Perjalanan Cinta Seorang Idol

Perjalanan Cinta Seorang Idol
Episode 91


__ADS_3

Suasana di lokasi syuting sedikit berbeda dibandingkan dengan hari - hari sebelumnya. Drama yang dibintangi oleh Jang Hyun Joo dan Kang Daehyun sudah memasuki masa pertengahan syuting.


Episode pertama akan segera dimulai pada minggu ini. Semua orang mulai tegang termasuk gamdong-nim. Ditambah lagi, banyak adegan yang harus mereka selesaikan. Jadwal padat dan fase pengambilan adegan masuk pada adegan - adegan sulit yang menguras emosi dan tenaga.


Kang Daehyun yang berperan sebagai Lee Dohyun, siswa berprestasi di bidang olahraga namun rela mengubur mimpinya sudah memulai pendekatan yang cukup intens dengan Kang Hye Jin, karakter yang diperankan oleh Jang Hyun Joo.


Pengambilan adegan kali ini, karakter Dohyun nampak sedang disapu hujan buatan yang diciptakan oleh para kru. Hyunju terlihat berlari dari arah berlawanan dan mengejar Dohyun lalu memeluknya dari belakang.


Karakter Dohyun tidak terkejut dan lantas melepaskan tangan Hyejin. Kemudian beberapa kalimat marah dilemparkan oleh Dohyun.


“Cut.”, ucap Gamdong-nim saat Daehyun berhasil menyelesaikan line miliknya.


Para kru segera mendatangi kedua artis dan menyeka wajah mereka dengan handuk. Gamdong-nim segera memberikan isyarat agar kru segera mempersiapkan atribut berikutnya. Singkatnya, mereka menyelesaikan adegan itu dengan sukses meskipun terdapat beberapa NG yang lebih banyak dibandingkan sebelumnya.


Hal ini karena Hyunjoo kedinginan dan kerap melupakan bagiannya. Dia beberapa kali meminta maaf.


“Kau baik - baik saja?”, tanya Daehyun segera setelah mereka akhirnya bisa menyelesaikan proses syuting yang memakan waktu, tenaga, dan emosi itu.


Hyunjoo mengangguk sambil terus bergetar karena kedinginan. Beberapa kru sudah terlihat berlari memberikan mereka handuk.


“Tangani Hyunjoo dulu. Aku tidak apa - apa. Managerku bisa melakukannya. Bawa dia ke tempat yang hangat. Dia sangat kedinginan.”, ucap Daehyun segera setelah kru berbagi dan memberikan handuk padanya.


Dia berpikir, Hyunjoo lebih memerlukannya dibandingkan dia. Daehyun sudah sering mandi hujan baik itu asli maupun buatan malam hati. Hal ini karena saat konser pun, tak sedikit penampilan seperti ini menjadi rutinitasnya. Jadi, tubuhnya sudah terbiasa.


Sementara Hyunjoo, belum terbiasa mengingat ini adalah pertama kali dia harus syuting basah - basah dengan air hujan buatan di malam hari. Ditambah, pekan ini cuaca akan memasuki musim dingin sehingga suhu jauh lebih rendah dibandingkan dengan biasanya.


“Daehyun-hyung, kau tidak apa - apa?”, tanya Daeun segera menghampiri Daehyun.


“Hn.. kau sudah membeli kopi yang aku minta?”, tanya-nya segera.


“Hn.. aku sudah menaruhnya di mobil.”, jawab Daeun.


“Baiklah, aku akan ganti baju sebentar. Setelah aku beri kode, kau baru boleh masuk.”, ucap Daehyun segera memasuki mobil van miliknya.


Tok tok..

__ADS_1


Tak lama, Daehyun mengetuk kaca mobil yang berarti dia sudah selesai mengganti pakaiannya dengan pakaian yang kering.


“Pakaian yang basah itu, harus aku apakan?”, ternyata pria itu belum membuka pintu mobil. Dia hanya menggeser kaca dan bertanya dari sana.


“Kau lihat kantong plastik yang terselip di belakang kursi itu? Ambil satu dan masukkan semua bajumu kesana. Besok aku akan mengirimnya ke laundry.”, balas Daeun.


“Baiklah. Kau boleh masuk.”, kata Daehyun setelahnya.


“Aku mau main bersama manager yang lain saja. Kau istirahatlah. Tidak ada syuting sampai tiga jam berikutnya, kan?”, tanya Daeun memastikan.


“Enak saja. Mau kemana kau? Kau mau meninggalkan aku sendirian disini tanpa pengawasan? No.. no…no.. Itu tidak akan mungkin terjadi. Kau harus disini, menemaniku.”, kata Daehyun.


