
“Kalau brand ambassador nya Hyuk Jae, aku rela tidak menjadi brand ambassador untuk proyek ini.”, Hyun Joo masih teguh pada pendiriannya.
“Sebenarnya ada apa antara kau dan Hyuk Jae. Asal kau tahu, dia berada di peringkat lima besar, model paling berpengaruh untuk kategori pria selama beberapa bulan terakhir.”
__ADS_1
“Ah.. jika aku terus bersamanya, mungkin akan ada skandal besar yang akan muncul.”, ujarnya terdengar serius.
“Baiklah baiklah…. Beristirahatlah. Aku masih harus berdiskusi panjang sebelum kembali ke kamarku.”, ujar Manager itu menepuk - nepuk bahu Hyun Joo.