Perjalanan Cinta Seorang Idol

Perjalanan Cinta Seorang Idol
Episode 89


__ADS_3

Daehyun terkejut mendengar pintu mobil yang secara tiba - tiba ditutup keras. Ditambah lagi, Hyun Joo sudah berjalan keluar. Wajahnya bingung dan penuh tanya.


“Daeun-ah.. Aku akan menghubungimu kembali nanti. Kalau aku menemukannya, aku akan menghubungimu.”


Daehyun segera menutup ponselnya dan keluar dari mobil. Dia mencoba mendekati Hyun Joo dan bertanya ada apa dengannya. Daehyun sepertinya berhasil menghancurkan mood Hyun Joo saat itu juga tanpa dia sadari sama sekali.


Daehyun sampai harus mencoba berbicara dengannya sebanyak beberapa kali sampai dia mau memberikan respon pada Daehyun.


Sayangnya, respon tersebut justru membuat Daehyun terkejut lagi.


“Kenapa kau tidak memanggilku sama seperti kau memanggil Daeun.”


Daehyun sampai harus memastikan kembali kata - kata Hyun Joo.


‘Dia tidak mungkin membanting pintu dan keluar dari mobil di tempat seperti ini hanya untuk menanyakan hal tersebut, kan?’, ucap Daehyun bertanya - tanya dalam hati.


“Aku benar - benar tidak mengerti apa yang kau bicarakan. Apa hubungannya Daeun dengan pertanyaanmu? Namanya Daeun, tentu saja aku memanggilnya Daeun.”, kata Daehyun dengan polosnya.


“Hah… aku tidak tahu kau memang tidak mengerti atau berpura - pura tidak mengerti. Aku tahu, aku yang pertama kali menyukaimu. Aku tahu, seharusnya aku lebih jual mahal lagi sebelum akhirnya menyerah padamu. Tapi, kenapa aku mengakuinya lebih dulu adalah karena aku takut wanita lain akan masuk dalam hidupmu.”, ucap Hyun Joo menggunakan nada yang sedikit tinggi.


“Baiklah.. Maafkan aku. Bisa kita kembali berbicara di dalam mobil? Akan banyak orang yang mungkin akan memotret foto kita disini.”, kata Daehyun menawarkan.


Beberapa mobil berada jauh dari mereka. Sebagian ada yang memilih untuk duduk manis di dalam mobil sambil menonton, sementara sebagian lagi memilih untuk duduk di atas mobil. Daehyun takut mereka menyadari keberadaan mereka dan justru memancing keramaian. Mengingat, banyak orang yang mengenal Hyun Joo.


“Aku merasa sesak disana. Kau tidak peduli padaku sama sekali dan hanya berbicara pada Lee Daeun.”, tolak Hyun Joo memalingkan wajahnya.


“Kita pergi dari sini dan cari tempat yang leluasa untuk berbicara. Bukankah itu yang kau inginkan?”, kata Daehyun mencoba untuk membujuk Hyun Joo.


Jika hubungan mereka terungkap ke media, tidak hanya Hyun Joo yang lelah, Daehyun juga akan mendapatkan kerugian lantaran akan banyak fans Hyun Joo yang menyalahkannya. Secara, Daehyun belum seterkenal Hyun Joo.


***********


“Kau sudah lebih tenang sekarang?”, tanya Daehyun.

__ADS_1


Pria itu membawa Hyun Joo ke sebuah sekolah dimana tidak banyak orang yang akan mengetahui keberadaan mereka disana karena waktu sudah larut malam. Daehyun mendapatkan kunci menuju ke ruang basketnya dari sebuah kenalan.


Daehyun meminta Hyun Joo untuk duduk dan memperhatikan dirinya bermain basket. Daehyun melakukan beberapa dribble dan shot ke dalam ring. Hyun Joo memperhatikan kekasihnya itu dengan seksama.


Perlahan rasa marah Hyun Joo menghilang dan berganti dengan rasa kagum pada Daehyun. Seperti penilaiannya, Daehyun adalah tipikal pria yang dia impi - impikan. Cool, dewasa, random, free-spirit, jago olahraga, dan keren.


Setelah lelah dan mengucurkan banyak keringat, Daehyun kembali menghampiri Hyun Joo yang duduk di salah satu bangku penonton. Begitu Daehyun duduk, Hyun Joo langsung memberikan sebuah minuman kemasan dan handuk padanya.


“Kau tidak mau menyekanya untukku?”, tanya Daehyun dengan nada setengah merayu.


“Cih… seka saja sendiri.”, ucap Hyun Joo jutek tetapi sebenarnya dia senang dengan perkataan Daehyun barusan.


“Yakin?”, tanya Daehyun kembali sambil meneguk minumannya.


Hyun Joo tak menjawab tetapi tangannya segera mengambil handuk yang sebentar lagi akan diambil oleh Daehyun dan menyeka keringat pria itu perlahan.


