Perjalanan Cinta Seorang Idol

Perjalanan Cinta Seorang Idol
Episode 28


__ADS_3

“Tunggu, kalau ada yang memotret kita masuk ke hotel berbarengan, bagaimana?”, tanya Daeun yang tiba - tiba menyampaikan kekhawatirannya saat mereka sudah sampai di depan lobi hotel.


Daehyun tinggal memberikan kunci mobilnya pada Valet dan mereka bisa booking hotel setelahnya. Daehyun tidak bisa menggambarkan bagaimana lelah dan mengantuknya dia saat ini.


“Ya.. siapa yang menduga dirimu menjalin hubungan denganku.Mereka pasti akan mendugamu sebagai managerku.”, kata Daehyun penuh percaya diri.


“Huh.. lihat saja nanti kalau ada skandal yang muncul. Aku tidak akan bertanggung jawab.”, ujar Daeun kesal karena Daehyun tidak menganggapnya sama sekali.


“Dua kamar hotel. Mohon untuk pesankan yang berseberangan.”, ujar Daehyun pada resepsionis yang bertugas.


Sementara itu, Daeun masih celingak - celinguk melihat betapa mewahnya hotel ini.


‘Aku jadi penasaran berapa penghasilannya. Kenapa dia bisa menyewa hotel yang mahal seperti ini.’, tanya Daeun dalam hati.


“Kenapa? Baru pertama kali menginap di hotel mahal?”, tanya Daehyun setengah menyindir.


‘Huh.. dasar sombong. Kenapa dia bisa tahu kalau aku belum pernah menginap di hotel sebesar ini.”, ujar Daeun.


“Ini kunci milikmu. Ingat, kalau ingin keluar, kau harus bilang - bilang padaku. Dan, tolong letakkan ponselmu di sebelahmu. Kalau perlu, kau tempel di dahimu. Ketika aku menghubungimu, kau harus langsung mengangkatnya.”, ujar Daehyun memberikan perintah.


“Baiklah.”, ujar Daeun.


“Eh tunggu.”, katanya pada Daehyun yang sudah siap ingin membuka pintu.


“Aku tidak dibayar untuk melakukan semua ini. Aku hanya di bayar untuk mencari tahu skandal apa yang mungkin akan terjadi pada grup Triple Kill. dan aku juga tidak hanya menyelidiki tentangmu tetapi juga aktor dan aktris lain.”, jelas Daeun.


“Huh.. iya, iya. Aku mengerti. Nanti aku akan menambahkan tips untukmu. Akan aku transfer nominal yang bagus. Puas?”, kata Daehyun kemudian segera membuka pintu kamar hotel dengan menggunakan kartu akses dan masuk ke dalam nya.


“Hyung, tunggu.”, Daeun kembali menginterupsi Daehyun yang sudah siap melemparkan tubuhnya ke kasur.


“Bayaran per hari. Jika nanti kau ingin aku membantumu dengan cara seperti ini. Maka kau harus membayarku lagi.”, ujar Daeun sejelas - jelasnya.


“Huh, dasar mata duitan. Iya, iya. Sekarang biarkan aku tidur dan jangan menggangguku lagi. Dan satu lagi. Terus coba hubungi Seongmin hyung atau Beok man Ahjussi. “, kata Daehyun memberikan perintah.

__ADS_1


“Hm. Baiklah. Aku akan terus mencobanya.”, ujar Daeun kemudian ikut masuk ke dalam kamarnya sendiri yang berseberangan dengan kamar Daehyun.


“Hem,... ternyata enak juga bekerja di agensi. Selain aku bisa mendapatkan bayaran dari perusahaan, dia juga mau membayarku untuk hal- hal seperti ini. Lagipula aneh sekali. Apa yang bisa aku lakukan? Kenapa dia tidak dari tadi memesan kamar hotel saja.”, ujar Daeun.


“Hm.. tapi siapa ya wanita itu. Mengerikan sekali. Kenapa dia bisa menguntit Daehyun seperti itu. Kalau dia fans,. Kenapa tidak bersikap seperti fans pada umumnya. Huh, membuat orang takut saja. Ternyata menjadi seorang artis itu tidak semudah yang dibayangkan.”, ujar Daeun kemudian menidurkan tubuhnya di atas kasur.


“Huh, kasurnya empuk sekali.Seumur - umur aku belum pernah tidur di kasur seperti ini.”, ujar Daeun.


“Ohiya, aku harus terus mencoba menghubungi Seongmin-hyung dan Bokman Ahjussi. Aku tidak mau makan gaji buta. Hah, dua orang ini kemana sih. Kenapa tidak bisa diketahui keberadaannya. Ponselnya juga dimatikan. Bukankah manager seharusnya available 24 jam. Kenapa malah selebritinya yang mengejar - ngejar mereka.”, Daeun kembali mencoba untuk menghubungi Seonmin hyung dan Bok Ahjussi, namun hasilnya nihil.


