Perjalanan Cinta Seorang Idol

Perjalanan Cinta Seorang Idol
Episode 13


__ADS_3

“안녕 하세요 (Annyeong Haseyo), mohon bantuannya hari ini.”, ujar Daehyun begitu sampai di salon.


Hal pertama yang harus dia lakukan setiap kali sampai di salon, tempat syuting, atau tempat - tempat lainnya yang dipenuhi oleh staf yang bertugas adalah menyapa mereka dengan senyuman.


Manager mereka selalu menekankan kebiasaan ini pada semua member Triple Kill. Setelah apapun mereka, seburuk apapun mood mereka, seberat apapun masalah mereka, mereka HARUS WAJIB untuk menyapa semua staf yang bertugas.


Dengan kebiasaan ini, terbukti member Triple Kill menjadi member dengan perilaku terbaik versi para staf - staf panggung maupun stasiun televisi.


“Hyung, kenapa kau terlambat?”, sahut Kim Jisu yang sudah menyelesaikan tatanan rambutnya. Selanjutnya dia hanya perlu untuk make-up dan fitting baju.


Jadwal mereka pagi ini sebelum manggung adalah pemotretan sekaligus interview untuk sebuah majalah. Jadwal ini kemungkinan akan selesai siang hari. Kemudian mereka istirahat dan lanjut persiapan latihan di panggung untuk acara sore hingga malam hari di sebuah kampus ternama.


Tidak hanya Triple Kill yang akan mengisi acara tersebut tetapi juga beberapa musisi - musisi sekaligus sebuah idol band yang sedang tenar saat ini.


“Seseorang menggangguku tadi malam. Aku baru bisa tidur sekitar pukul 2 pagi? Kau bayangkan saja hanya berapa jam aku beristirahat.”, ujar Daehyun menidurkan tubuhnya sembari staf mencuci rambutnya. Meski begitu, dia tetap lanjut berbicara.


“Apa yang kau lakukan sampai jam 2? Bukankah sekitar jam 10 malam kau sudah keluar studio.”, ujar Kim Jisu bingung.


Staf beberapa kali menggeser kepalanya karena dia terus saja melihat ke arah Daehyun. Kim Jisu memang lebih anak - anak dibandingkan dengan maknae mereka Jiwon.


“Hah…”, Daehyun tidak menjawab dan malah menghela nafasnya karena dia mengantuk tapi tidak bisa tidur.


“Oke, mohon perhatiannya sebentar.”, ucap seseorang yang mereka kenal.


Dia adalah salah satu manager di agensi mereka. Dia tidak membawahi artis secara langsung tetapi sibuk untuk bagian promosi artis. Belakangan, CEO mereka mempromosikannya untuk menjadi kepala penanggung jawab brand. Intinya dia bertanggung jawab untuk memelihara image para artis.


Salah satu program kerjanya adalah membentuk tim bernama Idol Secret Agent yang kemarin sempat ramai dibicarakan oleh para member Triple Kill.


‘Mau apa lagi orang ini.’, kata Daehyun dalam hati.


Rambutnya sedang dicuci, sehingga matanya sedikit tertutup oleh handuk yang sengaja ditaruh oleh staf agar produk shampoo dan bahan lain yang digunakan tidak masuk ke matanya.


Pria yang baru datang tadi menepukkan kedua tangannya untuk menarik perhatian para member. Semua aktivitas berhenti sebentar, kecuali Daehyun yang memang sedang tanggung cuci rambut dan tidak bisa dihentikan.


“Manager-nim. Jam berapa aktivitas mereka selesai?”, tanya pria itu pada manager yang sudah berdiri tegap seperti orang yang sedang menunggu perintah.


“Malam sekitar pukul 10.”, jawab Manager tersebut.


“Okay, kalian semua. Temui aku di ruangan setelah aktivitas selesai.”, ujarnya kemudian pergi.

__ADS_1


“Huh… apa - apaan orang tua itu. Dia membuat orang memperhatikannya lalu pergi begitu saja tidak sampai 5 menit. Aneh sekali.”, komentar Daehyun.


