
“Lee Da Eun? Dia menjadi manager sementaramu?”, tanya Hyun Joo yang baru saja memasukkan satu sendok salad ke dalam mulutnya.
“Hn. Seongmin hyung tiba - tiba saja mengundurkan diri tanpa pemberitahuan. Pihak agensi juga kebingungan. Dibandingkan mencari orang baru, aku lebih nyaman jika Daeun yang sudah akrab menjadi manager sementara.”, kata Daehyun menjelaskan.
“Jadi, kau yang meminta Daeun untuk menjadi manager sementara mu?”, Hyun Joo memperjelas pertanyaannya.
“Ah.. setengah - setengah. Bokman hyung juga yang mengajukannya. Aku hanya menyetujuinya karena aku merasa nyaman dengannya.”, balas Daehyun.
“Hm.. Nyaman, ya.”, Hyun Joo bergumam sendiri sambil mengamati salad miliknya dan juga menatap Daehyun sesekali.
Tak lama kemudian sang sutradara memanggil mereka untuk syuting adegan selanjutnya. Instruksi yang diberikan juga cukup jelas.
“Sutradara sudah memanggil kita. Ayo..”, kata Daehyun bangun lebih dulu dari kursinya.
Ia kemudian meregangkan sedikit tubuhnya sambil mengedarkan pandangannya ke segala arah.
“Yaa… Daeun.”, teriak Daehyun dari tempatnya berdiri. Dia baru saja melihat Daeun di kerumunan orang - orang yang ada.
“Oh?”, dengan suara sekeras itu, tentu saja Daeun langsung bergeming.
Namun, dia melihat ada Hyun Joo di belakang Daeun. Entah kenapa, entah karena alasan apa, Daeun agak sedikit ragu untuk menghampiri.
“Yaaaa… Lee Daeun. Aku menunggumu. Kau tidak berlari? Aku sedang memanggilmu.”, kata Daehyun yang akhirnya malah lebih dulu menghampiri Daeun.
Padahal, disisi lain, Hyun Joo sudah menarik Daehyun lebih dulu untuk pergi bersama. Dan Daehyun hanya membalas ‘sebentar.’.
“Kau membeli makanan dimana? Jeju? Kenapa lama sekali.”, kata Daehyun langsung mengomel - ngomel.
“Bukankah kau senang melewatkan makan siangmu bersama Hyun Joo. Kalau aku datang lebih awal, kau tidak mungkin bisa melewatkan makan siang bersama dengannya setelah seminggu berpisah.”, ucap Daeun datar.
Daehyun langsung mengernyitkan dahinya.
‘Bicara omong kosong apa bocah satu ini.’, pikir Daehyun dalam hati.
__ADS_1
“Huh, kau ini bicara apa. Sedari tadi aku menunggu kimbap, topi, dan minuman yang aku pesan. Kau membeli semuanya, kan? Awas saja kalau ada yang kurang.”, kata Daehyun langsung memeriksa kantong - kantong plastik yang dibawa oleh Daeun.
“Tentu saja aku tidak membeli chips dan beberapa minuman yang kau minta. Aku bisa dihabisi oleh Bokman Ahjussi jika ketahuan. Kebebasan yang kau dapat di PC bang, aku pastikan itu hanya sekali. Aku tidak mau kehilangan pekerjaanku.”, ucap Daeun dengan nada dingin.
“Baiklah.. Aku mengerti. Kau tidak perlu mengucapkannya dengan nada yang galak seperti itu. Aku paham kok maksudmu. Lagian kau ini kenapa sih? Kau sedang datang bulan? Yaa.. Daeun.. Kau sudah membeli pembalutnya? Syuting ini akan berlangsung sampai malam.”, ujar Daehyun langsung berbicara random kemana - mana.
“Ah.. shhh…. Aku membencimu.”, kata Daeun mengomel sendiri.
Kalau saja dia bukan manager Daehyun saat ini, dia mungkin sudah pergi dari sana meninggalkan kantung - kantung itu pada Daehyun.
“Hm… benar sekali. Sepertinya kau benar - benar sedang datang bulan. Pastikan untuk membeli pembalut, ya.”, kata Daehyun mengambil satu minuman di dalam kantung.
‘Hah… aku tidak bisa memukulnya.’, protes Daeun dalam hati.
Baru saja dia ingin mengatakan sesuatu, seorang make up artist menghampiri Daehyun untuk menambahkan beberapa efek di make-up nya.
“Kau akan syuting adegan apa?”, tanya Daeun.
“Perkelahian.”, jawab Daehyun.
