Perjalanan Cinta Seorang Idol

Perjalanan Cinta Seorang Idol
Episode 71


__ADS_3

“Pisbol Ahjussi. Dari luar, aktivitasnya memang terlihat biasa saja. Tapi, aku mencoba melihat status dari beberapa orang temannya. Bukan status yang mereka upload, tetapi status yang orang sekitarnya upload.”, Daeun memperlihatkan laptopnya pada Bokman Ahjussi.


Saat itu mereka tengah berada di ruang meeting. Tempat yang sama yang digunakan saat menyambut kehadiran para Idol Secret Agent.


“Lalu?”, tanya Bokman Ahjussi yang masih tidak mengetahui kemana arah pembicaraan Daeun.


“Ahjussi melihat ini? Kemudian ini. Pisbol Ahjussi. Dia terlihat keluar dari parkiran mobil gedung apartemen.”, kata Daeun.


“Lantas? Bukankah biasa saja jika dia keluar dari gedung salah satu apartemen? Dia memang terkenal senang mengoleksi apartemen. Walaupun yang dia koleksi harganya bukan tergolong apartemen mewah.”, balas Bokman yang masih belum menangkap pesan yang disampaikan oleh Daeun tetapi sudah mulai tidak sabaran.


“Lihat ini. Parkiran yang sama bukan? Areanya sangat mirip. Aku melihatnya di salah satu dance challenge yang ada di social media. Lalu, ini adalah foto orang lain yang memasuki gedung tersebut. Dan lihat ini, beberapa diantaranya masih mengenakan gelang ini.”


“Kemudian, beberapa waktu lalu, aku melihat seseorang ditangkap dan mereka masih mengenakan gelang yang sama.”, kata Daeun.


Bokman Ahjussi sepertinya sudah mulai mengerti. Terlihat dari ekspresi wajahnya yang sudah bisa menarik kesimpulan.


“Hn. Pisbol Ahjussi mungkin memang terlibat dalam kasino ilegal. Mungkin tidak secara langsung. Beberapa waktu lalu aku mencoba untuk bertanya pada staf yang mengikuti Pisbol Ahjussi dan menanyakan gelang itu. Ya, dia pernah melihatnya di tong sampah saat mencari informasi tentang Pisbol Ahjussi. Hanya saja, saat itu dia belum mengetahui itu apa. Jadi, dia tidak menyimpannya.”, ucap Daeun.


“Ah.. orang itu. Pilsung hyung sudah ragu untuk memperpanjang kontraknya tiga tahun yang lalu. Tapi sekarang dia malah mengulangi kesalahan yang sama. Jika ada yang menangkap ini, dia hanya akan meredupkan selebriti yang lain.”, kata Bokman Ahjussi.


Daeun tidak begitu menangkap apa yang dimaksud oleh Bokman. Daeun memang ahli dalam menggali informasi. Hal ini karena dia sempat berakhir di beberapa Panti Asuhan yang salah. Daeun tak mau itu terjadi pada teman - temannya. Karena itu, dia selalu mencari tahu informasi tentang panti asuhan dimana dia tinggal.


Kebiasaan itu membuat kemampuan Daeun untuk mencari dan menganalisa informasi yang ada semakin baik.


“Kau, jangan katakan informasi ini pada siapapun dulu termasuk rekan - rekanmu. Aku akan coba berbicara pada Pilsung Daepyonim. Ohiya, kau pergilah ke apartemen Pisbol saat dia tidak ada. Periksa tempat sampah dan temukan gelang apapun itu.”, kata Bokman.


“Tapi, Ahjussi. Tempat sampah apartemen sudah dikumpulkan di satu tempat. Kalaupun aku bisa menemukan gelang itu. Kita tidak bisa mengatakan bahwa itu milik Pisbol Ahjussi.”, Daeun memberikan pendapatnya.


“Ah… benar juga. Kenapa aku bodoh sekali. Hm.. aku akan bicara denganmu lagi nanti. Sementara, kau gantikan manager Daehyun. Pergilah ke lokasi syuting. Ingat, jangan ada yang tahu kau menyelidiki Pisbol. Hanya aku, kau, dan Daepyonim yang tahu. Bahkan, jangan beritahu Daehyun.”, ucap Bokman memberikan perintah.


“Baik.”, jawab Daeun menunduk.


Bokman langsung keluar dari ruangan. Sepertinya dia benar - benar langsung pergi menemui Pilsung Daepyonim. Daeun, termasuk jarang bertemu dengan Pilsung. Dia hanya melihatnya sekali saat awal pembentukan tim Secret Agent.


Daeun berpikir sambil berjalan keluar ruangan.

__ADS_1


‘Kira - kira apa yang akan terjadi dengan Pisbol Ahjussi. Apakah temuanku ini akan bisa melindungi karirnya? Tapi, dia sudah melakukan hal yang ilegal. Jika agensi melindunginya, maka.. Ah… sejak kapan aku memikirkan semua itu. Aku harus mencari tempat tinggal yang layak dan menabung. Aku tidak memiliki siapapun di dunia ini. Jadi, aku harus bisa mengandalkan diriku sendiri.’, kata Daeun menggeleng - gelengkan kepalanya berusaha untuk menyadarkan diri sendiri.


