
Jam sudah menunjukkan waktu dini hari. Daehyun dan para kru sudah memulai syuting sejak pagi. Saat ini, mereka akan menyelesaikan dua adegan lagi sebelum menutup sesi hari ini. Mereka akan libur dua hari sebelum melanjutkan proses syuting kembali.
Untuk para kru, dua hari itu adalah hari libur yang bisa mereka gunakan untuk mempersiapkan syuting adegan berikutnya. Sementara untuk para aktor dan aktris utama serta penulis dan sutradara, waktu dua hari ini akan mereka gunakan untuk promosi dan menyelesaikan pemotretan majalah sebagai bagian dari promosi.
Daeun bergerak menuju ruang tunggu untuk mengemasi beberapa barang - barang Daehyun. Gadis itu bukanlah satu - satunya. Beberapa manager juga nampak sedang mengemasi barang - barang para aktris dan aktor mereka yang sudah lebih dahulu pulang.
Dua adegan yang tersisa adalah adegan Daehyun dengan dua orang pemeran pendukung yang memerankan karakter guru di ruang konseling. Adegan ini tidak membutuhkan banyak tenaga, namun banyak dialog.
Segera setelah mengemasi barang - barang Daehyun, Daeun menuju parkiran dengan melewati lorong yang juga akan berpapasan dengan ruang ganti untuk para pemeran pendukung.
“Tentu saja aku sengaja. Hah… aku tidak tahan mendengar nama Hyunjoo keluar dari mulut pria itu. Dia kira dia siapa?”
Daeun samar - samar mendengar suara seseorang dari dalam ruang ganti. Karena ada nama ‘Hyunjoo’, Daeun berhenti dan mencoba untuk mencuri dengar.
“Jang Hyunjoo, ternyata dia memang benar - benar memiliki pria baru. Aku tidak tahu apakah dia adalah Kang Daehyun atau bukan. Aku sedang mencoba untuk memastikannya. Tentu saja. Kapan kau membutuhkannya? Kalau begitu, kita bertemu di klub tempat biasa. Aku akan memberikannya padamu. Tenang saja, kali ini dengan harga murah.”, ucap Min Hyukjae.
Ya, melalui sedikit celah yang ada di pintu, Daeun akhirnya bisa mengetahui suara siapa yang dia dengar.
‘Apa maksudnya? Kenapa dia membicarakan Daehyun dan Hyunjoo?’, Daeun terdiam sambil berpikir.
Dia penasaran sehingga tidak begitu fokus dan tanpa sengaja menendang tong sampah yang ada disana. Tentu saja sontak, Hyukjae langsung terkejut dan mencoba memastikan. Sebelum Hyukjae sampai di depan pintu, Daeun sudah berlari untuk mencari tempat bersembunyi. Beruntung terdapat sebuah curtain yang memisahkan antara peralatan bersih - bersih dan beberapa alat disana. Daeun mencoba untuk bersembunyi di tempat itu. Karena area yang sangat gelap, Hyukjae yang sudah sampai di sana tak berniat untuk mencari. Kemungkinan hanya suara hewan saja.
Ruang ganti untuk pemeran pendukung tidak seperti ruang ganti para pemeran utama. Tidak hanya letaknya yang di ujung dan terisolasi, tidak sedikit satu atau dua hewan seperti tikus lewat disana.
‘Ah.. apa yang aku lakukan. Hampir saja.’, kata Daeun sambil menarik nafasnya.
__ADS_1
Di sepanjang jalan menuju mobil van, Daeun berpikir apa yang dimaksud oleh Hyukjae.
‘Sengaja? Apa yang dia maksud dengan sengaja? Mereka baru pertama kali bertemu. Seingatku Daehyun mengatakan itu. Tapi tidak dengan Hyunjoo, sepertinya mereka berdua saling kenal. Hm.. apakah dia sudah tahu kalau Daehyun dan Hyunjoo berpacaran?’, Daeun terus memikirkan itu sembari menunggu Daehyun menyelesaikan proses syuting.
*************
“Wuah.. tampan dan cantik sekali para pemeran utama drama sekolah kita hari ini. Daehyun-shi, ini pertama kalinya aku melihatmu berada di tengah - tengah acara formal.”, goda MC pada Daehyun yang terlihat rapi dengan setelan seragam olahraga atlet nasional serta para aktris dan aktor lain dengan seragam SMA menyesuaikan.
“Silahkan memperkenalkan diri terlebih dahulu.”, ucap sang MC begitu para pemain sudah berhasil menduduki tempat mereka.
Pada acara hari ini terdapat 5 orang pemeran utama yang diundang untuk menghadiri press conference resmi pasca drama tayang di salah satu stasiun TV swasta.
“Annyeong haseyo, perkenalkan aku sebagai pemeran Lee Dohyun, atlet nasional yang terpaksa harus mengubur mimpinya karena cedera, Kang Daehyun-imnida. Senang bertemu dengan semuanya.”, ucap Daehyun memberikan hormat dan senyuman.