Meski dia tidak melihat pria itu secara langsung, tetapi sudah bisa membuatnya emosi seperti ini.


“Hah.. paling dia hanya ingin menunjukkan posisi barunya. Dia kan sangat ingin dinotice. Atau mungkin dia punya pacar disini? Apa ada pacar nya disini?”, tanya Jiwon yang sedari tadi diam tiba - tiba aktif setelah proses make-upnya selesai.


“Hahahaha… benar juga.. Mungkin saja dia memiliki pacar disini.”, kata Jisu menanggapi.


“Sudah… sudah.. Berarti nanti kalian semua aku turunkan dulu di kantor.”, kata Manager mereka.


“Aku bawa mobil sendiri. Aku bisa ke kantor sendiri, tidak perlu menggunakan mobil kantor.”, kata Daehyun.


“Aku juga bawa.”, kata Jiwoo.


“Aku juga, hari ini bawa mobil. Jadi, aku bisa ke kantor sendiri. Jam 10, kan?”, kata Hyunwoo ikut memastikan.


“Aku juga.”, kali ini Jisu dan Jiwon menjawab serempak.


“Kau kelihatan sekali berbohong. Kan aku yang menjemput dan mengantar kalian hari ini.”, kata Manager langsung memarahi keduanya.


“Aku akan menyuruh orang untuk membawa mobil kalian ke kantor. Kalian kira, aku tidak tahu. Jika aku biarkan kalian naik mobil masing - masing. Aku yakin tidak akan ada yang muncul di kantor. Jisu dan Jiwon, kalian pasti berencana untuk naik taksi lagi dan kabur, kan. Seperti bulan lalu.”, Manager-nim adalah orang yang paling tahu dengan akal bulus para member Triple Kill.


“30 menit cukup. Make-up nya juga sekitar 30 menit. Fitting mungkin 20 menit karena outfit Daehyun hari ini lumayan simpel.”, jawab kepala staf yang lebih tahu mengenai perencanaan penampilan klien mereka hari ini.


“Oke. Berarti kita segera berangkat ke lokasi syuting 2 jam lagi. Untuk yang sudah selesai. Kalian bisa tidur, makan, atau lakukan yang kalian mau. Aku akan kembali 1 jam lagi.”, ucap Manager itu langsung keluar dari salon untuk melakukan beberapa panggilan telepon.


Dia harus menginformasikan kapan mereka akan tiba di lokasi syuting. Memastikan semua proses lancar. Memastikan jadwal latihan di venue festival, dan masih banyak lagi.


“Kira - kira apa yang pria tua itu akan sampaikan nanti malam?”, tanya Jiwon pada Jisu. Keduanya sudah selesai dengan penampilan mereka dan sedang menikmati waktu bebas.


“Entahlah. Hyungdeul… apa kalian tahu apa yang ingin pria tua itu sampaikan nanti malam?”, tanya Jisu dengan suara keras.


“Entahlah, aku hanya berharap itu adalah sesuatu yang penting.”, ucap Hyunwoo.


“Ha-ha.. Aku jadi ingat saat terakhir kali pria itu memanggil kita dan ternyata itu untuk urusan yang tidak penting. Hyunwoo langsung menggulingkan kursi dan pergi begitu saja.”, Jiwoo tertawa lebar mengingat peristiwa sebulan yang lalu.


Meski di hadapan penggemar mereka terlihat sangat cool dan sopan. Sebenarnya, para staf internal agensi banyak menghadapi masalah karena mereka susah diatur. Beruntungnya, mereka sangat talented, sehingga agensi juga tidak ingin melepaskan mereka.


“Apa mungkin tentang Idol Secret Agent itu?”, kali ini Hyunwoo ikut menyuarakan pemikirannya, bukan karena dia ingin mengalihkan pembicaraan tentang dirinya.

__ADS_1


“Hah.. aku masih tidak nyaman dengan pembentukan tim itu. Kekanakan sekali. Mereka memangnya sedang membentuk apa? Power rangers?”, kata Daehyun heran.


*********


“Okay.. kalian sudah siap bekerja?”, tanya seorang pria tegap di hadapan mereka.


