
‘Oh? Dia langsung menutup pintunya? Bahkan tidak memberikan tawaran masuk?”, Hyun Joo benar - benar kaget saat pintu tiba - tiba tertutup begitu saja.
Sang pemilik unit apartemen juga menghilang. Ternyata itu tidak berlangsung lama. Sekitar 3 menit, pintu kembali terbuka dan lagi - lagi hal itu membuat Hyun Joo terkejut.
“Kau sudah menemukan nomor manajer mu?”, tanya Daehyun.
“Mm.”, jawab Hyun Joo mengangguk iya.
Selain menyimpannya di ponsel, Hyun Joo juga menyimpan nomor ponsel managernya di beberapa tempat di dalam tasnya. Bahkan dia juga menuliskannya di sebuah kertas kecil lalu memasukkannya dalam sebuah liontin.
Cara ini dia lakukan untuk menghindari hal - hal seperti ini terjadi. Sekarang dia beruntung karena situasi tidak begitu berbahaya.
Bagaimana kalau ternyata dia tersesat di pegunungan, pedesaan, atau tempat lainnya. Dia akan kesulitan menghubungi managernya. Hyun Joo juga tidak memiliki ingatan yang bagus, sehingga dia tidak bisa mengingat terlalu banyak nomor. Mengingat nomornya sendiri saja sudah membuatnya kesulitan.
Belum lagi dia harus mengingat password apartemen, pin ATM, mobile, dan aplikasi - aplikasi yang digunakan di dalam ponselnya. Terlalu banyak yang harus diingat.
“Hm.. aku sudah menghubunginya. Ini.”, kata Daehyun tidak mau berbasa - basi dan langsung saja memberikan ponselnya pada Hyun Joo agar gadis itu bisa langsung berbicara dengan managernya.
Manager itu juga tentu saja bingung kenapa ada nomor yang tidak dikenali menghubunginya.
“여보세요 (Yeoboseyoo), Manager-nim? Ini aku Hyun Joo. Jang Hyun Joo.”, kata Hyun Joo langsung berbicara pada manager-nya.
“Oh, Hyun Joo-ya, kenapa kau menghubungiku? Kau sudah sampai di apartemen barumu kan? Maaf aku tidak bisa membantu hari ini. Kau tidak perlu membereskannya, aku akan membereskannya besok. Aku sudah meminta mereka mengatur tempat tidurmu. Jadi, kau bisa istirahat. Besok pagi akan aku jemput. Kita ada perubahan jadwal syuting, jadi besok kau bisa bangun agak siang.”, Managernya terus saja mengoceh tanpa henti.
Hyun Joo bingung dimana dia harus menyela nya. Manager Hyun Joo adalah pria 10 tahun lebih tua darinya. Dia merupakan lulusan universitas ternama, namun entah mengapa dia malah bergabung dengan agensi dan menjadi manager aktris.
Kalau Hyun Joo bertanya, dia pasti akan mengatakan bahwa dia sudah terlalu pusing untuk belajar sehingga dia ingin rehat dan menenangkan pikirannya dengan menjadi manager.
__ADS_1
Menurutnya dengan menjadi manager aktris dia bisa dengan mudah untuk bertemu selebriti lainnya. Apalagi, Hyun Joo juga sekarang sedang naik daun. Makin besar lagi kesempatan managernya untuk bertemu dengan aktor dan aktris senior.
“Manager-nim. Sebentar - sebentar. Bisa kau berhenti dulu. Aku ada yang lebih penting dari semua informasi yang baru saja kau berikan.”, ucap Hyun Joo merasa tidak enak dengan Daehyun yang sedang menunggunya dengan sabar.
Pria itu juga sepertinya bilang dia sudah mau istirahat, jadi Hyun Joo harus mempercepat panggilan teleponnya.
“Aku lupa pass….”, Hyun Joo baru saja ingin masuk ke inti pembicaraannya namun managernya kembali berceloteh.
“Oh? Hyun Joo-ya? Kau membeli ponsel baru? Aku baru sadar nomor ini tidak terdaftar di ponselku. Oh? Kau sedang dimana sekarang. Jangan - jangan kau sedang di luar bersama teman - temanmu? Hyun Joo-ya, sudah kubilang jangan berkeliaran dulu, kau itu artis baru sedang menanjak, kalau ada skandal dari teman - temanmu. Kau juga akan kena. Hyun Joo-ya, sekarang kau ada dimana? Aku akan.”, Manager itu terus saja berceloteh tanpa menghiraukan Hyun Joo yang sedari tadi sudah berusaha untuk berbicara.
