
Kring Kring Kring Kring
Ponsel Daehyun tak berhenti berbunyi. Dia sudah mematikannya sedari tadi dengan cara menggeser ponselnya ke atas. Namun, bunyinya tidak kunjung berhenti. Sempat berhenti sebentar, namun berbunyi lagi.
“Ah… sepertinya aku tidak mengatur alarm di jam segini. Kenapa malah bunyi terus sih. Tidak tahu orang tidur apa?”, teriak Daehyun stress karena jam tidurnya diganggu.
Daehyun mencoba menyadarkan dirinya sebisa mungkin dan melihat ke layar ponsel untuk memeriksa dan mematikan semua alarm apapun itu.
“Eh?”, Daehyun kaget saat teleponnya kembali berbunyi.
Ternyata itu bukanlah alarm melainkan panggilan telepon dari managernya, Lee Seong Min.
“Seongmin-hyung? Ada apa dia menghubungiku hari ini. Aku kan tidak ada jadwal apapun hari ini.”, Daehyun berteriak sambil mengacak - acak rambutnya.
Matanya perlahan mulai terbuka.
“Oo.. Seongmin-hyung? Ada apa? Kenapa menggangguku diwaktu libur begini? Kau kan tahu, meski kami tidak terkenal, tetapi jadwal off air kami sangat banyak. Hari ini adalah hari libur pertama setelah dua bulan kami melakukan aktivitas tanpa henti. Kenapa kau melakukan ini padaku?”, Daehyun mulai menunjukkan aegyo-nya. Hanya pada manager-nya saja. LIMITED EDITION.
“Oh? Kau tidak mendengarnya kemarin dari Pilsung Sajangnim?”, tanya Seongmin kaget.
“Eh? Mendengar darinya? Bertemu dengannya saja aku tidak, bagaimana aku bisa mendengar sesuatu darinya. Lagipula, kenapa kemarin kau langsung pulang begitu saja. Meninggalkan kami dengan Bok Man Ahjussi yang semakin lama semakin tidak jelas.”, ujar Daehyun melayangkan protesnya.
Daehyun mengarah pada ide Idol Secret Agent yang dibuat oleh Kwon Bok Man kemarin malam.
“Oh, kalian sudah mendengarnya? Bukankah itu ide yang bagus.”
“Ide bagus darimana?”, protes Daehyun.
“Ah.. tunggu dulu. Kita bicarakan itu nanti. Sekarang, kau harus segera mandi dan bersiap - siap. Kau ada pemotretan untuk iklan peralatan camping siang ini.”, ujar Seongmin memotong pembicaraan Daehyun.
__ADS_1
“E-eh? Pemotretan? Kau tidak mengatakan apa - apa kemarin.”, ujar Daehyun.
“Makanya, aku kira Pilsung Daepyo-nim sudah memberikan informasi itu padamu. Model pria untuk pemotretan itu tiba - tiba saja terkena skandal kemarin sore. Kau tidak lihat beritanya? Dia terjerat kasus narkoba. Karena itu mereka harus mengganti modelnya segera. Akhirnya kau yang dipilih.”, ujar Seongmin.
“Aaah… kalian kejam sekali.”, ujar Daehyun menggaruk dan mengacak - acak rambutnya yang tidak gatal.
Karena dia tahu hari ini adalah hari libur, Daehyun bermain game semalaman dan baru tidur sekitar jam 3 pagi. Jam 7, Seongmin-hyung sudah meneleponnya. Artinya, dia hanya mendapatkan 4 jam tidur setelah kemarin dia menjalani berbagai aktivitas padat.
“Kau tahu, kau bisa membunuhku dengan cepat kalau begini.”, protes Daehyun langsung memaksakan diri untuk bangun dan berjalan menuju kamar mandi.
Dia melemparkan ponselnya tanpa menutupnya terlebih dahulu.
“Ah.. bagaimana bisa mereka membuatku bekerja rodi seperti ini. Hm.. tapi lumayan juga uangnya untuk investasiku selanjutnya.”, ujar Daehyun tersenyum.
Dia malas melakukannya tapi disisi lain, dia juga semangat untuk uangnya. Apalagi biasanya kalau menjadi model dadakan, maka bayarannya bisa lebih tinggi.
‘Hm.. model peralatan camping? Tidak buruk juga. Itu berarti wajahku akan ada di distro - distro hits. Lumayan juga Pilsung-Daepyo. Dia dapat koneksi darimana sehingga aku bisa menggantikan model pria nya. Tunggu, siapa tadi namanya yang terkena skandal?’, Daehyun benar - benar tidak memiliki ketertarikan dengan dunia luar.