Lee Da Eun sekarang sedang berdiri bersama dengan enam orang lainnya yang berhasil lolos tahap interview. Mereka sedang mendengarkan instruksi dari seorang pria tegap di depan mereka. Dia mengenakan pakaian merah dan dasi kuning. Benar - benar nyentrik dan tidak cocok.


“Kalian akan dibagi dalam 3 tim berbeda. Masing - masing kalian akan ada yang diberikan mobil jika tugas kalian adalah berada di lapangan. Untuk kamu Lee Da Eun, kamu akan bertugas mencari gosip atau berita apapun secara online.


“Dua diantara kalian akan masuk dalam tim yang bertugas di lapangan, kalian akan diberikan mobil kantor dan masing - masing kalian juga akan mendapatkan kamera serta kartu member club dan kartu kredit untuk pemakaian selama operasi.”


“Kalian berdua bertugas untuk membuat press release untuk setiap hal yang berhubungan dengan skandal yang harus dipublikasikan kepada para penggemar dan publik. Ingat, harus lebih cepat dari siapapun.”


“Ingat, sebelum menulis, lakukan verifikasi pada tim cyber dan tim lapangan serta artis terkait. Mengerti?”, pria tegap dengan dandanan nyentrik itu terus saja berkoar - koar tanpa henti.


“Maaf, kau memberikan banyak info dari tadi, tapi sebenarnya apa tugas kami?”, tanya Lee Da Eun yang mengambil inisiatif untuk bertanya lebih dulu.


Anggota tim yang lain sebenarnya juga sudah ingin bertanya dari tadi, tapi mereka tak punya keberanian untuk memulainya.


“Ah.. maaf.. Aku terbiasa untuk langsung masuk ke intinya.”, ucap pria itu menyadari kesalahannya.


‘Ini bukan intinya lagi. Bukankah dia langsung masuk ke bagian akhir. Aku sampai bingung dia mengatakan apa saja tadi.’, ujar Da Eun dalam hati.


“Kalian akan menjadi anggota tim Idol Secret Agent. Tugas kalian adalah membuntuti idol agensi ini dan mengetahui paling cepat, paling akurat, paling pertama, gosip, skandal, atau apapun itu yang membahayakan image para artis Xscape Entertainment dan membereskannya.”


“Kalian tahu hacker? Hacker terdiri dari dua. Black dan White. Black adalah penyerang dari luar. Wartawan, paparazzi, media gosip, atau apapun itu adalah black hacker. Kalian adalah white hacker, kalian membuntuti artis di dalam perusahaan kalian sendiri, sebelum skandal mereka tercium oleh media. Sekarang kalian mengerti? Aku yakin penjelasanku sudah sangat clear.”, ujar pria itu dengan nada lantang.


Keenam orang itu termasuk Lee Da Eun nampak mengangguk - angguk mengerti pada job desc pekerjaan mereka.


“Ah… makanya kami disebut secret agent? Apakah para idol itu mengetahui keberadaan kami?”, ujar salah satu dari mereka.


“Pertanyaan bagus. Kami juga sedang memikirkan pertanyaan itu belakangan ini bahkan sebelum berhasil membentuk tim ini. Cepat atau lambat, mereka pasti akan mengerti karena cepat atau lambat kalian akan berinteraksi dengan mereka di situasi tertentu. Nanti aku akan berikan updatenya, apakah kami akan memberitahukan mereka atau tidak.”, ucap pria besar itu.


Tok tok


Seorang wanita tinggi cantik masuk ke dalam ruangan dan memberikan beberapa buah dokumen pada pria besar tadi.


“Terima kasih.”, ucap pria itu sebelum wanita itu keluar dari sana.

__ADS_1


“Masing - masing kalian ambil dokumen ini. Hafalkan. Tidak boleh dicatat tetapi hafalkan. Waktu kalian hanya satu hari. Hafalkan ini sebelum sore menjelang. Besok kalian mulai pada misi pertama kalian.”, ujar pria itu menunjuk dokumen yang sudah di letakkan di meja.


__ADS_2