
Ketujuh anggota Idol Secret Agent sudah menghafal seluruh dokumen yang diberikan pada mereka. Awalnya memang terlihat sangat sulit. Namun lama kelamaan mereka menemukan banyak ide untuk bisa menghafal semua itu.
Beberapa dari mereka membagi tugas untuk menghafal informasi para artis Xscape Entertainment. Saat bekerja mereka bisa saling berbagi informasi dan mereka percaya, mereka akan bisa menghafal semuanya seiring waktu berjalan.
Jam sudah menunjukkan pukul 9 malam. Sudah waktunya untuk mereka pulang. Besok, mereka bisa mulai bekerja siang hari. Mereka mendapatkan tugas untuk mengunjungi rumah masing - masing selebriti tersebut.
Kemudian, di hari berikutnya, mereka akan diperkenalkan dengan para artis Xscape.
Flashback ke dua jam yang lalu saat sesi pertanyaan dibuka oleh pria tegap yang selanjutnya akan menjadi bos mereka.
“Bagaimana cara kerja kami? Aku mengerti kami harus mencegah mereka terlibat skandal, tapi apakah kami boleh mengikuti mereka kemana saja?”, tanya salah seorang anggota.
“Pertanyaan yang bagus. Ketika kalian mencium bau skandal, kalian boleh mulai menyelidiki. Namun ingat, di tahap ini penyelidikan harus dilakukan secara senyap dan tidak boleh terlihat oleh media. Setelah itu, jika dugaan skandal menguat dan membutuhkan intervensi untuk mencegahnya, kalian bisa melaporkannya padaku.”, jawab pria tegap tersebut.
“Selanjutnya, aku akan menilai berdasarkan laporan yang kalian bulan. Aku yang akan memutuskan apakah kalian boleh mengintervensi artis terkait atau tidak.”, lanjut pria itu.
“Contoh kasus?”, tanya Lee Daeun yang juga masih belum mengerti bagaimana sistemnya.
“Salah satu artis diduga berpacaran dengan seseorang. Kalian harus menjadi yang pertama menemukannya dan mengirimkan laporannya padaku. Jika aku rasa hubungan ini akan menimbulkan skandal, karena sang pria ternyata adalah pria tidak benar. Aku bisa mengutus kalian untuk mencegah artis melanjutkan hubungannya.”, jawab pria itu.
“Apa semua artis tidak boleh berpacaran?”, tanya seseorang.
“Tidak. Hanya saja, mereka juga tidak boleh berpacaran dengan orang yang bisa merugikan mereka.”, jawab pria itu.
__ADS_1
‘Hm.. bukankah itu sama saja. Berarti dia yang menentukan apakah para artis itu boleh berpacaran atau tidak.’, ucap Daeun dalam hati.
Dia sangat membutuhkan pekerjaan ini. Di tahap awal, dia tidak bisa terlalu kritis, atau dia bisa saja kehilangan pekerjaannya.
“Contoh kasus lain. Misalnya kalian menduga seorang aktris pergi ke klub dan mungkin akan beresiko terlibat skandal. Kalian bisa mengirimkannya padaku langsung melalui ponsel. Jika itu urgent, aku bisa langsung memutuskan.”
“Bagaimana? Sudah jelas? Basically pekerjaan kalian mirip dengan Manager tetapi lebih spesifik. Manager melakukan semuanya, menyiapkan jadwal, makanan, menjaga, dll. Mereka mungkin tidak punya waktu memeriksa potential skandal yang akan para artis timbulkan. Karena itu kami membutuhkan tim ini. Jelas?”
“Semua orang disana mengangguk mantap. Sekitar dua jam waktu habis untuk berdiskusi dan tanya jawab.”
Tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 9 malam.
“Lee Daeun. Kau tinggal, yang lain boleh pulang. Ingat besok kalian harus melakukan check lapangan dan laporkan padaku sorenya.”, ujar pria itu.
Yang lain keluar dan Lee Daeun tinggal sendiri.
Flashback berakhir.
Pria itu mengambil sebuah notes dan memberikannya pada Lee Daeun segera setelah anggota tim yang lain pergi.
“Tanda tangan disini.”, ujar pria itu.
Daeun membaca sebenar sebelum membubuhkan tanda tangan miliknya. Ternyata surat yang sama dengan yang dia tandatangani pagi ini. Surat untuk memastikan dirinya bisa menjaga kerahasiaan informasi.
