Perjalanan Cinta Seorang Idol

Perjalanan Cinta Seorang Idol
Episode 29


__ADS_3

Para anggota Triple Kill dengan formasi lengkap sedang berkumpul di ruang latihan. Hari ini adalah latihan terakhir menjelang penampilan mereka nanti malam. Mereka akan menggelar mini concert pertama untuk mengakhiri masa promosi single yang baru mereka luncurkan sekitar tiga bulan yang lalu.


“Daehyun-hyung, kau benar - benar akan membintangi drama?”, tanya Jisu yang sedang mengemut lollypop miliknya.


Meskipun dia adalah seorang playboy, tetapi Jisu tetap memiliki sifat kekanakan.


“Hm.. bukankah aku selalu bilang akan pergi reading.”, balas Daehyun.


“Aku kira kau hanya berbohong.”, balas Jisu tersenyum.


“Enak saja. Kau ini benar - benar.”, respon Daehyun pada Jisu yang masih meragukannya.


“Kalau begitu, aku boleh mengunjungi lokasi syutingmu kapan - kapan?”, tanya Jisu.


“Daehyun, kau benar - benar syuting dengan aktris yang sedang naik daun itu? Siapa namanya, aku lupa.”, tanya Hyunwoo.


“Hyun Joo.”, jawab Daehyun santai.


“Eh? Hyun Joo? Hyung, kau syuting dengan Hyun Joo? Yang benar saja, kau tidak bercanda kan?”, tanya Ji Won dan Jisu berbarengan.


Sementara itu, Jiwoo dan Hyunwoo hanya bisa geleng - geleng kepala melihat tingkah para maknae nya ini.


“Hn. Bukankah aku sudah pernah mengatakannya sebelumnya. Kenapa kau bertanya lagi.”, ucap Daehyun heran.


Dia seolah dejavu karena sudah pernah mengatakan hal ini sebelumnya.


“Aku kira itu hanya bualanmu saja. Aku tidak benar - benar mengira kau akan syuting bersamanya.”, balas Jisu.


“Kenapa aku harus membual tentang itu.”


“Tunggu dulu! Jangan - jangan, kau benar - benar berpacaran dengannya? Jangan bilang rumor yang aku dengar dari anak - anak trainee itu adalah benar. Kau mengencaninya?”, wajah Jiwon saat ini tidak santai.


Dia kira itu hanyalah gosip - gosip saja. Meskipun sering menggoda Daehyun dengan itu, tetapi Jiwon tidak benar - benar mempercayainya.


“Huh! Sampai mana kalian mau berimaginasi. Aku terlibat syuting dengannya benar. Tetapi aku tidak berpacaran dengannya. Aku juga kenal dengannya baru - baru ini.”, kata Daehyun.


“Oiya, ada gosip yang mengatakan kau sedang mendekati karyawan satu agensi. Siapa?”, tanya Hyunwoo.


“Darimana kau mendengarnya?”, tanya Daehyun. Padahal dia sudah tahu dari mana kemungkinan Hyunwoo mendengarnya.


“Seongmin-hyung. Dia bahkan memintaku untuk memantau kalau - kalau kau ternyata memang memiliki hubungan spesial dengan Lee Daeun.”, ujar Hyunwoo.


“Ah.. kenapa kau menyebut namanya segala? Alasan kenapa Daehyun langsung concern dengan hal itu adalah berkat ekspresi yang ditunjukkan oleh Jisu dan Jiwon bahkan Ji Woo sekarang.


“Kau juga memacari karyawan agensi? Wah.. sebenarnya kau yang playboy. Kenapa malah menjadikan aku playboy.”, protes Jisu.


Tok tok tok tok


Tiba - tiba, Seongmin hyung masuk ke dalam ruangan latihan. Dia mengenakan jaket hoodie dengan celana jeans gombrong lengkap dengan topi. Penampilannya sangat hip hop sekali.


“Wah.. Seongmin-hyung. Mau kemana kau?”, tanya Jiwon melihat dengan saksama penampilan managernya.


Orang yang disebut langsung bergaya bak foto model.

__ADS_1


“Oiya, aku memberikan beberapa tiket VIP untuk mini concert kalian lusa nanti. Dua untuk Daehyun, lima untuk Jisu, 4 untuk Jiwoo, 6 untuk Jiwon, dan tiga untuk Hyunwoo, Pas, kan?”, ujar Seongmin-hyung.


“Hah.. kenapa aku malah hanya dapat 5 tiket sementara Jiwon mendapatkan 6 tiket. Ini diskriminasi namanya.”, protes Jisu.


