Perjalanan Cinta Seorang Idol

Perjalanan Cinta Seorang Idol
Episode 70


__ADS_3

Suasana pagi yang cerah mengawali hari Kang Dae Hyun di lokasi syuting. Ini adalah hari pertama syuting untuk drama mendatang. Drama ini sekaligus menjadi drama pertama untuk Daehyun yang sebenarnya sudah lama dilirik oleh para sutradara.


Bahkan saat Triple Kill masih sering melakukan street performance, banyak yang diam - diam menawarkan untuk menerbitkan Kang Daehyun. Tetapi, dia jauh lebih mementingkan karir sebagai band dibandingkan dengan seorang aktor.


Tidak hanya Kang Daehyun, member yang lain juga sering sekali mendapat tawaran dari berbagai agensi. Beruntung, mereka memiliki passion dan visi yang sama. Sehingga, tak ada satupun diantara mereka yang bersedia. Tapi beberapa tawaran modelling sering kali mereka ambil karena tidak terpaut kontrak.


“Hai, morning Daehyun-shi. Pagi yang cerah. Aku senang hari ini adalah syuting pertamamu. Aku sangat menantikan hari ini.”, ucap sutradara drama yang menyapa Daehyun.


Secara mengejutkan, hari ini Daehyun hadir pertama di antara para pemain utama lainnya. Hyunjoo, sang pemeran utama wanita sudah meminta izin karena harus menyelesaikan pemotretannya larut malam kemarin.


Dia bersama para stafnya baru tiba di bandara hari ini. Mereka akan tiba sore hari sekaligus presscon untuk media - media lokal tentang drama yang sedang mereka mainkan.


“Huwaa… itu Daehyun-oppa.”, sekelompok anak - anak SMA sudah berkumpul di depan gerbang sekolah. Kebetulan mereka memang syuting di sekolah. Namun, mereka hanya mengambil sebagian area utama saja. Yakni, area olahraga.


Para siswa rupanya sudah ada yang mendapatkan bocoran kalau akan ada proses syuting di sekolah mereka.


“Ya… kalian semua. Apakah kalian tidak sekolah? Bagaimana kalau guru kalian mengetahuinya.”, ucap seorang staf yang bertugas untuk mengamankan area syuting.


“Kamu bukan dari sekolah ini. Jadi tidak akan ada yang menangkap kami.”, ucap mereka dengan percaya diri.


Mereka terdiri dari lima orang. Sebagian dari mereka mengenakan baju olahraga. Mereka sudah ada disana sejak 15 menit yang lalu. Padahal, saat ini masih tergolong pagi.


“Permisi.. Biarkan saja. Aku akan menghampiri mereka. Semoga itu bisa membuat mereka kembali ke sekolah.”, ucap Daehyun tersenyum.


Dia baru saja mengetahui kehadiran mereka berkat seorang staf yang mengomel karena ada sekelompok siswa SMA yang heboh di depan gerbang. Mereka sudah susah payah mendapatkan izin untuk syuting di sekolah ini karena sekolah ini adalah satu - satunya sekolah dengan fasilitas olahraga luar biasa.


Berhubung adegan pertama adalah adegan Daehyun saat bermain basket dan berlari di lapangan, maka dari itu mereka menggunakan fasilitas dari sekolah ini. Selain itu, karena ini adalah sekolah mahal, jarang sekali terlihat ada anak - anak SMA yang akan menyia - nyiakan waktu belajar mereka untuk melihat adegan syuting.


Maka dari itu, staf agak terkejut saat melihat ada sekelompok anak SMA yang muncul di depan gerbang di luar ekspektasi mereka.

__ADS_1


“Ya.. kalian tidak sekolah?”, tanya Daehyun berteriak dari kejauhan.


Pria itu nampak berjalan ke arah pintu gerbang.


“Huwaaaa…. Daehyun-oppaaaaaaaa.”, semua yang menyadari kehadiran Daehyun yang tengah berjalan mendekat langsung bersorak heboh.


Daehyun hanya bisa tersenyum melihat anak - anak SMA itu. Meski baru saja debut menjadi selebriti, namun Daehyun sudah terbiasa dengan sorak - sorai seperti ini. Sebelum menjadi idola di masyarakat, Triple Kill sudah lebih dulu menjadi idola di sekolah mereka.


“Apa yang kalian mau? Datang ke sini pagi - pagi tidak akan membuat masa depan kalian cerah. Bagaimana kalau aku dan Triple Kill menjadi sangat terkenal. Lalu, tiket kami mahal? Cepat sana kembali ke sekolah dan belajar agar menjadi orang yang sukses.”, kata Daehyun memarahi fans belia nya.