“Aku mau kimbap. Suapkan dua buah kimbap padaku.”, kata Daehyun sambil menutup matanya, karena sang make up artist sedang memberikan sentuhan make-up di bagian matanya.
“Kau akan segera syuting, mana bisa tiba - tiba makan kimbap.”, balas Daeun.
“Bisa - bisa saja. Ayolah… masukkan dua ke mulutku.”, ucap Daehyun.
“Kamsahamnida…”, ucap Daehyun setelah sang make up artist selesai merefresh kembali wajahnya.
“Ya sudah..”, Daeun mengalah dan segera mengambil satu kimbap kemudian memasukkannya ke mulut Daehyun.
“Ahhh akhirnya aku bisa hidup.”, ucap Daehyun.
“Bukankah kau tadi makan siang bersama Hyun Joo. Kenapa kau masih kelaparan.”, tanya Daeun bingung.
__ADS_1
“Aku tentu tidak boleh rakus di depannya. Kau tidak mengerti yang namanya jaga image. Sudahlah. Kau masih kecil, belum tahu apa - apa.”, ucap Daehyun meremehkan.
“Aku sudah pernah pacaran, tahu. Kau ini sombong sekali.”, kata Daeun membela dirinya.
Baru saja Daehyun akan membalas ucapan Daeun, Sutradara kembali memanggil.
“Ayo, Daehyun-shi.”, Hyun Joo sudah berada di belakang untuk mengajak Daehyun ke area pengambilan gambar.
***********
(Syuting Drama) Daehyun melawan gerombolan anak sekolah yang mencoba untuk merundung paksa salah satu siswa di sekolah itu. Perkelahian tak terelakkan. Tiba - tiba Hyun Joo sebagai Kang Hye Jin datang.
Bersamaan dengan itu, suara sirine polisi berbunyi. Para gerombolan yang sempat menghajar Do Hyun (karakter yang diperankan oleh Daehyun).
“Hye Jin-ah”, ucap Do Hyun saat mengetahui suara bunyi sirine itu hanyalah tipuan.
Hye Jin sengaja membunyikannya karena takut gerombolan itu menghajar Do hyun. Apalagi, Do hyun merupakan atlet di sekolah mereka.
“Kenapa kau tidak takut sama sekali? Kau ingin mati? Bagaimana kalau mereka menghajarmu habis - habisan.”, Hye Jin menangis kemudian disusul dengan rintik hujan.
CUT
“Okay…sempurna. Yaa…. aku tidak pernah memuji para pemain seperti ini. Tapi, Daehyun, kau sangat berbakat sekali. Baru syuting hari pertama, kau membuatku bisa membayangkan bagaimana respon orang - orang nanti terhadap drama ini.”, sekali lagi sang Sutradara terdengar memuji Daehyun.
“Hyun Joo.. akting menangismu semakin baik. Oke.. selanjutnya kita akan pindah ke halte bus, ya.”, ucap sang sutradara.
Semua staff langsung melakukan mobilisasi secepatnya. Tanpa terasa, syuting sekitar 8 jam itu berakhir. Ini masih hari pertama, sang sutradara tidak ingin memforsir artis mereka. Dua jam selanjutnya adalah press conference dimana mereka mengumumkan proses syuting yang sudah dimulai dan line-up para pemain.
“Daehyun, Hyun Joo, …..”, bagian Marketing melakukan brief sebelum proses syuting ditutup dan pesta pembukaan dibuka.
Dia mengumpulkan enam pemain utama untuk melakukan meeting singkat.
“Seperti yang sudah diinformasikan di awal. Kita akan melakukan promosi drama di beberapa channel. Daehyun, kau tidak terlalu suka tampil di acara televisi, ya? Kalau begitu, Hyun Joo, dan dua pemain utama lainnya akan masuk ke reality show.”, ucap staf Marketing tersebut memberikan penjelasan.
__ADS_1
“Untuk acara YouTube, sepertinya semua tidak keberatan, ya. Ada 4 line-up. Dua diantaranya sudah confirm. Proses syuting akan dimulai setelah kita rampung menyelesaikan 5 episode. Sutradara juga sudah menyetujuinya. Saat syuting adegan untuk para pemain ektra, para pemain utama akan melakukan promosi dengan syuting di channel YouTube. Satu hari untuk satu channel. Jika confirm 4 maka akan ada 4 hari. Tapi tenang saja, waktunya aku akan mengusahakan tidak berurutan.”, jelasnya lagi.
Daehyun dan Hyun Joo serta pemain lainnya nampak mengangguk - angguk paham.