“Kenapa kau bermain sampai berkeringat begini? Bukannya kau sudah lelah syuting seharian?”, tanya Hyun Joo di sela - sela aktivitasnya menyeka keringat Daehyun.


“Apa - apaan jawabanmu itu.”, kata Hyun Joo.


Daehyun menatap Hyun Joo perlahan dan segera mencium bibirnya singkat.


“Kenapa terkejut, bukankah ini yang kau mau?”, tanya Daehyun tersenyum jahil.


“Apa - apaan kau. Kenapa berkata seolah - olah aku ini wanita penggoda.”, ucap Hyun Joo dengan pipi yang sudah memerah.


“Daeun hanyalah managerku. Ya, terkadang dia bisa menjadi teman yang baik. Tetapi, tidak lebih dari itu. Maaf, jika cara berbicaraku dengan Daeun malah menyebabkan kau salah paham. Aku juga tidak bermaksud tidak mengacuhkanmu.”, terang Daehyun.


Permintaan maaf Daehyun dengan nada gentle di lapangan basket indoor membuat Hyun Joo merasa terbang ke awan. Apalagi Daehyun mengatakannya setelah menciumnya singkat. Hyun Joo bahkan sudah melupakan kenyataan bahwa Daehyun dan Daeun pernah menghabiskan waktu bersama sebelumnya.


************


Hyun Joo sedang berada di dalam mobil van miliknya menuju ke lokasi syuting bersama dengan manager dan juga supirnya. Sepanjang perjalanan, Hyun Joo hanya diam dan sesekali melihat ke arah cermin miliknya.

__ADS_1


Sesekali wanita itu tersenyum, menutup wajahnya, atau mengatakan bahwa ‘tidak mungkin’ seperti orang yang takjub pada apa yang baru saja dialaminya.


“Yaaaa…. Kau sudah gila?”, tanya Yura selaku manager Hyun Joo.


“Kenapa unni? Kau ingin aku gila?”, tanya Hyun Joo.


Bukan dengan nada marah, tetapi dengan nada tersenyum.


“Wuah… bulu romaku merinding mendengarkan jawabanmu. Kau kenapa? Apa Daehyun menciummu atau mengatakan kata - kata manis padamu sampai kau bersikap aneh seperti ini?”, ucap Yura seolah - oleh hal yang diucapkannya tadi masih sangat jauh dari kemungkinan untuk terjadi.


Meskipun dia mengetahui hubungan mereka bisa saja mengarah kesana nantinya, tetapi tidak akan terlalu cepat. Lagipula, menurut penilaiannya, Daehyun adalah tipe pria yang cool dan keren. Dia pasti tidak akan melakukan hal - hal seperti itu. Apalagi, mereka dalam tahap pacaran diam - diam.


Pria itu juga sudah pasti mengetahui apa konsekuensinya melakukan tindakan tersebut pada karirnya.


“Oh? Unni.. kau peramal? Kenapa kau bisa mengetahuinya?”, tanya Hyun Joo dengan ekspresi yang dibuat seolah - olah terkejut.


“Ehhh? Kau benar - benar? Apa? Kang Daehyun menciummu?”, tanya Yura dengan ekspresi yang sangat terkejut.


Hyun Joo mengangguk - angguk senang.


“Heh.. sekarang kau tersenyum? Wuahhhhh kau sudah benar - benar gila. Dimana? Apa kalian tidak difoto oleh seseorang? Kau tahu, jika ada yang menangkap gambar kalian, maka tamatlah sudah. Tamatlah…kau tahu-kan, apartemenku belum lunas. Kenapa kau harus melakukan ini padaku, Jang Hyun Jooooooo!”, Yura berteriak dan meliuk - liuk karena stress menghadapi Hyun Joo yang semakin lama semakin tidak bisa diatur.


Mobil mereka mulai memasuki kawasan lokasi syuting untuk hari ini hingga sepekan kedepan. Mereka harus menjalani syuting di sebuah hutan taman nasional karena dalam drama, para karakter diceritakan akan melakukan darmawisata.


“Unni… kita syuting di hutan?”, tanya Hyun Joo saat menyadari mereka sedang berada dimana sekarang.


Hampir setengah perjalanan, yang dia lakukan hanya tidur, atau tersenyum sambil melihat cermin. Sehingga, dia tidak mengetahui sedang dimana dia sekarang.


“Hn.. tenang saja, ini adalah hutan nasional dimana sudah termasuk kawasan yang dilindungi. “, ujar Yura menenangkan.


“Oh? Unni? Kau mengatakan lokasi syutingku pada pria itu?”, tanya Hyun Joo yang baru saja menangkap siluet orang yang paling tidak ingin ditemuinya.


Terlepas dia sudah rela bertahan untuk melakukan pemotretan dengan pria tersebut.

__ADS_1


__ADS_2