__ADS_1
Notes yang diberikan itu berisi akun - akun sosial media para artis. Dan satu buah akun independen perusahaan yang berfungsi untuk memantau aktivitas digital para artis. Akun tersebut bukan akun ilegal melainkan akun yang sengaja dibuat dan sudah menjadi salah satu followers para artis di semua SNS mereka.
“Selanjutnya, kamu bisa memantau aktivitas SNS mereka dari sini. Tugas kamu adalah memantau aktivitas mereka. Dengan siapa mereka berteman, membaca komen, apapun. Temukan apapun yang mungkin nantinya bisa berpotensi menyebabkan skandal. Ingat, kamu harus jauh lebih cepat dari pada media. Mengerti.”, ujar pria itu pada Lee Daeun.
“Apa mereka tidak keberatan kalau akun sosial media mereka pun di pantau oleh perusahaan?”, tanya Daeun hati - hati.
“Tentu saja. Awalnya. Selanjutnya, aku akan membuat mereka mengerti bahwa hal ini kami lakukan tidak hanya untuk mereka tetapi juga untuk perusahaan. Saat mereka jatuh dengan skandal, yang akan menderita tidak hanya mereka, tetapi juga fans dan para pekerja yang mendukung mereka. Sebelum itu terjadi kita harus mencegahnya.”
“Ini bukan stalking. Aku tidak menjual informasi mereka pada pihak ketiga. Aku melakukannya untuk melindungi dari berbagai jenis ancaman di luar sana. Bayangkan jika salah satu artis sedang bersenang - senang melewati batas dan tidak ada yang mengetahuinya? Habislah karir mereka. Apa yang bisa kau dan rekan Idol Secret Agent lakukan? Temukan mereka sebelum hal buruk terjadi dan seret mereka keluar dari sana.”, pria tegap itu terus saja berbicara.
“Satu lagi. Aku tidak melakukannya untuk semua artis di agensi ini. Aku melakukannya hanya untuk selebriti yang riskan terkena skandal. Untuk saat ini hanya 4. Satu Idol band, satu idol, dan dua orang aktor dan aktris. Dari laporan yang aku kumpulkan, mereka yang paling beresiko terkena skandal kedepannya. Terutama Triple Kill.”, pria itu memberikan penekanan pada grup idol band Triple Kill.
“Sampai saat ini, belum ada yang mengetahui kalau Jiwoo sebenarnya anak konglomerat. Tidak ada yang mengetahui bahwa orang tua Jisu sudah bercerai. Ayahnya adalah anggota dewan yang sedang aktif saat ini dan ibunya adalah seorang jaksa. Dan sampai mereka bubar, tidak boleh ada yang mengetahui itu. Kalian yang harus memastikannya. Case seperti itu banyak terjadi.”, lanjut pria itu.
Lee Daeun hanya bisa mengangguk - angguk paham. Di satu sisi, dia mengerti bahwa tujuan dari tim ini baik, tapi entah mengapa di sisi lain dia masih merasa kurang nyaman.
“Aku tidak tahu apakah aku boleh menanyakan hal ini. Tapi, bagaimana mungkin agensi bisa menutupi kenyataan besar itu?”, tanya Daeun penasaran.
“Tidak ada yang tidak bisa kita lakukan. Lingkungan keluarga Jisu termasuk lingkungan keluarga terpandang. Tidak akan ada yang bisa menyebutkan silsilah Jisu sembarangan. Mereka juga bukan tipe yang ingin menarik perhatian. Begitu juga dengan Jiwoo. Tapi, tidak ada yang benar - benar bisa memastikan. Media bisa kapan saja masuk.”
“Hm..”, Lee Daeun mengangguk.
“Kau mungkin belum terlalu paham. Permasalahan dari setiap skandal adalah tidak ada yang benar - benar peduli pada inti permasalahannya. Apalagi dengan bagaimana itu berakhir. Semuanya, dengan segala kesibukan mereka hanya membaca judul demi judul yang selanjutnya membawa mereka pada kesimpulan dan kepercayaan masing - masing. Tujuanku bukan untuk memperbaiki berita atau membuat orang bisa memahami inti permasalahannya. Tapi, bagaimana agar judul itu tidak pernah ada. Skandal itu tidak boleh ada. Mengerti?”, ujar pria tegap itu lagi.
__ADS_1
“Hm.. sampai disini aku memahaminya.”, ujar Daeun.