Perjalanan Cinta Seorang Idol

Perjalanan Cinta Seorang Idol
Episode 66


__ADS_3

Suasana PC bang malam itu sangat ramai. Semua pengunjung sibuk dengan komputernya masing - masing. Beberapa ada yang berteriak dan petugas langsung menghampiri mereka agar mereka bisa segera diam. Ternyata PC bang ini juga memiliki ruangan privat.


Daeun bingung, kenapa Daehyun tidak memilih untuk menggunakan ruangan privat itu dibandingkan harus bersatu dengan pengunjung lainnya. Beberapa pengunjung lain terlihat berdiskusi dengan rekan satu timnya. Seolah mereka sedang membuat strategi perang yang serius. Seolah - olah, mereka memang sedang melakukan gencatan senjata di dunia nyata.


“Halo nona, apakah ada yang bisa saya bantu? Seseorang menghampiri Daeun yang sebenarnya sudah tiba di depan meja admin sedari tadi. Hanya saja, pandangan matanya tak henti mengitari pemandangan PC bang malam itu. Tempat yang katanya menjadi markas para member Triple Kill saat mereka belum debut menjadi selebriti.


“Aku ingin melakukan pesanan makanan. Apakah nanti bisa diantar?”, tanya Daeun memastikan hal itu terlebih dahulu.


Pesanan sebanyak itu, bagaimana mungkin Daeun bisa membawanya sendiri.


“Bisa. Silahkan pilih saja menunya, nanti kami akan membawakannya. Nona juga bisa melakukan pesanan untuk merchant rekan kami. Hanya saja, akan ada harga tambahan karena kami yang akan membelikannya.”, ujar admin tersebut.


PC Bang ini lumayan luas. Ada beberapa seksi admin yang membantu memberikan layanan. Seksi tersebut juga dibedakan antara admin PC / IT dan additional service seperti tambahan selimut, bantal, minuman dan makanan.


“Silahkan untuk memilih menu secara langsung lewat scan QR code yang ada disamping. Nanti pesanan akan tiba sekitar 15-20 menit. Pembayaran bisa dilakukan saat checkout.”, ujar admin tersebut.


Admin tidak hanya terdiri dari para pria, tetapi juga wanita. Mereka memberikan pelayanan layaknya pelayanan hotel.


“Permisi, berapa harga satu paket PC bang ini?”, tanya Daeun memberanikan diri.


Sedari tadi, dia memang penasaran, karena PC bang yang didatangi oleh Daehyun berbeda dengan PC bang yang dulu ada di lingkungan panti asuhannya.


“Harga - harganya tidak termasuk pajak, tertera pada poster terlampir. Ada juga di QR code yang sudah di scan.”, ucap admin tersebut.


Daeun langsung menutup mulutnya ketika harga PC bang itu hampir sama dengan harga member gym.

__ADS_1


“Pantas saja Daehyun nampak biasa saja.”, ucapnya tidak sengaja.


“Ya?”, admin tersebut merasa Daeun sedang berbicara dengannya.


“Ah haha tidak - tidak. Baiklah, aku akan melakukan pemesanan.”, ucap Daeun tertawa malu.


“Silahkan nona. Nona juga bisa mengambil duduk di sebelah sana jika tidak ingin berdiri.”, ujar admin tersebut memberikan saran dengan menunjuk sebuah area lobby yang memiliki beberapa kursi sofa duduk.


Daeun dan Daehyun masuk dari arah yang berbeda, sehingga, mereka tidak melihat tempat ini sebelumnya. Letaknya agak ke belakang karena memang diperuntukan untuk orang - orang yang sedang melakukan pemesanan.


‘Burger, ukuran large, minuman, french fries, kimchi, ramyun, sosis, ah ini gawat, kenapa dia memesan sebanyak ini? Apa dia berencana untuk melupakan dramanya? Apa aku harus memikirkan sampai kesana? Tidak, aku kan hanya manager sementara, hal tersebut di luar kapasitasku. Yang penting, aku bersamanya dan mengantarnya pulang dengan selamat.’, Daeun merasa stress melihat pesanan Daehyun.