“Annyeong haseyo, aku adalah Kang Hyejin, murid baru pindahan yang kemudian penasaran dengan dan menjadi dekat dengan Lee Dohyun, Jang Hyunjoo-imnida. Senang bertemu dengan semuanya.”, Hyunjoo yang nampak cantik dan fresh melalui drama terbarunya terlihat mengenakan seragam SMA.
Tampilannya dinilai baru karena belum lama ini masih terlihat di sebuah drama saeguk yang saat ini sudah tamat sebagai pemeran pembantu.
“Hyunjoo-shi, karakter Putri Mahkota masih melekat padamu meski menjadi pemeran pendukung. Bagaimana menurutmu ketika ditawarkan untuk menjadi pemeran utama perempuan dalam drama remaja ini?”, tanya MC yang sudah memulai sesi tanya jawab.
“Aku melihatnya sebagai kesempatan yang baik. Meski awalnya merasa takut karena ini adalah peran utama pertama yang aku ambil sejak debut, tetapi aku akan bekerja keras untuk memberikan image yang terbaik melalui drama ini.”, jawab Hyunjoo dengan sempurna.
“Aku yakin semua sudah tidak sabar untuk bertanya pada Daehyun. Tapi, tunggu dulu. Aku tertarik untuk bertanya pada Gamdong-nim. Apa yang membuatmu melakukan casting pada Kang Daehyun yang merupakan vokalis band. Ini adalah debut pertamanya di dunia akting dan kau langsung menjadikannya pemeran utama?”, tanya sang MC dengan penuh semangat.
“Ini adalah pertama kalinya aku mengatakannya. Anakku adalah penggemar Triple Kill. Sayangnya, bukan Kang Daehyun, tapi Lee Hyun Woo. Aku pernah menemani putriku ke fan meeting mereka sekali. Dan entah kenapa saat aku membaca cerita dari writer drama ini, aku membayangkan Daehyun-shi.”, jawab Gamdong-nim dan membuat para audiens disana ber-oh -oh ria.
__ADS_1
“Benarkah?”, tanya MC tercengang.
“Gamdong-nim.. Benarkah?”, tanya Daehyun yang ikut menyahut.
“Apa mungkin kau membaca naskah segera setelah menghadiri fan meeting?”, tanya MC secara langsung.
“Oh.. benar sekali? Bagaimana kau bisa tahu? Siangnya aku menemani putriku. Ada beberapa orang di backstage yang mengenalku dan kami sempat mengobrol di belakang. Saat itulah aku tidak sengaja berpapasan dengan Daehyun. Dia memberikan kesan yang baik saat itu. Sorenya, secara kebetulan naskah datang dan aku sangat ingin membacanya. Dan pemeran utama yang digambarkan oleh writer-nim sangat sesuai dengan image Daehyun yang baru saja aku temui siang tadi.”, ungkap Gamdong-nim.
“Wah… bagaimana pendapatmu, Daehyun-shi?”, tannya MC langsung melemparkan pertanyaan pada Daehyun.
“Huwa… aku sangat tersentuh. Sejujurnya, awal Pilsung Daepyo, ah.. CEO agensiku memberikan tawaran drama ini, aku sangat terkejut. Eh? Kami baru satu tahun debut dan sudah ada tawaran drama? Sejujurnya aku takut untuk mengambilnya. Aku tidak memiliki background akting sama sekali. Hanya beberapa peran kecil di sekolah. Aku sudah ingin menolak karena takut tidak bisa.”, terang Daehyun.
Kilas balik saat tawaran drama datang
“Daepyo-nim.. Aku bukan aktor. Aku tidak pernah belajar akting. Aku takut akan mematahkan harapan dan tidak sesuai ekspektasi.”, ucap Daehyun begitu membaca judul naskah drama yang diberikan padanya.
“Yaaa…. Kau percaya diri sekali. Gamdong-nim itu akan melakukan casting terlebih dahulu padamu. Kau hanya perlu mempelajari beberapa dialog dan coba melakukannya saat casting berlangsung. Jika drama ini berhasil, Triple Kill juga akan melejit. Anggap saja sarana promosi.”, ucap Pilsung Daepyo.
“Daepyo-nim.. Tapi..”, Daehyun masih tidak yakin.
“Kau datang casting dua hari lagi, atau tidak akan aku berikan izin membeli PC dan pindah apartemen.”, kata Pilsung langsung memberikan peringatan.
“Eh? Apa hubungannya dengan kedua hal itu. Itu adalah urusan pribadiku. Kau juga tidak memberikanku uang. Aku membelinya sendiri.”, balas Daehyun.
“Aku akan membayar uang muka apartemenmu jika kau lolos casting ini.”, tiba - tiba Pilsung memberikan janji yang membuat Daehyun langsung tertarik.
__ADS_1