************


“Yaaa… Lee Da Eun. Yaaa….”, Daehyun menendang - nendang kursi milih Daeun.


Saat ini mereka sedang menunggu setting adegan berikutnya selesai sebelum lanjut untuk mengambil adegan kedua. Daeun datang secara terpisah dari Daehyun karena sebelumnya, dia tidak tahu kalau dia akan ditugaskan lagi menjadi manager Daehyun.


“Kenapa?”, kata Daeun dengan nada ketus dan galak.


Daehyun langsung mengernyit.


“Oh? Setelah apa yang kita lewati bersama, kau malah membalasku dengan tatapan yang ketus?”, tanya Daehyun dengan nada yang dibuat - buat.


“Hah… apa yang kau butuhkan.”, kata Daeun sambil menghela nafas.


Sejak tadi, dia kepikiran dengan hasil diskusinya dengan Bokman Ahjussi hari ini. Pertama, tentang Pisbol dan yang kedua tentang Seongmin.


“Aku butuh hiburan dan semangat.”, kata Daehyun memberikan kipas pada Daeun.


Daehyun mengernyit heran. Dalam hati dia berpikir, ‘ada apa dengannya?’.


“Kau kenapa? Apa sedang ada masalah? Responmu berbeda dengan beberapa hari lalu. Kau tidak senang menjadi managerku? Kau ingin aku traktir daging? Tenang saja, nanti fansku pasti akan membawakan food truck untuk syuting pertamaku.”, kata Daehyun menyombongkan diri.


“Di food truck tidak ada daging.”, balas Daeun.


“Daehyun-shi….”, seseorang memanggil Daehyun padahal baru saja dia ingin membalas perkataan Daeun.


“Hah.. nanti kita bicara lagi. Oiya.. belikan aku kopi yang biasa dan kimbap.”, kata Daehyun melemparkan dompetnya pada Daeun.


Daeun langsung menangkapnya.


“Huh… pria ini benar - benar.. Dimana aku bisa membeli kopi disini?”, Daeun melihat sekelilingnya yang hanya dikelilingi oleh lapangan.


Sekolah ini berada di atas perbukitan. Akses transportasi umum kesini hanya menggunakan bis yang datangnya hanya sesekali. Terutama di jam pelajaran sekolah saat ini. Tidak ada supermarket atau apapun disini.

__ADS_1


“Dia kira dia sekarang sedang syuting di Mall? Ada - ada saja.”, ujar Daeun.


“Kopi? Aku rasa di kantin sekolah ada.”, ucap salah seorang wanita yang sedang berbicara dengan satu pria dan wanita lagi di sampingnya.


“Oh.. nuna itu minum kopi juga? Kau beli apa?”, tanya orang di sampingnya lagi.


“Permisi…”, Daeun menghampiri ketiga orang tadi yang sudah berjalan beberapa langkah di depannya.


Semuanya berhenti dan menoleh. Daeun langsung sedikit terkejut karena semua memperhatikannya.


“Ah… perkenalkan aku Lee Da Eun. Aku adalah Manager Kang Dae Hyun - Triple Kill. Mohon bantuannya.”, ucap Daeun baru saja teringat untuk memperkenalkan diri.


Secara senioritas, Daeun tentu saja maknae dari segala maknae di dunia per-manageran.


“Oh.. kau Manager Daehyun? Benarkah? Wah.. aku tidak tahu. Bukankah katanya kalian ingin meminta tanda tangan Daehyun.”, ucap pria itu pada kedua temannya.


“Eh?”, respon Daeun sedikit terkejut.


“Wah…. kebetulan sekali. Aku ingin meminta tanda tangan Daehyun, tapi artisku belum terlalu mengenalnya. Aku mencari - cari managernya sedari tadi karena aku lihat dia datang sendiri.”, ucap salah seorang wanita.


“Aah… iya.. Itu karena aku harus menyelesaikan urusan penting di kantor terlebih dahulu.”, balas Daehyun.


“Daehyun-shi… aku tidak menyangka dia se-keren itu. Dia jarang tampil di TV. Ternyata aslinya sangat keren. Apa nanti kau bisa membantuku untuk meminta tanda tangannya?”, tanya wanita tersebut.


Keduanya memandang Daeun dengan penuh harap.


“Ha-ha-ha…. Tentu saja.”, kata Daeun.


‘Benar… di luar sifat anehnya dan kepribadiannya. Dia memang sangat keren.’, pikir Daeun dalam hati yang hanya bisa tersenyum simpul.


“Ah.. aku sampai lupa. Apakah kalian ingin membeli kopi? Aku juga harus membelinya. Mungkin kalau boleh, apa aku bisa ikut dengan kalian?”, tanya Daeun sangat sopan.


“Oh.. tentu sajaa… siapa yang minum kopi? Daehyun-shi? Dia butuh apa lagi? Aku akan membelikannya.”, ucap wanita itu.


“Ha-ha-ha-ha… tidak perlu.. Aku cukup pergi bersama saja.”, kata Daeun tersenyum sopan.

__ADS_1


__ADS_2