“Ahjussi…..”, goda mereka pada Daehyun yang mengomel layaknya pria tua.


“Aku akan berfoto dengan kalian. Tapi setelah itu, aku mohon kalian kembali ke sekolah.”, ucap Daehyun dengan senyuman.


“Neeeeee…..”, semua bersorak kompak.


Daehyun mengambil salah satu ponsel yang disodorkan oleh siswa SMA itu dan bersiap untuk mengambil selca. Dia sengaja memberikan sedikit jarak aman agar situasi tetap kondusif. Tak tanggung - tanggung, Daehyun mengambil 5 buah selca sebelum menyerahkan kembali ponsel itu pada siswa SMA tadi.


“Oppa… benarkah pemeran utama wanitanya adalah Hyunjoo-unni?”, tanya salah satu dari siswa SMA tadi.


Ternyata dia sudah melihat beberapa berita yang sudah lebih dulu tersebar di media - media dadakan baik SNS maupun YouTube.


“Hn. Ini drama pertamaku. Jangan lupa terus memberikan dukungan kalian sambil belajar keras. Kalau kalian jadi orang sukses, kalian bisa dengan mudah bertemu denganku. Mengerti?”, kata Daehyun memberikan semangat.


“Neeee.”, mereka kemudian bersiap - siap untuk pergi dari gerbang itu.


“Oppaaa…. Hwaiting!!”, kata mereka dengan kompak sebelum akhirnya benar - benar meninggalkan gerbang tersebut.


Daehyun hanya bisa tersenyum dan kemudian kembali ke lokasi syuting dengan wajah datarnya. Ya, tampilan Daehyun di sekitar orang terdekat dan masyarakat serta fansnya sangat jauh berbeda.

__ADS_1


Orang terdekat Daehyun pasti sudah memahami kalau Daehyun merupakan seorang Introvert. Tetapi, di luar terutama dengan fans, Daehyun mencitrakan dirinya sebagai orang yang Extrovert.


*************


“Eeeeh?”, Daeun terkejut bukan main.


Hari ini, setelah dua hari dia berhasil tidur pulas istirahat, Bokman Ahjussi memanggilnya. Daeun sudah sangat khawatir kalau - kalau Bokman tahu beberapa hari yang lalu dia membiarkan Daehyun keluyuran untuk bermain di PC Bang sampai malam.


Tapi, yang dia dengar sekarang jauh lebih mengejutkan lagi. Untuk sementara waktu, Bokman Ahjussi menugaskan Daeun untuk menjadi Manager Daehyun. Ya, hanya selama aktivitas individu Daehyun dan member Triple Kill lainnya selesai.


Sesuai dugaan, Seongmin-oppa benar - benar mengundurkan diri dari posisinya sebagai Manager Triple Kill. Daeun tidak mengetahui apa masalahnya. Setahunya hubungan Seonmin dengan para member Triple Kill sangat baik.


“Hanya sampai aktivitas solo mereka masing - masing selesai. Tiga bulan. Kami berharap bisa mendapatkan manager baru dalam tiga bulan.”, ucap Bokman Ahjussi.


‘Kenapa aku?’, tanya Daeun bingung.


Ada banyak manager - manager lain yang lebih berpengalaman, tapi kenapa dia yang dipilih untuk memanajeri Daehyun.


“Kau pasti bertanya kenapa dirimu yang dipilih?”, ucap Bokman Ahjussi seperti peramal.


“Eh? Kenapa Ahjussi bisa tahu?”, tanya Daeun bingung.


“Ekspresimu menunjukkannya. Untuk itu, kau tanyakan saja pada Daehyun. Bukan aku yang memilihmu. Ohiya, sebelum itu, kau tetap akan mencari tahu tentang Pisbol. Apakah dia benar - benar terlibat dalam judi online atau tidak.”, kata Bokman Ahjussi kembali menegaskan.


Daeun menunjukkan ekspresi yang serius.


“Kenapa? Jika ada yang sudah kau temukan, sebaiknya ceritakan padaku.”, ucap Bokman Ahjussi langsung menangkap perubahan wajah Daeun.


‘Hm… bagaimana ini. Aku belum memiliki informasi yang lengkap.’, Daeun masih terlihat ragu.

__ADS_1


“Katakan saja. Aku yang memutuskan.”, ucap Bokman.


“Itu.. sebaiknya kau melihat apa yang aku temukan beberapa hari ini.”, kata Daeun mengambil dan membuka laptopnya.


__ADS_2