Perjalanan Cinta Seorang Idol

Perjalanan Cinta Seorang Idol
Episode 20


__ADS_3

“여보세요 (Yeoboseyo)?”, Daehyun mengernyitkan dahinya karena baru saja mengangkat telepon dari nomor ponsel yang tidak dikenalnya.


“Oh, 안녕 하세요 (Annyeong Haseyo), Daehyun-shi. 저는 이다은입니다 (jeoneun Lee Daeun-imnida).”, balas Daeun dari seberang telepon.


Ternyata yang menghubungi Daehyun adalah Daeun, anggota Idol Secret Agent yang baru saja dibentuk itu.


“Oh? Ada apa kau menghubungiku?”, tanya Daehyun akhirnya sedikit tenang karena dia mengira yang menghubunginya adalah media.


“Aku sudah stalking semua akun sosial mediamu dan ada beberapa poin yang sebaiknya kau hapus. Aku sudah mendiskusikannya dengan Bok-man Ahjussi dan juga Seongnam oppa.”, Daeun menjelaskan maksudnya.


“Oh, kau kirimkan saja padaku, nanti akan aku hapus.”, ujar Daehyun dengan nada datar.


Pertama, karena dia belum mengenal Lee Daeun. Kedua, dia sebenarnya tidak menyukai sistem ini. Ketiga, sifat asli Daehyun memang begitu. Dia tidak akan akrab dengan orang yang baru dikenalnya.


“Oh.. maafkan aku, tapi Bokman Ahjussi bilang aku harus memastikannya denganmu secara langsung. Dan ini bukan tentang satu atau dua saja, tetapi ada banyak yang sebaiknya kau hapus sebelum mendapatkan skandal dikemudian hari.”, ujar Daeun menjelaskan.


“Lalu, kau mau aku bagaimana?”, tanya Daehyun meletakkan ponselnya dan mengaktifkan mode speaker.


Dia sedang menyiapkan sarapan paginya. Sebuah sereal dan kopi yang dihasilkan dari mesin kopi.


“Bisakah kita bertemu. Aku membutuhkan waktumu sekitar 1 - 2 jam. Aku sudah bertanya pada Seongmin oppa, dan katanya hari ini kau tidak ada jadwal apapun karena semua jadwal mu hari ini sudah diundur menjadi minggu depan.”, lanjut Daeun lagi.


“Ya sudah. Terserah kau saja.”, jawab Daehyun lagi.


“Baiklah. Apa aku bisa menunggumu di kantor? Aku akan disini seharian. Kau bisa datang jam berapa saja.”, ujar Daeun.


“No. Aku sedang tidak ingin kemana - mana. Apalagi ke kantor. Kalau kau ingin bertemu. Kau datang saja ke apartemenku.”, balas Daehyun.


“Eh?”


“Bokman Ahjussi pasti sudah memberitahukan alamat apartemenku padamu. Jadi, kalau kau ingin bertemu, kau kesini saja.”, ujar Daehyun.


“Eh? Tapi, aku… kalau aku boleh tahu, di apartemenmu ada siapa saja?”, tanya Daeun ragu.


“Hanya aku sendiri. Kenapa? Hah.. kau takut aku melakukan sesuatu padamu. Ha-ha-ha tidak mungkin, kau sama sekali bukan tipeku. Lagipula, kalau kau butuh, kau saja yang kesini.”, Daehyun malas berlama - lama. Dia lantas langsung menutup ponselnya.


“Menghapus postingan lama? Dia kita itu urusan gampang. Memangnya aku masih ingat passwordku. Hah.. memangnya apa yang sudah aku tulis? Paling hanya kalimat jaman masih SMA. Kalau dia butuh, dia saja yang kesini.”, ujar Daehyun dengan santai meletakkan kopi dan sereal di meja samping meja gamingnya.


Di hari libur, sebagai seorang introvert sejati, Daehyun senang menghabiskan waktunya untuk bermain game.


*********

__ADS_1


Ting Tong Ting Tong


“Aahhh…..”, Daehyun terbangun berkat suara bel pintu apartemennya yang dibunyikan seseorang.


“Siapa sih yang datang? Kenapa semua orang tidak senang membiarkan aku sendirian. Aku mengantuk sekali. Daehyun berdiri dan berjalan menuju pintu sambil mengusap - usap matanya yang masih mengantuk.


Rambut Daehyun beberapa sudah kacau bahkan ada yang berdiri ke atas. Dia melihat dari layar di pintu apartemennya.


“Oh? Wanita itu benar - benar datang kemari? Tadi dia menanyakan aku tinggal dengan siapa. Ternyata dia berani juga datang kesini sendirian.”, ujar Daehyun menekan tombol untuk membuka pintu.


“안녕 하세요 (Annyeong Haseyo), Daehyun-nim!”, sapa Daeun dengan ceria.


“Hyung,  안녕 (Annyeong), tiba - tiba dua orang lagi muncul dari balik pintu yang ternyata adalah Jiwon dan Jisu.