“Oppa! Dengarkan aku dulu!”, Hyun Joo berteriak, sampai - sampai Daehyun terkejut mendengarnya.
Dia bahkan langsung memundurkan tubuhnya karena kaget.
“Manager-nim, aku tidak sedang di luar rumah, aku tidak sedang jalan dengan teman - temanku. Aku sudah berada di apartemen dan aku melupakan passwordnya. Ponselku mati dan aku tidak bisa masuk. Bisakah kau memberitahuku apa passwordnya. Lagipula, sudah kubilang jangan memberikan password yang sulit, aku jadi tidak ingat. Kau selalu saja melupakannya. Aku sudah bilang pilih yang mudah saja. Bla bla bla.”, Hyun Joo juga berceloteh lama.
Setelah 30 menit mereka berbicara di telepon, akhirnya Hyun Joo berhasil mendapatkan password apartemennya.
“Daehyun-shi? Terima kasih sudah memberikan pinjaman ponsel padaku. Kalau tidak, aku tidak tahu apa yang…”, Hyun Joo baru saja mulai membuat sekian paragraf lagi sebelum Daehyun menghentikannya.
“Hyun Joo-shi? Lebih baik kau membuka pintu apartemen, sebelum kau melupakan lagi passwordnya dan kembali menghubungi manajer mu dan kembali menghabiskan 1 jam waktuku. Bisa - bisa aku tidak tidur - tidur.”, kata Daehyun mengambil ponselnya dari tangan Hyun Joo dan memintanya segera masuk ke dalam.
“Ah, benar juga. Aku sering melupakan sesuatu. Untung saja kau mengingatkannya. Baiklah kalau begitu, 안녕히 주무세요 (Annyeonghi Jumuseyo) - selamat malam.”, jawab Hyun Joo segera undur diri. Dia berbalik dan memasukkan password.
Saat pintu apartemennya berhasil terbuka, Hyun Joo melihat ke belakang dan menemukan Daehyun sudah masuk ke dalam unitnya.
“Hm.. ternyata dia lumayan juga kalau dilihat dari dekat.”, kata Hyun Joo.
__ADS_1
Seperti yang Hyun Joo katakan, dia menyukai lagu Triple Kill setelah dia tanpa sengaja memutarnya di dalam mobil.
‘Dunia ini begitu kecil. Siapa yang menyangka dia malah menjadi tetanggaku.’, lanjut Hyun Joo segera berjalan melewati tumpukan barang yang masih berantakan di kamarnya.
Sementara itu di unit apartemen Daehyun.
“Ah… benar - benar wanita yang aneh. Ternyata setiap orang itu memiliki kelemahan. Lihat saja dia, cantik sekali tapi ternyata begitu. Hyunwoo? Tampan tetapi seperti robot. Aku? Hm.. apa ya kelemahanku?”, kata Daehyun malah memuji dirinya saat berdiri di depan cermin.
Akhirnya setelah drama dini hari, dia juga bisa beristirahat. Daehyun kembali meredupkan lampu kamarnya. Memasang penutup mata dan bersiap masuk ke alam mimpi.
5 jam kemudian.
“Pam parapam parapam parapam pam parapam parapam!.....”, Daehyun langsung berdiri 180 derajat dari tidurnya karena terkejut dengan alarmnya yang berbunyi.
“Oh? Sudah jam 7? Kenapa cepat sekali? Sepertinya aku baru saja menutup mataku. Kenapa sudah jam segini.”, Daehyun langsung mengusap - usap matanya dan melihat layar ponsel tidak percaya.
Dia seperti hanya tidur selama 5 menit dan pagi sudah datang. Dia kesulitan untuk membiarkan matanya tetap terbuka.
~What’s up, man..! 전화가 왔다 (Jeonhwa- ga wassda) - ada telepon masuk… segera diangkat!!!!!~
Nada dering ponsel Daehyun tiba - tiba berbunyi. Dia sudah bisa menebak siapa yang meneleponnya.
“여보세요 (Yeoboseyoo) - Halo, ya.. Aku mengerti. Aku akan akan berangkat sekarang.”, kata Daehyun.
Dia sudah bisa mendengar betapa mengamuknya manager Daehyun karena jam sudah menunjukkan pukul 7 pagi tetapi dia juga belum ada di salon. Sebelum manggung di sebuah festival, mereka harus menjalani beberapa pemotretan dan interview singkat sebuah majalah.
Hari ini akan menjadi hari yang sibuk bagi Daehyun.
__ADS_1