Perjalanan Cinta Seorang Idol

Perjalanan Cinta Seorang Idol
Episode 75


__ADS_3

“Yaa… Daehyun Sunbaenim main drama.”, ucap salah seorang idol perempuan di sebuah ruang tunggu.


“He?? Benarkah? Drama? Kau tahu dari mana?”, tanya rekannya yang lain yang sedang duduk di depan meja rias sambil memainkan ponsel.


‘Hah.. padahal dia memegang ponselnya. Kenapa tidak dia cari saja beritanya disana.’, komentar Kang Byeol di dalam hati.


Anggota girlgroup yang sedang duduk di ruang tunggu adalah girlband bernama Sakura yang beberapa waktu lalu terlibat project pemotretan bersama Daehyun. Sejak saat itu beberapa anggota senang sekali membicarakan tentang Daehyun. Bahkan mereka juga tidak segan - segan untuk langsung mengikuti akun sosial medianya.


“Wah.. dia main bersama Jang Hyun Joo, aktris yang membintangi drama populer yang baru saja tamat itu.”


“Jang Hyun Joo? Dia kan sedang terkenal sekali sekarang. Daehyun sunbaenim adalah orang terakhir di grup Triple Kill yang aku kira akan terjun ke drama. Ternyata malah dia duluan yang main drama. Ceritanya tentang apa?”


“Sini - sini.. Aku sedang melihat beberapa potongan klip prescon yang baru saja di share. Wah.. kenapa dia sangat keren sekali dengan outfit SMA?”


“Katanya Triple Kill awalnya memang band SMA. Mereka semua langsung debut jadi artis tanpa perubahan line-up.”


“Kau baru tahu? Aku sudah mengetahuinya jauh sebelum itu. Temanku bersekolah di SMA yang sama dengan Daehyun Sunbaenim. Mereka memang sering manggung untuk acara - acara sekolah.”


“Huh.. kalau saja aku tahu tentang ini lebih dulu. Mungkin aku akan pindah sekolah.”


“Tunggu dulu, ya.. Kang Byeol, bukankah kau satu alumni dengan Daehyun? Oh.. benar kau kan bersekolah disana juga.”


“Oh? Ne.. unni. Tapi, aku tidak terlalu mengenalnya. Ha-ha.. Aku kan masih kelas satu SMA. sementara dia adalah senior.”, balas Kang Byeol.


Dia sudah bisa membayangkan apa yang akan terjadi padanya jika dia mengaku mengenal Daehyun. Bahkan apabila dia mengatakan kalau mereka tidak hanya satu SMA, tetapi juga pernah tinggal di lingkungan bersama dan sudah menjadi teman sejak TK.


Antara Kang Byeol akan dimintai tolong ini itu agar member lain bisa dekat dengan Daehyun, atau dia semakin dibully karena berani - beraninya bisa kenal dengan Daehyun.


‘Lebih baik aku pura - pura tidak tahu saja. Lagipula, kalau mereka tahu aku juga menyukai Daehyun-oppa.. Arghhh… tuih tuih tuih… Aku harus membuangnya. Tidak…. Kenapa disaat seperti ini aku malah mengakui hal itu.’, teriak Kang Byeol dalam hati.

__ADS_1


“Ya… Kang Byeol, kau kenapa? Kenapa tiba - tiba bertingkah seperti itu? Kau meludahi kami?”, tanya salah seorang senior saat melihat sikap aneh.


Kang Byeol tidak sadar kalau dia sudah bertingkah aneh di hadapan sesama member Sakura yang notabene semuanya lebih tua darinya.


“Ha-ha.. Tidak.. Aku hanya…. hanya..”, Kang Byeol nampak bingung harus menjawab apa.


“Hanya apa?”


“Sudahlah, jangan hiraukan dia. Dia kan memang aneh.”, balas member yang lainnya.


Kemudian mereka kembali beralih pada ponselnya untuk melihat potongan - potongan klip prescon drama terbaru Daehyun.


**********


“Besok kita akan lebih malam lagi. Istirahatlah.”, ucap Daehyun yang mengantarkan Daeun sampai ke depan gerbang apartemennya.


“Kenapa kau mengantarku? Aku kan manager, seharusnya posisi kita terbalik. Lagipula aku sudah bilang aku akan naik bis saja.”, ucap Daeun yang merasa tidak enak.


‘Lagipula, mana aku tahu kalau akhirnya aku malah menjadi manager artis.’, pikir Daeun dalam hati.


