Perjalanan Cinta Seorang Idol

Perjalanan Cinta Seorang Idol
Episode 19


__ADS_3

“Okay, 1, 2, Okay, Good! One, Two, 좋아서 (joh-aseo), 잘한다 (jalhanda), Wah… kalian sangat serasi. Luar biasa. Aku kira pemotretan kali ini tidak akan berhasil. Aku menangis semalaman karena tiba - tiba Idol yang aku pilih bermasalah. Okay, lanjut ke outfit berikutnya.”, ujar Designer pria yang rupanya baru hadir sekitar 10 menitan sebelum pemotretan dimulai.


Pria itu adalah salah seorang desainer ternama. Kali ini sebuah brand outfit camping menggandeng designer tersebut untuk menghasilkan sederetan outfit camping menjadi lebih stylish.


Tidak lagi kaku dan terlalu monoton tetapi menjadi outfit yang juga diminati oleh para kalangan yang tidak menyukai camping. Begitulah kira - kira konsep promosinya.


“Ini sebuah kebetulan. Aku tidak menyangka kalau kau juga terlibat dalam pemotretan ini.”, ujar Daehyun sembari berjalan berdampingan menuju tempat berganti pakaian.


Hyunjoo tertawa sambil meminum Ice Americano di dalam tumblr yang ia bawa.


“Bukankah kemarin aku sudah mengatakan padamu ‘sampai bertemu besok’, aku kira kau sudah mengetahuinya.”, ujar Hyunjoo.


“A-ah, ternyata itu maksudmu. Aku bingung mengapa kau mengatakan sampai bertemu besok, padahal kita jarang - jarang bertemu meski apartemen kita berseberangan.”, balas Daehyun.


“Ah.. kau benar - benar tidak mengetahuinya?”, tanya Hyunjoo tidak percaya.


Mereka bergerak masuk ke dalam tenda untuk mengambil outfit masing - masing sebelum masuk ke sebuah kamar ganti dadakan yang dibuat masing - masing untuk mereka berdua.


“Hm.. manager ku tiba - tiba membangunkanku. Aku kira ada apa. Ternyata untuk jadwal pemotretan hari ini. Ah.. Seongmin-hyung, memikirkannya saja membuatku kesal. Kau tahu, aku main game semalaman karena aku kira hari ini aku bisa istirahat dengan bebas. Aku baru tidur jam 4 pagi.”, Daehyun terlihat bersemangat mengobrol dengan Hyunjoo.


“Oh benarkah? Kau tidak mengantuk?”, tanya Hyunjoo.


“Sedikit, mungkin setelah pemotretan ini aku akan tidur. Kau tidak syuting? Bukankah kau sedang membintangi drama yang sedang hits itu?”, tanya Daehyun.


Entah mengapa, dia sangat nyaman mengobrol dengan Hyunjoo. Sedari tadi, mungkin pembicaraan mereka tidak terputus kecuali karena mereka harus masuk ke kamar ganti masing - masing.


Setelahnya, mereka melanjutkan kembali obrolan mereka.


Daehyun juga tampak terbuka membicarakan kesehariannya. Sesuatu yang mengarah pada hal - hal privasi.


“Oh.. kau mengetahuinya? Apa kau juga menontonnya?”, tanya Hyunjoo juga ikut antusias.


“Hm.. para memberku menceritakan tentangmu. Maksudku bukan sesuatu yang tidak - tidak, tetapi tentang bagaimana mereka melihatmu dimana - mana karena dramamu. Kau aktris yang luar biasa.”, ujar Daehyun.

__ADS_1


“Oh.. aku merinding mendengarnya. Apa kau terbiasa mengatakannya secara blak - blakan begitu?”, ujar Hyunjoo menunjukkan ekspresinya menggunakan bahunya.


“Ha-ha-ha.”, Daehyun tertawa sebagai respon dari perkataan Hyunjoo barusan.


“Kalian sudah saling kenal? Akrab sekali kelihatannya.”, ujar salah seorang stylist yang saat ini sedang mengatur baju yang dikenakan oleh Daehyun setelah make-up nya selesai.


“Ah.. baru saja akrab. Ohiya, umurmu berapa? Kau selalu saja memanggilku dengan Daehyun-shi Daehyun-shi.”, ujar Daehyun.


“Um.. aku 23 tahun. Kau sendiri?”, tanya Hyunjoo setelah selesai dengan gaya rambutnya untuk outfit kedua. Sekarang make-up artis hanya perlu merapikan sedikit riasan wajahnya.


“Oh.. berarti 1 tahun di bawahku.”, ujar Daehyun senang karena dia yang lebih tua.


“Oh? Berarti haruskah aku memanggilmu dengan Daehyun-oppa?”, tanya Hyunjoo berusaha agar lebih akrab.


“E-eh? Hum.. Okay! Terdengar lebih baik dibandingkan kau harus memanggilku dengan Daehyun-shi.”, balas Daehyun setuju.


“Okay… sudah siap semuanya? Kita mulai set pemotretan untuk outfit selanjutnya.”, ujar penanggung jawab pemotretan hari itu.


