
“Eonni, aku rasa aku sedikit aneh belakangan ini.”, ungkap Daeun di dalam mobil van yang dia kendarai bersama dengan Yura, Manager Jang Hyun Joo.
Keduanya sedang berangkat menuju lokasi acara penghargaan drama dan film yang diselenggarakan oleh salah satu stasiun TV Nasional. Sesuai dengan rencana, keduanya berangkat terlebih dahulu di mobil yang berbeda untuk mempersiapkan apapun yang perlu di pastikan di lokasi.
Sementara itu, Daehyun dan Jang Hyun Joo berada di mobil van yang akan berangkat 30 menit setelah mereka bersama para stylist dan juga make-up artis. Keduanya akan memastikan bahwa kedua selebriti ini bisa tampil paripurna di Red Carpet.
Daeun dan Yura yang tidak dekat sebelum drama ini, kini mulai sering mengobrol bahkan hal - hal yang sifatnya TMI (Too Much Information) sekalipun.
“Kau kenapa?”, tanya Yura sambil terus menatap ponselnya. Dia sedang membalas chat - chat para media dan reporter yang ingin melakukan interview dengan Jang Hyun Joo selama menghadiri acara penghargaan ini.
“Ohiya, kenapa kau santai sekali? Apa Kang Daehyun tidak menerima permintaan interview dan semacamnya? Aku saja sedari tadi sibuk harus meladeni banyak permintaan media yang masuk.”, lanjut Yura.
Belum sempat Daeun menjawab Yura, wanita itu sudah menghujaninya dengan pertanyaan lain yang jelas - jelas tidak berkaitan.
“Daehyun tidak menerima interview apapun di ajang penghargaan kecuali bersama Band-nya. Agensi sudah menolaknya sebelum ini, jadi sudah tidak ada media yang menghubungiku lagi.”, balas Daeun dengan nada yang lesu.
“Huh, dasar Kang Daehyun. Ya, memang sih dia bukan lahir dari line aktor.”, kata Yura berkomentar.
“Daehyun-oppa, dia tidak mau antusiasme drama ini terlalu berfokus pada dirinya. Beberapa bulan lagi Triple Kill akan mengeluarkan album baru. Dia tidak mau menerima tawaran drama lagi setelah ini.”, balas Daeun menjelaskan.
“Cih, percaya diri sekali dia.”, ucap Yura.
Wanita ini memang memiliki sifat yang blak - blak-an. Sifat itu tumbuh seiring dengan berjalannya waktu menjadi manager seorang Jang Hyun Joo yang baru saja meniti karir dan langsung melejit.
Jika dia tidak bersikap seperti itu, akan sulit bagi dirinya untuk bertahan di dunia entertainment ini.
“Dia bukan percaya diri, tetapi dua sampai tiga naskah film dan drama sudah masuk ke kantor agensi, eonni. Dia ingin fokus pada bandnya.”, balas Daeun kembali.
“Ah.. ternyata. Aku kira dia percaya diri tanpa alasan. Jadi, kenapa kau? Ada apa denganmu?”, tanya Yura baru kembali ke percakapan awal.
“Huft.. aku jadi tidak ingin menceritakannya.”, ucap Daeun bertambah lesu.
“Eh? Bukankah tadi kau ingin menceritakannya? Kenapa sekarang malah berubah pikiran?”, tanya Yura.
“Kau menghancurkan mood ku untuk menceritakannya.”, balas Daeun kesal tetapi dia berusaha agar tidak terdengar demikian.
Walau bagaimanapun, Yura adalah senior. Dia harus menunjukkan hormat padanya.
__ADS_1
“Oke, aku akan meletakkan ponselku sekarang. Kau bisa bercerita. Asalkan, kau mengabulkan permintaanku. Satu saja.”, ucap Yura meletakkan ponselnya di sampingnya dan memfokuskan perhatiannya pada Daeun.
“Permintaan apa?”, tanya Daeun bingung.
“Nanti saja, sekarang aku akan mendengarkanmu dulu. Jadi, ada apa denganmu? Kenapa bersikap aneh?”, tanya Yura,
“Ah.. tidak.. Sepertinya kau salah mengerti. Maksudku, temanku. Iya, temanku. Aku ingin meminta pendapatmu tentang keadaan temanku.”, jelas Daeun.
Karena ragu, Daeun memilih untuk mengkambing-hitamkan temannya. Padahal, dia tidak memiliki teman kecuali mereka yang ada di panti asuhan. Mereka terpaut usia yang jauh dengan Daeun. Lagipula, Yura juga tidak akan tahu. Jadi, tidak masalah.
“Temanku memiliki atasan. Dia bekerja sangat dekat.”, kata Daeun mulai bercerita.
“A-ah.. semacam sekretaris? Temanmu bekerja di perkantoran?”, tanya Yura antusias.
“Hm.. yaa.. Bisa dibilang begitu. Suatu hari, atasannya punya kekasih. Entah kenapa, temanku jadi merasa aneh.”, jelas Daeun.
“Temanmu menyukai atasannya?”, tanya Yura langsung menarik kesimpulan begitu mendengar kalimat terakhir Daeun.
“Oh? Apakah itu disebut menyukai?”, tanya Daeun terkejut.
“Kenapa kau sampai terkejut begitu. Ini temanmu, kan? Aku rasa dia memang menyukainya. Kau bilang dia belakangan ini merasa aneh, kan? Itu artinya dia menyukainya. Kalau tidak bagaimana dia mungkin merasa aneh ketika atasannya memiliki kekasih. Pasti dia cemburu. Memangnya atasannya se-tampan apa?”, tanya Yura mendadak antusias.
