Perjalanan Cinta Seorang Idol

Perjalanan Cinta Seorang Idol
Episode 31


__ADS_3

Lee Daeun, gadis itu sedang berjalan gontai menuju kantornya. Dia baru saja selesai dari ATM untuk mengambil beberapa cash karena dia sudah kehabisan. Dia mendadak langsung down saat melihat saldo ATM nya yang sudah sangat menipis. Jika dia tidak ekstra berhemat, maka dia tidak akan bisa bertahan hingga gajian pertamanya di kantor.


“Ya, Daeun.”, panggil Daehyun dari jauh.


Daeun terus berjalan. Saat ini dia tidak bisa mendengar apapun, dari manapun, dan siapapun. Di kepalanya sekarang hanya ada saldo - saldo dan saldo yang menipis.


‘Ternyata untuk bisa hidup di luar panti asuhan, aku harus mengeluarkan banyak uang yang tentunya aku harus bisa menghasilkan banyak uang. Kira - kira berapa ya yang bisa aku dapatkan di bulan pertama. Daeun masih mengira - ngira.


Daeun akan mendapatkan gaji pokok yang terhitung kecil jika tidak ada hasil yang signifikan pada bulan pertama dia bekerja. Dikarenakan ini adalah project coba - coba, maka jika tidak ada hasil beberapa bulan ke depan, makan mungkin tim ini juga harus ditiadakan.


Meski sudah menyetujui persyaratan tersebut, namun tetap saja Daeun merasa was - was.Bagaimana jika kontraknya tidak diperpanjang, bagaimana jika dia sudah kehabisan uang sebelum waktunya,  bagaimana, bagaimana, dan bagaimana.


“Ya, Daeun. Kau tidak mendengarku?”, tanya Daehyun.


Pria itu bahkan harus mengikutinya dan memegang lengannya untuk bisa menyadarkannya dari lamunan.


“Oh?Oh? Hyung.”, Daeun segera melepaskan tangan Daehyun dari lengannya.


“Heh… kau ini aneh. Masa dipegang begitu saja.. Ah sudahlah. Aku ingin memberikan kau ini.”, kata Daehyun menyerahkan sebuah amplop berpita pada Daeun.


“Hm? Apa ini?”, tanya nya.

__ADS_1


“Buka saja.”, ujar Daehyun santai.


“Oh? Bukankah ini tiket konser? Oh? Ini tiket mini konserTriple Kill. Oh? VIP? Kau tidak sedang bercanda kan? Kau benar - benar memberikannya padaku?”, tanya Daeun terpana.


“Tidak mau? Ya sudah, aku ambil lagi.”, ujar Daehyun sambil berusaha meraih amplop itu kembali dari tangan Daeun.


Namun, Daeun sudah jauh lebih cepat menariknya kembali sehingga Daehyun tak dapat menariknya.


“Jangan begitu. Bukankah ini tiket VIP yang sudah kau berikan padaku. Kenapa mau diambil lagi. Tidak sah namanya.”, ujar Daeun.


Daehyun hanya tersenyum.


“Jangan lupa datang. Aku yakin, kau belum pernah datang ke konser kan? Meskipun ini hanya mini konser saja.”, jelas Daehyun.


“Hm.. dimana diadakannya? Hm… Daeun bertanya dan berusaha mencari jawabannya sendiri di dalam undangan. Ah.. disini…”, ujarnya ketika sudah berhasil menemukan tempatnya.


‘Bagaimana aku bisa ke tempat ini ya. Aku harus naik bus atau kereta. Tapi duitku sudah tidak ada. Bagaimana ini.”, ujar Daun dalam hati.


Dia sangat senang dengan kesempatan yang diberikan oleh Daehyun. Tapi, dia juga baru ingat jika dia sudah tidak punya cukup uang lagi. Dia harus mengambil kerja tambahan jika ingin membeli tiket bus atau kereta.


‘Nanti aku coba cari kerja tambahan. Seharusnya bisa satu atau dua hari bekerja untuk mendapatkan uang tiket.

__ADS_1


‘Terima kasih.”, ujar Daeun lagi tidak berhenti.


“Haha sudah - sudah. Aku juga mengundang Hyun Joo. Kau bisa bertemu dengan banyak artis disana. Siapkan baju yang bagus. Member lain pasti membawa teman - teman artisnya kesana.””, ujar Daehyun.


Daeun baru sadar kalau ternyata tiket yang diberikan padanya sangat berharga.


“Kenapa kau memberikannya padaku?”, tanya Daeun baru kepikiran untuk bertanya.


Kalau dipikir -pikir, Daehyun memiliki banyak kesempatan untuk mengundang yang lain. Selebriti, Influencer, atau orang terkenallainnya. Bukan Daeun.


“Hm..,. Aku berterima kasih pada bantuanmu saat mencari stalker itu.”, jelas Daehyun.


“Tapi aku belum berhasil menemukannya.”


“Aku sudah.”, jawab Daehyun.


“Eh? Kau sudah tahu?”


“Ehm.”


“Siapa?”

__ADS_1


“Rahasia”


__ADS_2