“Bulan lalu kau mengajak semua mantan pacarmu datang ke festival dan membuat keributan. Sebagai hukuman, aku memberikan tambahan pada Jiwon. Dia berencana untuk mengundang teman - teman SMA nya.”, jawab Seongmin.


“Teman - teman SMA? Siapa? Bukannya teman - teman SMA mu adalah teman SMA-ku juga?”, ucap Daehyun.


“Huh? Memangnya kita satu SMA, hyung? Kau saja berbeda umur denganku.”, kata Jiwon mengkoreksi.


“Ah iya, lupa. Seongmin-hyung. Kenapa aku hanya dapat dua?”, kali ini giliran Daehyun yang protes.


“Bukannya keluargamu ada di luar negeri. Jadi siapa yang ingin kau undang. Aku kira kau mungkin hanya akan mengundang temanmu.”, jawab Seongmin-hyung.


“Dan lagi, kau mau kemana dengan pakaian seperti ini? Awas ya, kalau kau menonaktifkan ponselmu lagi.  Kau menolak untuk melaporkan kasus stalkerku dan tidak bisa dihubungi. Awas saja kalau aku kenapa - kenapa.”, ujar Daehyun.


“Tidak akan. Aku tidak akan menonaktifkan ponselku. Aku hanya akan pergi kencan buta saja. Sekalian reuni dengan teman - temanku.”, jawab Seongmin.


“Jadi siapa yang akan kau undang?”, tanya Hyunwoo.


“Hm.. entahlah.”, jawab Daehyun.


“Hyung. Kenapa tidak kau undang Hyun Joo? Hn? Ayolah undang dia. Aku ingin bertemu dengannya. Kalau ke lokasi syutingmu terlalu lama. Aku ingin menemuinya sekarang. Ayolah hyung. Ya.. undang dia ya. Sebagai gantinya, aku akan memberikan tiket VIP ku padamu.”, rengek Jisu.


“Jisu, kau bukannya sudah berpacaran lagi dengan salah satu member girl group. Sekarang kau mengincar Hyun Joo juga. Kau mau diprotes oleh orang - orang satu stadium?”, ujar Jiwon.


“Ah.. aku bisa memutuskannya sekarang juga. Asalkan Hyun Joo-shi bisa datang.”, ujar Jisu sembarangan.


“Oohhhhh… memangnya dia wanita seperti apa? Sepertinya kau sudah sangat mengenalnya.”, goda para member.


“Ah sudahlah. Aku mau pulang,”, balas Daehyun mengambil tiket tersebut dan segera pergi dari ruang latihan. Mereka memang sudah selesai latihan dari tadi.


“Ooohhh gentleman sekali Daehyun-hyung”, goda Jiwon lagi.


“Hyung, Seongmin-hyung. Awas kalau kau menonaktifkan ponselmu lagi. Aku akan pulang ke apartemen hari ini. Awas saja kalau ternyata aku diikuti oleh stalker lagi dan kau tidak bisa dihubungi.”, kata Daehyun memberikan peringatan.


Orang yang diberi peringatan langsung membungkuk mengatakan oke - oke. Tapi terlihat dari wajahnya dia tidak benar - benar mendengarkan.


********


Daehyun sudah melajukan mobilnya menuju ke arah apartemen. Dia memutuskan untuk tidak memikirkan perihal stalker tersebut meskipun Daeun sudah memberikan tips - tips untuk bisa mengenalinya dengan cepat. Dua hari lagi dia harus konser dan hari ini dan besok dia harus istirahat total.


Daehyun singgah sebentar di sebuah restoran cepat saja untuk membeli beberapa sandwich dan salad. Untuk menjaga bentuk tubuhnya agar fit dan proporsional menjelang konser, Daehyun memutuskan untuk mendengarkan perkataan managernya.


“Terima kasih.”, ucap Daehyun memberikan tips tambahan kepada penjual.


Daehyun kemudian segera berjalan menuju mobilnya. Namun, sesuatu menghentikannya.  Daehyun kembali merasa ada yang memperhatikannya. Daehyun mencoba mengarahkan pandangannya ke segala arah namun nihil. Dia tak melihat siapapun disana.


“Hah.. padahal aku sudah mencoba untuk tidak terlalu memikirkannya tetapi kenapa aku malah kembali sensitif sekarang?”, ujar Daehyun.


Daehyun hanya bisa menggeleng - gelengkan kepala dan kembali masuk ke dalam mobilnya. Dia melajukan mobilnya lurus menuju ke arah apartemen.


Begitu masuk di area parkiran, Daehyun langsung mengambil barang belanjaannya dan masuk melalui pintu yang letaknya tidak terlalu jauh dari sana. Suasana parkiran terlihat sepi karena memang malam sudah larut.