“Okay sudah siap.”, para stylist yang bertanggung jawab untuk kedua artis sama - sama mengkonfirmasi bahwa penampilan mereka sudah oke.


Bebunyian shutter tak berhenti bergema beberapa kali mengiringi sesi pemotretan terakhir mereka. Total outfit yang mereka kenakan ada sekitar 8 jenis perpaduan. Namun, hanya 5 yang terbaik yang akan dipilih oleh desainer untuk diedarkan di toko - toko.


“Waa… Kang Daehyun, kau akan segera terkenal kalau begini. Bagaimana kesempatan bisa langsung berpihak padamu disaat - saat terakhir. Sekarang wajahmu akan terpampang di seluruh toko brand ini bersama dengan aktris yang sedang naik daun.”, ujar Seongmin sangat optimis.


Selain karena dia harus memperbaiki mood artisnya, dia memang harus mengatakan satu hal yang membuat Daehyun akan membalikkan mobil ini karena emosi.


“He-he-he setelah kau lupa mengatakan padaku bahwa aku punya jadwal hari ini, sekarang kau mau memperbaiki mood ku supaya aku tidak emosi. Kau tahu, kau lihat ini? Mataku sudah merah begini karena menahan kantuk sedari tadi.”, ujar Daehyun yang baterainya memang sudah sekarat.


Dia sangat lelah, sangat capek, dan benar - benar ingin tidur sekarang.


“Dengan kondisi begini, di jalanpun aku bisa tidur. Jadi, sepanjang perjalanan ke apartemen, jangan ajak aku berbicara. Aku mau tidur.”, ujar Daehyun yang sudah memperbaiki posisi duduknya agar ideal untuk tidur.


Daehyun sengaja meminta managernya untuk mengantarnya pulang. Dengan kondisi begini, Daehyun yakin dia hanya akan membuat skandal karena dia benar - benar mengantuk dan tidak bisa menyetir.

__ADS_1


“Ya, ya, ya.. Dengarkan aku dulu. Ada satu hal lagi yang harus aku bicarakan padamu.”, ujar Seongmin.


“Apa lagi yang mau kau bicarakan?”, tanya Daehyun emosi.


“Hm.. Ada tawaran akting yang masuk dan memintamu untuk menjadi pemeran utama.”, ujar Seongmin seperti melemparkan bom pada Daehyun.


“E-eh?”, Daehyun memberikan respon terkejut.


“Kenapa? Kau terkejut kan? Kau tidak menyangka, kan? Kau senang kan? Hah.. sudah kuduga.”, kata Seongmin positive thinking.


“Ya… Seongmin-hyung. Aku sudah bilang aku tidak ingin terjun ke dunia akting. Aku hanya ingin bermain musik saja.”, ujar Daehyun protes.


“Kau ini, kau tidak tahu betapa bagusnya bayaran seorang aktor? Kau akan tetap bisa bermusik, ditambah dengan akting. Hanya sebenar 16 episode saja. Berlansung selama pertengahan tahun ini.”, kata Seongmin menganggap enteng.


“Wah… hyung satu ini, benar - benar membuat orang emosi. Pertengahan tahun ini tinggal satu bulan lagi. Kau ingin aku mengeluarkan album sekaligus akting. Kau gila?”, teriak Daehyun.


“Member yang lain juga akan memiliki program mereka sendiri, kok. Ya.. dengarkan aku, di dunia seperti ini, kita tidak bisa mengandalkan off-air saja. Meski kau lumayan terkenal sekarang, tapi tidak tahu nanti. Kau tetap harus menjaga eksistensimu dengan masuk ke dunia televisi. Drama, reality show, survival, Pilsung Daepyo sudah menyiapkan roadmap untuk aktivitas pertengahan tahun ini untuk kalian.”, ujar Seongmin.


“Hah.. terserah kalian saja. Yang jelas AKU MAU TIDUR.”, ujar Daehyun sudah menyerah.


Tok tok tok tok


Sebelum mobil berangkat, kaca mobil Daehyun tampak diketuk oleh seseorang.


“Oh? Hyunjoo-ah”, sapa Daehyun kaget melihat ternyata yang mengetuk pintu mobilnya adalah Hyunjoo.


“Aku hanya ingin memberikan ini.”, jawab Hyunjoo memberikan secarik amplop pada Daehyun.


“Hm? Apa ini?”, tanya Daehyun bingung.


“Undangan. Tiga bulan yang lalu aku selesai syuting sebuah film. Meski peranku kecil, tetapi ini pertama kalinya aku masuk ke industri layar lebar. Aku mengundangmu untuk datang di premiernya. Semoga kau bersedia.”, ucap Hyunjoo.


“Oh..”, Daehyun sedikit terkejut dengan undangan yang tiba - tiba ini.

__ADS_1


Dia tahu mereka bertetangga dan hari ini lumayan akrab. Tapi, dia tidak menyangka wanita itu akan mengundangnya untuk datang di acara premier filmnya. Bukankah undangan seperti ini hanya diberikan untuk orang yang benar - benar dekat.


‘Apakah kami sedekat itu?’, Daehyun bertanya - tanya dalam hati.


__ADS_2