Daehyun juga tidak keberatan untuk berjalan - jalan keluar sendiri.
‘Tunggu, apa beberapa waktu lalu ada paparazi yang melihatku camping dan memancing? Makanya mereka menjadikan aku sebagai model?’, tiba - tiba Daehyun teringat bahwa beberapa waktu lalu dia memang pernah pergi camping sendirian di tengah hujan.
Dia menyewa sebuah van camping dan menghabiskan waktu selama satu hari satu malam disana.
*********
“안녕 하세요 (Annyeong Haseyo)”, sesampainya di lokasi syuting, Daehyun menyap semua orang.
Hal biasa yang harus dia lakukan setiap kali sampai. Menurut tim riset di agensinya, kebiasaan ini akan membantunya untuk mendapatkan image baik di kalangan kru. Mereka juga tidak segan mengajukan selebriti berkepribadian baik untuk ikut serta dalam program mereka ke depannya.
__ADS_1
“안녕 하세요 (Annyeong Haseyo), Kang Dae Hyun-imnida (강대현 입니다), mohon dukungannya.!”, Daehyun tersenyum pada setiap staf yang ia lewati.
“Oh, Daehyun-shi? Silahkan kemari. Kita akan memulai proses syuting sekitar 3 jam lagi. Tim makeup artist dan hair stylish kami akan membantumu. Bisa ke sebelah sini.”, ujar seorang wanita berperawakan kecil dan stylish mendatanginya.
“Ah.. okay.. Okay.”, ujar Daehyun mengangguk dan mengikuti wanita itu untuk memasuki sebuah tenda.
Konsep pemotretan kali ini adalah camping dan mereka akan melakukan pemotretan di daerah paling ramai dikunjungi oleh para penyuka camping di akhir pekan.
Karena lokasi pemotretan merupakan lapangan yang luas, maka para kru mendirikan tenda - tenda untuk tempat para model berdandan.
Pada kesempatan kali ini, ada dua model utama yakni seorang selebriti wanita dan Kang Daehyun sendiri. Sedangkan empat orang lagi yang terdiri dari dua orang wanita dan dua orang pria bukan dari kalangan selebriti. Mereka adalah model biasa.
“Apakah kau melihat managerku? Dia memintaku untuk datang kemari, tetapi aku belum melihatnya sama sekali.”, tanya Daehyun.
Triple Kill memang terkenal sangat bebas dan mandiri dibandingkan dengan Idol yang lain. Mereka memilih untuk berangkat sendiri dan tidak terlalu suka kalau Manager mereka sangat mengikat dan mengikuti mereka kemana - mana.
Namun, terkadang situasi begini malah dimanfaatkan oleh sang manager untuk kabur dari pekerjaan dan memilih bercengkrama dibandingkan mengurus artisnya sendiri.
“Oh.. Seongmin-shi? Dia sedang mengobrol dengan kru pemotretan di sebelah sana. Dia mengatakan padaku untuk mengarahkanmu begitu aku melihatmu sudah sampai di lokasi.”, ujar wanita itu.
“Hm.. baiklah… Terima kasih.”, ujar Daehyun masuk ke dalam tenda dan mengambil tempat di sebelah kiri.
Begitu masuk ke dalamnya, dia sudah bisa melihat dua orang menunggunya. Satu adalah hairstylist dan satu lagi adalah make-up artist. Daehyun duduk dengan rapi setelah salah seorang dari keduanya mempersilahkan dirinya untuk duduk.
Wanita itu dengan sigap mencuci rambutnya, mengeringkannya dan kemudian membentuknya menjadi lebih santai karena konsep dari pemotretan ini adalah camping. Hair stylist memberikan sedikit warna pada rambut Daehyun untuk memberikan kesan cowboy di dalamnya.
Menjelang proses rambut selesai, make-up artist langsung memulai sentuhan pertamanya di wajah Daehyun. Dia menempelkan powder yang tipis karena konsep dari pemotretan lebih manly dan wajah Daehyun juga sudah lumayan halus, cerah dan lembut. Sehingga lebih mudah bagi make-up artist.
“Okay.. selanjutnya, silahkan untuk mengenakan baju yang pertama. Ini. Pakai dahulu di ruang ganti, nanti kami akan membantu merapikannya.”, ujar seorang wanita selaku designer untuk konsep camping kali ini.
__ADS_1
Daehyun mengambil baju itu dan bergerak ke ruang ganti.
“Oh? Hyunjo-shi?”, sapa Daehyun terkejut melihat gadis itu ada di sana.