__ADS_1


Daehyun tidak melihat ada mobil lain yang mengikutinya ataupun berada di belakangnya sepanjang perjalanan. Sehingga dia lebih santai dan tidak terlalu ambil pusing.


Ting.


Lift terbuka, Daehyun masuk dan menekan tombol lantai unit apartemennya. Sampai disini, semua terasa normal. Biasa - biasa saja. Dia hanya sendiri disana, dan tidak ada yang mengikutinya. Sedikit nervous tapi Daehyun mencoba untuk lebih tenang.


Ting.


Seseorang masuk dari lobi. Daehyun masih bersikap santai karena yang masuk ternyata adalah pelajar SMA. Dia juga mengenakan jaket.


‘Tunggu, anak SMA mengenakan jaket seperti itu?’, Daehyun mulai sedikit heran. Plus, anak SMA itu juga tidak menekan tombol apapun sejak masuk ke dalam lift. Yang berarti dia menuju lantai yang sama dengan Daehyun.


Namun, seingat dia tidak ada anak SMA di lantainya. Ada satu keluarga lantai yang sama, tetapi seingat Daehyun dia tidak memiliki anak perempuan yang sedang duduk di bangku SMA.


“Kau tidak menekan tombol?”, tanya Daehyun mencoba untuk mengajak bicara.


Anak itu hanya menggeleng saja. Daehyun memutuskan untuk tidak terlalu ambil pusing.


Ting.


Lift akhirnya berhenti di lantai apartemennya. Daehyun segera keluar dan berjalan menuju unit apartemennya tanpa menaruh rasa curiga. Dia berusaha untuk seperti itu agar tidak terlalu terbebani.


Setelah dipikir - pikir, mungkin saja keluarga itu memang memiliki seorang anak SMA.


Daehyun menekan password pintu unit apartemennya. Namun belum selesai dia menekannya, dia merasa lagi - lagi ada orang yang mengamatinya. Tidak, kali ini bukan perasaannya saja. Dia benar - benar melihat seperti ada bayangan tambahan tak jauh dari sana.


Daehyun memasukkan password dan berpura - pura hendak masuk namun menutupnya dengan cepat dan berbalik. Benar saja. Terlihat jelas ada secuil jaket yang ia lihat dari belokan ujung dan tak lama kemudian dia mendengar suara orang sedang berlari. Ya, kali ini dia yakin ini adalah stalkernya.


Daehyun langsung mengejarnya. Dia tidak mau kehilangan orang itu. Sepertinya memang anak SMA yang tadidan karena perempuan, Daehyun memberanikan diri. Mungkin saja ini sasaeng.


Orang itu berlari ke arah tangga darurat.


“Ya… berhenti disana.”, teriak Daehyun.


Anak itu berlari ke bawah. Daehyun langsung mengejar. Belajar dari menonton film - film action Asia, Daehyun mencoba untuk mempraktekkan salah satunya dengan meloncati pembatas tangga dan akhirnya bisa mendarat tepat di depan orang itu.


Sayangnya, Daehyun kehilangan keseimbangan dan oleng jatuh ke belakang. Anak itu melihat momen tersebut sebagai salah satu kesempatan untuk kabur. Dia langsung meloncati Daehyun dan hendak kabur.


Namun, Daehyun berhasil menarik ujung jaketnya yang memang panjang.


“Tertangkap kau akhirnya. Huh.. awas saja kalau kau mencoba untuk lari.”, ujar Daehyun mencoba untuk bangun sambil terus menarik ujung jaket anak itu agar tidak bisa kabur.


“O-Oh… jangan coba - coba kabur. Berikan aku kesempatan untuk bangun dan berdiri.”, kata Daehyun.


Anak itu mencoba menarik jaketnya, namun Daehyun jauh lebih cepat.


“Tertangkap kau sekarang.”, Daehyun langsung membuka hoodie dan topi serta masker yang dikenakannya.


“Ya.. akhirnya aku bisa tahu siapa kau yang berusaha membuat tidurku tidak nyenyak sama sekali.”, ujar Daehyun.


“Oh? Kau, kau bukannya…. Ah.. kenapa aku tiba - tiba melupakan namamu. Ah kau bukannya…”, momen saat Daehyun berpikir keras orang yang dia tangkap itu siapa, digunakan oleh anak itu untuk segera berlari dan kabur.


“Ya.. ya… ya… ah… ssshhh ya… ahhh… benar sekali.. Ya Kang Byeol!!!”, Daehyun berteriak keras saat berhasil mengingat nama gadis itu namun dia sudah terlanjur berlari lebih kencang lagi.

__ADS_1


__ADS_2