“Argh… mengapa kalian ikut datang kesini?”, tanya Daehyun kesal.


Keduanya malah tersenyum cerah dan melihat ke sekeliling.


“Wah, rumahmu rapi juga. Aku kira akan bau dan berantakan.”, ucap Jiwon antara memuji dan mencela.


“Kau kita aku apa? Ya.. Lee Daeun, aku kira kau berani datang kesini sendiri, ternyata kau membawa mereka. Sudah seberapa akrab kalian bertiga?”, tanya Daehyun heran karena Daeun berhasil membawa keduanya datang kesini bersama mereka.


“Jisu dan Jiwon Oppa bersedia untuk datang ke kantor. Sementara kau tidak. Jadi, begitu kau menolak, aku ajak saja mereka untuk datang. Kau pasti tidak tahu betapa berbahayanya postingan - postingan lama mu itu.”, kata Daeun.


“20 tahun”, jawab Daeun ragu - ragu.


“Kenapa kau berbicara seperti itu padaku?”, kata Daehyun protes.


“Seharusnya kau berbicara yang sopan. Kau masih muda dariku.”, lanjut Daehyun,


“Ah.. aku minta maaf. Aku belum terlalu mengerti dengan tingkatan umur dan bagaimana cara berbicara yang benar pada senior. Maafkan aku.”, Daeun langsung membungkuk meminta maaf.


Dia lumayan terkejut saat Daehyun marah.


Namun, sekarang Daehyun malah terlihat tidak enak telah memarahi gadis muda ini.


“Hyung, kau tega sekali. Dia itu masih muda dan sudah berada di negeri orang. Sebaiknya, kau tidak galak dan keras begitu padanya.”, Jisu membela Daeun.


“A-ah… ternyata kalian sudah se-akrab ini? Ya… ya.. Kalian mau minum apa?”, tanya Daehyun.


“Aku air putih saja.”, jawab Daeun.

__ADS_1


“Aku Cola.”


“Aku Coffee.”


“Ambil sendiri.”, ujar Daehyun setelahnya dan duduk di kursi serta mempersilahkan yang lain. Maksudnya Daeun, karena dua member termudanya itu sudah mengeksplor apartemen miliknya tanpa disuruh.


“Wah… ternyata apartemen yang kau sewa benar - benar sangat bagus. Kau menghabiskan semua uangmu untuk ini?”, tanya Jiwon.


“Terserah aku. Lebih baik begitu daripada menghabiskan uang untuk menyewa kamar hotel. Ya.. Jiwon-ah, sebaiknya kau juga menyewa apartemen sepertiku. Jauh lebih murah dari pada kau menyewa hotel terus menerus.”, ujar Daehyun.


“Di hotel ramai, aku suka.”, jawab Jiwon singkat.


“Ya.. Daeun, jadi apa yang kau mau kami untuk lakukan?”, tanya Daehyun sambil duduk baik seorang raja di kursinya.


Sedari tadi para member berbicara, Daeun sudah membuka laptopnya.


“Jisu oppa, kau sudah bisa mengingat password social mediamu yang lama?”, tanya Daeun.


Jisu menggeleng.


“Cobalah mengingatnya.”, ujar Daeun.


“Daehyun oppa? Apakah aku boleh memanggilmu seperti itu?”, tanya Daeun.


“Yaa.. terserah kau saja.”, kata Daehyun.


“Ini, kau membuka sosial media ini sekitar 5 tahun yang lalu saat kau masih duduk di bangku SMA. Disini kau menulis banyak sekali komentar tentang sekolah. Kau harus menghapusnya.”, ujar Daeun.


“Hm? Sepertinya itu hanya tulisan biasa. Tidak akan ada yang mempermasalahkannya.”, jawab Daehyun santai.


“Sekarang begitu, tapi tidak tahu setahun lagi, dua tahun lagi? Sebaiknya kau menghapusnya, atau kau juga bisa menghapus akunnya saja. Lagipula kau sudah memiliki akun official.”, ujar Daeun.


“Bokman Ahjussi sudah menyetujuinya?”, tanya Daehyun.


Daeun mengangguk.


“Baiklah. Aku akan menghapusnya.”


Begitulah sampai beberapa jam kemudian. Daehyun sibuk menghapus semua komentar atau akun atau postingan yang dia buat yang kemungkinan akan kontroversial di masa depan. Begitu juga dengan Jisu dan Jiwon meski keduanya tidak banyak bermain sosial media.


Meski begitu, Jisu dan Jiwon sulit mengingat password mereka. Bahkan meskipun menggunakan fitur forgot password, mereka juga sudah tidak terhubung dengan email yang digunakan.

__ADS_1


Sementar Daehyun, meski dia banyak menulis komentar aneh, dia masih ingat dan menyimpan detail akun tersebut sehingga dia tinggal delete account atau menghapus komentar tertentu jika dia masih menggunakan account tersebut.


__ADS_2