“Hm.. bisa juga begitu. Tapi, seharusnya itu tidak bertahan lama.”
“Maksudnya?”, tanya Daeun bingung.
“Seperti dirimu dan Daehyun.”, ucap Yura tiba - tiba langsung membuat Daeun panik.
“Eh? Bukan … eonni.. Bukan, ini bukan aku dan Daehyun. Haha.. tidak.. Bukan…”, Daeun langsung panik.
“Memangnya kenapa? Sebelumnya, manager Daehyun adalah Seongmin-oppa. Kemudian, tiba - tiba managernya adalah dirimu. Daehyun juga pasti merasakan kehilangan pada sosok Seongmin oppa yang biasa menyertainya. Tapi, itu tidak akan lama. Buktinya, hubungannya denganmu baik - baik saja.”, terang Yura.
‘Oh? Wanita ini bilang apa sih? Memangnya itu sama? Hampir saja jantungku copot karena aku pikir dia memang mengira itu adalah ceritaku. Ternyata dia malah mengambil sisi lain yang jelas - jelas tidak ada hubungannya.’, pikir Daeun dalam hati sambil mengelus dadanya.
“Ah.. 5 menit lagi kita sampai. Oiya.. aku sudah mendengarkan ceritamu. Sekarang kau harus mengabulkan permintaanku.”, kata Yura langsung menghadang Daeun kembali.
“Eh?”, ekspresi Daeun bingung.
__ADS_1
‘Dia bahkan tidak mendengarkan ceritaku dengan serius.’, protes Daeun dalam hati.
“Aku mendapatkan ajakan interview dari sebuah media besar. *********.. kau pasti tahu.”\, ungkap Yura.
“Oh? Wah.. itu kan media yang sangat terkenal.”, balas Daeun takjub.
“Tapi, dia tidak ingin hanya Hyun Joo saja, dia ingin mewawancarai Daehyun juga. Bisa, kan?”, tanya Yura.
“Tapi Eonni. Aku sudah bilang kalau Daehyun-oppa tidak bersedia untuk…”, Daeun berusaha menjelaskan kembali.
“Shuuuttt… aku sudah mendengarkan ceritamu. Sekarang, tugasmu adalah membujuk Daehyun agar mau.”, kata Yura langsung membuka pintu mobilnya begitu sampai di parkiran dan keluar.
“Eh.. Eonni…Eonni.. Yura Eonni.. Tapi… Ah.. shhh.. Wanita itu seperti ular saja. Bisa menggeliat dengan cepat mencari kesempatan. Bagaimana ini? Aku bisa dihabisi Daehyun kalau begini.”, kata Daeun panik.
Kilas balik beberapa hari yang lalu di kantor agensi.
“Pilsung Daepyonim yang aku hormati. Aku tidak bersedia menerima film atau drama lagi setelah ini. Aku menerima yang ini karena kau memaksaku. Aku ingin fokus pada band. Kau kan tahu kami akan mengeluarkan mini album terbaru.”, kata Daehyun di dalam ruangannya.
“Aku juga tidak menyangka kau memiliki bakat akting. Pamormu sangat besar. Kau bisa mendapatkan keuntungan bahkan melebihi saat kau di dalam band.”, kata Pilsung.
“Heh.. bukankah band mendapatkan jauh lebih banyak keuntungan dari penampilan live dan festival.”, kata Daehyun mematahkan statement CEO nya.
“Ya.. kau benar, tetapi akting akan membawa namamu lebih terkenal lagi. Demi Triple Kill. Bayangkan, kalau kau terkenal, nama Triple Kill juga pasti lebih terkenal. Kalian bisa tampil di berbagai acara musik seperti Idol.”, lanjut Pilsung mencoba menjelaskan.
“Memangnya kami tidak tampil di acara musik karena kami tidak diundang? Bukankah kami bilang tidak mau terlalu sering tampil disana.”, kata Daehyun lagi - lagi mematahkan statement Pilsung.
“Oke.. kau bisa menjalankan keduanya. Film dan aktivitas band. Bagaimana? Oke setelah drama ini tidak akan menerima drama baru untuk sementara waktu. Tapi, setidaknya menerima tawaran film? Bagaimana?”, kata Pilsung mencoba merayu Daehyun lagi.
“T-I-D-A-K. Dan tidak ada interview untuk ajang penghargaan nanti. Aku harap dukungan penuh darimu, daepyonim.”, ujar Daehyun dengan tegas.
Di luar, Daeun tanpa sengaja mendengarkan percakapan itu saat diminta untuk membawakan dokumen dari Bokman Ahjussi.
Daehyun, pria itu menolak jika hanya dirinya yang bersinar di dalam band. Mereka membangun band Triple Kill benar - benar dari nol. Mereka selalu ada di sisi Daehyun saat menghadapi masa - masa sulit keputusan keluarganya untuk pindah secara permanen ke luar negeri.
Sebuah band bernama Triple Kill menjadi penyelamat mereka saat SMA. Setiap member harus bertarung melawan masalah mereka masing - masing bersama dengan orang yang dianggap dewasa di keluarga mereka.
Karena itu, Daehyun tak ingin aktivitas di luar Triple Kill hanya akan mendorongnya menjauh dari Triple Kill.
__ADS_1
Sejak awal, dia sudah tidak setuju dengan ide agensi untuk memberikan mereka aktivitas solo agar pamor nama mereka bisa lebih dikenal orang banyak. Ji Woo dan Hyun Woo melalui Reality Show. Ji Won di radio dan Jisu di beberapa acara musik. Lalu, Daehyun di dunia akting.
Berkat ini, mereka jadi kesulitan untuk merampungkan mini album mereka.