Telepon berhasil tersambung, tetapi tidak ada satupun diantara mereka yang mengangkat ponselnya.


“Aneh sekali. Mereka kemana, ya.”


“Oh? Kau menghubungi Bok man Ahjussi atau Seonmin-hyung hari ini?”, akhirnya Daeun menyerah dan bertanya pada sesama rekan satu tim-nya. Namun, tidak ada yang menghubungi mereka berdua hari ini.


********


“Oh? Daehyun-shi. Kau habis darimana? Kau sedang ada aktivitas lain selain syuting drama?”, tanya Hyun Joo saat melihat Daehyun baru saja tiba di lokasi syuting.


“Tidak, hanya saja, aku tidak melihatmu di unit apartemen. Padahal hari ini aku ingin berangkat bersamamu.”, tanya Hyun Joo.


“Oh? Hm.. ada apa? Kenapa kau tiba - tiba ingin berangkat denganku?”, tanya Daehyun.


“Entahlah, karena peran kita nanti lumayan banyak terlihat sebagai teman lama yang akan berakhir menjadi pasangan di drama, aku hanya merasa perlu untuk merasa lebih dekat denganmu di dunia nyata. Agar aku tidak terlalu sulit mendalami peran dan bisa menghasilkan akting yang sempurna.”, ujar Hyun Joo.


“Ah, begitu rupanya. Pemikiran yang bagus. Aku juga berpendapat yang sama. Sepertinya memang akan bagus kalau kita menciptakan chemistry satu sama lain agar bisa dengan mudah memberikan suasana yang sama kepada penonton.”, jawab Daehyun.


“Senang sekali, kau setuju. Aku kira kau akan menolakku.”


“Ahahaha.. Untuk apa? Seharusnya aku yang lebih inisiatif.”, ucap Daehyun.


“Aku sempat menonton dramamu sebelumnya. Hm.. aktingmu sangat bagus disana.”, ujar Daehyun memuji.

__ADS_1


“Oh benarkah?”, Hyun Joo Sumringah.


Kring kring kring


“Oh sebentar. Hm? Lee Daeun.Ada apa?”, tanya Daehyun.


“Aku sudah bertemu dengan Bok Man Ahjussi hari ini. Menurutnya kita perlu memantau ini terlebih dahulu sebelum menyimpulkan apapun. Jika tidak ditangani dengan baik. Bisa - bisa laporan itu justru menjadi bumerang untukmu.”, jelas Daeun.


“Ah.. Ahjussi itu, benar - benar. Dia ingin menunggu aku terkena bahaya dulu baru bertindak. Apa salahnya melapor ke polisi dan menyelidiki wanita itu. Apa dia mau menunggu sampai wanita itu ada di kamarku terlebih dahulu?”, balas Daehyun kesal.


“Ya sudah, nanti aku akan menghubungi Bok Man Ahjussi.”, ujar Daehyun sambil menutup ponselnya.


“Ada apa?”, Hyun Joo yang tanpa sengaja berada di sampingnya langsung bertanya,


“Ah.. tidak.. Hanya ada penguntit yang belakangan ini sedang mengikutiku. Aku hanya ingin melaporkannya ke polisi agar dia berhenti mengikuti aktivitasku. Tapi Bok Man Ahjussi, salah satu karyawan management malah mengatakan ingin memantaunya terlebih dahulu.”, jelas Daehyun


“Hm..bukankah itu hal yang berbahaya. Kau harus segera menghubungi polisi. Kenapa malah menunggu.”, tanya Hyun Joo.


“Itu bisa saja jadi boomerang. Bagaimana kalau wanita itu berdalih bahwa dia benar - benar seorang fans. Pemberitaan media bisa berbalik ke arah Daehyun yang dianggap berlebihan.”, ujar salah seorang manager Hyun Joo.


Sejak pemotretan beberapa waktu lalu. Mereka saling mengenal dan tak segan untuk mengobrol satu sama lain.


“Hem.. bagaimana kalau itu terjadi padaku? Apa kalian akan menunggu?”, tanya Hyun Joo.


“Tentu saja tidak. Kau adalah perempuan. Sudah barang aneh kalau ada yang mengikutimu.”


“Jadi kalau pria, lantas boleh?”, tanya Hyun Joo tidak bisa memahaminya.


“Kau tidak memiliki bukti kalau dia berniat jahat, kan?”


“Dia mengikutiku, kemarin malam dia bahkan jelas - jelas mengikuti mobilku.”, ujar Daehyun.


“Kau merekam nya?”, tanya manager Hyun Joo.

__ADS_1


“Ah… tentu saja tidak. Aku sudah keburu pusing dengan itu. Bagaimana aku bisa berpikir untuk merekamnya.


__ADS_2