Dia sudah memiliki motorbike yang dipinjamkan oleh agensi padanya. Untuk membuntuti artis demi melihat potential skandal yang mungkin akan membuat citra mereka buruk, motor sudah menjadi kendaraan paling mudah.


Disaat terdesak, motor bisa menyelip dimana saja. Sedangkan mobil, sangat sulit kalau sang artis sudah masuk ke dalam wilayah - wilayah yang sulit dijangkau.


“Kenapa tidak pindah ke apartemenku saja.”, kata Daehyun menawarkan.


“Heh? Kau gila? Kenapa aku harus tinggal di apartemenmu.”, balas Daeun syok.


“Ha-ha.. Apa yang kau pikirkan? Maksudku pindah ke gedung apartemen yang sama denganku. Bukan di unitku.”, kata Daehyun menjelaskan.

__ADS_1


“Ah.. A-ah.. iya… maksudku, bagaimana mungkin aku bisa pindah ke gedung apartemen yang sama denganmu. Apartemenmu kan sangat mahal.”, ujar Daeun panik.


Padahal, dia memang sempat berpikir kalau Daehyun justru menawarkan untuk tinggal di unitnya. Padahal dia hanya menawarkan untuk pindah ke gedung yang sama dengannya.


“Di sekitar sana juga ada gedung apartemen yang harganya murah. Cobalah cari - cari. Supaya aku tidak terlalu jauh mengantarmu.”, ucap Daehyun.


“Bukankah sudah kubilang, aku akan naik bus saja. Tidak perlu mengantarku.”, balas Daeun.


‘Dia tidak ingin mengantar, tapi malah mengantar. Tidak ingin putar jauh, tapi memaksaku untuk masuk ke mobil. Kabil sekali.’, komentar Daeun dalam hati.


“Sudahlah. Tidur sana. Ingat, besok harus datang ke apartemenku pagi - pagi. Kau harus mengepak barang - barang yang akan aku gunakan selama di lokasi syuting. Siapkan semua makanan, snack, cokelat, apapun itu yang mungkin aku butuhkan. Kita tidak akan pulang sampai 3 hari kedepan.”, jelas Daehyun.


“Hah? Sampai tiga hari ke depan? Kau serius?”, tanya Daeun.


Dia memang sempat mendengar kalau syuting setelah ini akan lebih sulit dan hektik karena mereka harus segera mengejar jumlah episode agar bisa masuk dalam slot tayang Jum’at Sabtu. Tetapi, Daeun tidak tahu kalau besok mereka bahkan sampai harus menginap.


“Lalu tidur dimana?”, tanya Daeun polos.


“Besok agensi akan mengirimkan mobil van. Kita bisa tidur disana untuk istirahat.”, jelas Daehyun.


“Oh? Berarti besok kau tidak membawa mobilmu?”, tanya Daeun yang langsung dijawab dengan gelengan oleh Daehyun.


“Pokoknya, kau harus membawa semua kebutuhanku. Termasuk komik, game console, headset, dan laptop. Tidak boleh lupa.”, ucap Daehyun lalu segera memutar setirnya kembali untuk kembali ke rumahnya.


‘Daehyun, apa hubungannya dengan Hyun Joo semakin dekat sekarang? Mereka tampak sangat akrab di lokasi syuting.’, tiba - tiba pertanyaan itu terbersit di kepala Daeun.


‘Argh.. tidak.. Apa yang sedang aku pikirkan? Apa urusanku kalau mereka dekat? Tidak.. Tentu saja urusanku. Bagaimana kalau itu justru menimbulkan skandal besar? Hm.. wajar aku khawatir mereka menjadi dekat. Benar. Perasaan aneh ini bukan karena aku menyukai atau mengharapkan sesuatu dari Daehyun. Tetapi karena pekerjaanku kan menggali kemungkinan skandal, jauh lebih awal dibandingkan media. Mungkin karena aku sudah terbiasa dengan itu.’, Daeun mengangguk angguk sambil terus berdebat dengan pikirannya sendiri.


“Ya.. Daeun.. Kau pulang malam lagi?”, tanya nenek - nenek yang biasanya membuang sampah di malam hari.

__ADS_1


“Oh.. kenapa larut sekali nek buang sampahnya. Ini sudah sangat malam.”, tanya Daeun heran.


Bukan malam lagi. Ini sudah jam 2 pagi.


__ADS_2