‘Lihat saja. Dia tidak jadi mentraktirku daging. Aku akan memesan menu yang paling mahal. Ini apa? Aku pesan ini saja, sepertinya ini ada dagingnya dan mahal.’, pikir Daeun kembali dalam hati.


Sudah lama dia tidak memesan makanan tanpa memikirkan berapa jumlah uang yang dia miliki. Beruntung sekali dia memilih untuk bekerja di lini ini. Dia jadi bisa nebeng makan dengan selebriti.


************


“Ah… lama sekali. Apa yang dia lakukan? Aku sudah haus dan lapar. Ah.. aku lupa sebutkan. Dia beli es krim tidak, ya? Ah itu bisa jadi makanan pencuci mulut. Nanti aku akan suruh dia beli lagi.”, ucap Daehyun.


Seharusnya mereka bisa langsung melakukan pesanan di bangku mereka tanpa harus berjalan ke meja admin. Tetapi, karena sibuk berdebat, mereka melupakan tulisan yang sangat penting yang ada di dekat meja - meja PC bang.


Kring kring kring kring


Ponsel Daehyun bergetar. Tertulis nama ‘Kim Ji Su’ disana.

__ADS_1


“Halo.”, jawab Daehyun sambil memilih - milih jenis permainan yang mau dia mainkan.


“Hyung….. Kau dimana? Kenapa ada suara musik? Apa kau sedang di klub? Wah.. kenapa kau tidak mengajakku?”, Kim Ji Su memulai kalimat pertamanya langsung dengan nada tertinggi sampai Daehyun harus menjauhkan ponsel yang sedang dia pegang dari telinganya.


“Kau ini. Sekalian saja kau pakai mikrofon. Suaramu bisa menembus dinding - dinging.”, protes Daehyun kesal.


“Hyung, tunggu. Bukankah ini suara game? Kau sedang di apartemenmu main game online? Hyung.. Aku ke apartemenmu saja, ya.”, meskipun suaranya tadi sudah menggema, sekarang pada kalimat terakhir, nada suaranya berubah menyerupai rayuan.


“Aku tidak sedang di apartemenku. Memangnya kau tidak sedang ada aktivitas?”, tanya Daehyun.


Sepengetahuannya, semua member Triple Kill sedang ada jadwal.


“Semua ada, hanya aku yang tidak ada jadwal. Lagipula aku memang ingin istirahat.”, jawab Ji su dengan nada lemah.


“Lalu? Di rumahmu kan ada banyak PC dengan teknologi terbaru, kenapa malah ingin main ke apartemenku?”, ujar Daehyun.


“Heh… lupakan itu. Kau ini, apa benar - benar tidak ingin mengundangku ke apartemenmu? Aku akan belikan makanan. Chicken? Daging? Kau sebut saja. Aku akan membawakan semuanya.”, Ji Su kembali ke mode rayuannya.


“Aku tidak berbohong. Aku benar - benar sedang tidak di rumah.”, jawab Daehyun ingin segera mematikan ponsel sebelum Ji Su dapat menyimpulkan kalau dirinya sedang ada di PC bang.


“Lalu, kau sedang dimana sekarang? Suara musik, game, PC bang? Jangan katakan kau benar - benar sedang ada di PC bang.”, ucap Ji Su kembali histeris.


“Hah.. kau ini. Untuk apa aku kesini? Ah tidak maksudku kesana… Kau kan tahu Pilsung Daepyonim melarang kita untuk pergi kesini. Sudah, aku mau makan. AKu tutup ya. Sampai bertemu besok untuk meeting album.”, kata Daehyun.


Tanpa panjang kali lebar lagi, dia segera menutup teleponnya.

__ADS_1


“Album? Bukankah itu dijadwalkan dua minggu lagi? Daehyun-hyung benar - benar. Dia pasti berbohong padaku.”, ucap Ji su di seberang sana yang teleponnya sudah diputus sedari tadi.


__ADS_2