“Kau tidak benar - benar serius mengatakannya, kan?”, tanya Daeun mengernyit.


Sementara Daehyun sudah menarik tangannya.


“Aku tidak pernah se-serius ini. Barusan aku mendengar para manager bercerita tentang pengalaman horror di lokasi syuting. Aku tidak mau kau meninggalkanku di van sendirian.”, ucap Daehyun membuat Daeun tidak percaya.


“Bukannya kau vokalis band yang paling keren, cool, dan gentleman. Kenapa kau malah takut dengan cerita horor?”, ucap Daeun.


“Kau manager kan? Tugas manager apa? Membersamai artisnya. Kau belum cukup membayar hutang budimu padaku yang sudah rela menyelamatkanmu.”, ucap Daehyun.


“Kenapa kau tidak meminta Hyunjoo untuk menemanimu. Bukankah dia kekasihmu.”, ujar Daeun.


Daehyun langsung menariknya ke dalam mobil.


“Yaaaa… apa - apaan kau menarikku begitu saja.”, ucap Daeun terkejut.


Saat ini dia sudah berada dekat sekali dengan Daehyun. Saat dia tertarik ke dalam mobil, tombol pintu van tanpa sengaja tertekan dan menutup otomatis.


Daehyun dan Daeun sedikit membeku sebentar sebelum akhirnya Daehyun mencairkan suasana.


“Kau tidak bisa mengatakannya semudah itu. Bagaimana kalau ada yang mendengarnya? Kau tidak ingin menerima gaji lagi?”, ungkap Daehyun.


“Tidak ada yang bisa mendengar kita di parkiran.”, ucap Daeun dengan penuh percaya diri.

__ADS_1


“Kau tahu dinding pun bisa mendengar.”, ucap Daehyun berusaha untuk terlihat keren dengan mengeluarkan kata - kata peribahasa.


“Tidak ada dinding disini. Lagipula, peribahasa yang benar adalah ‘Dinding pun punya telinga.’, protes Daeun.


“Kau ada acara apa minggu ini.”, tanya Daehyun tiba - tiba mengubah topik pembicaraan.


“Bukan urusanmu. Intinya minggu ini aku dapat hadiah libur 2 hari karena kau juga libur syuting.”, kata Daeun.


Daehyun memandang Daeun tidak percaya pada jawabannya.


“Daehyun-oppa, kau punya kekasih, kenapa tidak berpacaran saja dengannya?”, kata Daeun.


Ada sedikit perasaan tidak enak baginya mengatakan kalimat itu. Tapi, Daeun terus - terus-an tanpa henti mengatakannya. Seolah dia ingin menyadarkan dirinya kalau Daehyun memang benar - benar sudah memiliki kekasih.


“Heha.. memangnya aku ingin mengajakmu melakukan apa? Kau terus saja menyinggung tentang Hyunjoo.”, kata Daehyun dengan nada datar.


Kring kring kring


Ponsel Daehyun tiba - tiba berbunyi. Pria itu mencari - cari dimana ponselnya. Ternyata dia tanpa sengaja menjatuhkannya di bawah kursi mobil. Daeun berusaha mengambil, dan begitu juga Daehyun. Alhasil kepala mereka tanpa sengaja terbentur.


“Awww.. Kenapa kau ikut melihat ke bawah.”, protes Daeun.


“Tentu saja, aku mencari ponselku. Lagipula, aku merasa mobil ini jadi semakin kecil saja. Kenapa kepala kita bisa terbentur dengan mudahnya. Kepalamu keras sekali.”, Daehyun terus saja mengomel.


‘Dia pikir kepalanya tidak keras. Aduh sakit sekali.’, keluh Daeun dalam hati sambil mengusap - usap kepalanya.


“Oh.. itu dia.. Wuah, kau awas dulu.”, ucap Daehyun.


“Sebentar.”, Daeun berpindah duduk ke depan agar Daehyun bisa dengan mudah mengambil ponselnya.


“Ah.. sulit.. Kau kan tangannya kecil. Pasti bisa memasuki kolong itu. Coba!”, perintah Daehyun.


‘Heh.. dia selalu saja, bisanya perintah - perintah saja. Lagipula, ponsel bisa jatuh ke bawah kursi begitu, memangnya dia tidak sadar?’, Daeun mengomel dalam hati.


“Aku tahu kau mengomel. Cepat kerjakan saja.”, ucap Daehyun.

__ADS_1


‘Dasar.. Sekarang dia bahkan membaca isi kepalaku.’, kata Daeun dalam hati sambil mencoba meluruskan tangannya ke bawah kursi dan mencoba mengambil ponsel itu.


__ADS_2