Perjalanan Cinta Seorang Idol

Perjalanan Cinta Seorang Idol
Episode 22


__ADS_3

“Sudah malam, kenapa harus kembali ke kantor?”, tanya Daehyun pada Daeun.


“Aku tidak tahu detailnya, tapi Pilsung Daepyo sendiri yang meminta kau untuk ke kantor. Mungkin ada urusan penting”, jawab Daeun.


Jangankan Daehyun, dia juga agak kaget kenapa Pilsung Daepyo memanggil Daehyun. Namun, berhubung ini tidak berkaitan dengannya, Daeun tidak terlalu ambil pusing. Dia menyerahkan kunci mobil pada Daehyun berikut dengan tas-nya.


Pria itu menitipkan tas, kunci mobil, dan tumblernya pada Daeun. Padahal, sebelumnya Daehyun sendiri yang memintanya untuk tidak membawa banyak barang. Ternyata alasannya adalah agar dia bisa menitipkan barang - barangnya pada Daeun. Harusnya dengan kepribadian pria itu yang baru dia kenal sekitar semingguan ini, Daeun sudah tahu.


“Kau tidak mau ikut ke kantor? Kenapa mengembalikan kunci itu padaku?”, tanya Daehyun bingung.


Mereka sedang berdiri di depan lobi utama gedung yang dijadikan sebagai tempat premier malam ini. Para selebriti lain yang tertarik untuk ikut after party sudah pergi dari tadi. Sehingga situasi disana sedikit sepi.


Daeun menggeleng.


“Kau saja, kau yang dipanggil, jadi aku tidak perlu ikut. Ohiya, Daehyun-shi, kau sudah menghapus semua daftar tweet yang aku berikan padamu, kan?”, tanya Daeun.


“Uh… kenapa kau memanggilku dengan sebutan Daehyun-shi. Panggil saja oppa atau hyung. Ya, hyung sepertinya lebih cocok.”, ujar Daehyun.


“Aku tahu bahasaku masih belum bagus, tetapi hyung kan panggilan oleh pria terhadap pria lain yang lebih tua seperti abang. Kenapa aku memanggilmu hyung?”, tanya Daeun bingung.


“Pertama, aku juga tidak terlalu nyaman jika kau memanggil oppa. Jadi kau panggil hyung saja.”, ucap Daehyun.


“Kenapa tidak Daehyun-shi saja, itu malah lebih nyaman untukku.”, Daeun masih membantah.


“Ah.. ikuti saja. Kenapa membantah terus. Sekarang, kau benar - benar tidak ingin kembali ke kantor bersamaku? Bukankah rumahmu berada di dekat kantor?”, tanya Daehyun.


“Oh? Kenapa kau bisa tahu?”, Daeun memberikan ekspresi terkejut yang berlebihan.

__ADS_1


“Heh.. jangan berlebihan, memangnya apa yang ingin aku lakukan? Aku tidak tertarik. Jangan berpikir aku mengikutimu. Heh.. tidak mungkin.”, ujar Daehyun.


“Ya sudah, kalau begitu jangan bertanya lagi aku ingin kembali denganmu atau tidak. Tugasku hari ini sudah selesai. Acara premier berakhir, kau sudah mau pulang. Berarti kita bisa berpisah disini. Bertemu dua hari lagi saat pembacaan reading.”, ucap Daeun.


“Baiklah.. Hm? Kenapa kau ikut reading? Kau kan bukan Manager?”, tanya Daehyun bingung.


“Aku akan menjelaskannya nanti. Panjang dan aku sudah mau pulang.


“Senang bekerjasama denganmu hari ini. Hati - hati di jalan. Terima kasih.”, Daeun membungkukkan badannya dan pergi.


“Ah.. wanita satu itu sangat unik. Padahal belum dua minggu dia bekerja di agensi, kenapa aku bisa berbicara dengan santai dengannya. Dia juga tidak seperti menjaga jarak dalam hal antara staff dan artis. Menarik sekali untuk dijadikan teman. Ah.. nanti saja. Kalau aku jadikan dia teman sekarang, dia bisa ke-GR-an. Aku harus memonitornya beberapa waktu lagi.”, ujar Daehyun kemudian memainkan kunci mobilnya dan berjalan menuju parkiran.


Seiring dengan kondisi gedung yang mulai sepi, lokasi parkiran juga sepi. Hanya tersisa sekitar 5-8 mobil. Padahal tadi ada banyak sekali mobil di sana termasuk media. Mungkin mereka sedang mengejar para selebriti papan atas yang menghadiri after party.


*********


“Kau pasti sudah mendengar dari Seongmin. Ada satu tawaran project drama akhir pekan yang masuk. Aku kira ini saatnya kau masuk ke dunia akting. Masa depan disana cerah dan sepertinya kau akan populer.”, ujar Pilsung.


Lebih tepatnya, tidak ada diantara mereka yang tertarik dengan dunia akting. Tidak terkecuali Jiwoo dan dirinya.


“Aku memiliki insting yang tajam kali ini kalau kau akan bisa debut di dunia akting dengan baik.”, ujar Pilsung. Dia nampaknya tidak mau kalah.


Bahkan dia sudah membawa - bawa insting.


“Bukankah kami belum satu tahun debut. Siapa yang akan menonton drama dengan pemeran utama yang tidak terkenal.”, ujar Daehyun duduk lebih santai.


Saat dia malas membicarakan suatu topik, Daehyun pasti begitu. Dia akan duduk dengan format yang lebih santai dengan gaya mengantuk.

__ADS_1


“Justru ini waktu yang tepat. Siapa yang bisa menjamin bulan depan kalian tidak akan tenggelam. Taktik seperti ini yang justru akan meningkatkan eksistensi kalian.”, Pilsung mulai dengan pidatonya.


Daehyun hanya bisa diam dan mendengarkan sampai dia bosan. Bahkan dia sesekali menguap. Sejak mendengar tentang project akting, dia sudah tahu bahwa dia tidak bisa membantah.


*******


Daehyun sedang mengendarai mobilnya melewati jalanan di sekitar kantor agensinya. Di menghabiskan sekitar satu jam mendengarkan nasehat dan berbagai rayuan dari Daepyo-nya agar Daehyun mengambil project drama ini.


Xscape Entertainment adalah agensi yang kecil. Agensi ini bisa bertahan di dunia entertainment berkat seorang aktor kawakan senior yang mau berada di bawah naungannya. Hwang Pilsung, CEO dari Xscape Entertainment merupakan teman dekat aktor senior tersebut. Dia dulu adalah managernya yang akhirnya banting setir mendirikan agensi.


Aktor senior itu masih memiliki banyak mendapatkan tawaran untuk bermain drama. Mulai dari peran ayah, bos mafia, pemilik tempat usaha, dan sebagainya. Dari sanalah Hwang Pilsung bisa bertahan sebelum akhirnya menemukan Triple Kill sekitar dua tahun yang lalu.


Triple Kill bukanlah grup yang dibentuk seperti Idol group pada umumnya yang melewati serangkaian audisi kemudian disatukan dalam satu grup. Member Triple Kill yang sekarang adalah member orisinil dari Triple Kill itu sendiri.


Hwang Pilsung berhasil menemukan mereka dalam sebuah acara kantor di sebuah tempat makan kekinian. Saat itu Triple Kill muncul memberikan penampilan akustik dari beberapa lagu Idol generasi pertama. Saat itulah dia jatuh cinta dan mendekati mereka untuk diterbitkan menjadi artis.


Karena itu, Daehyun dan member yang lainnya sangat akrab satu dengan yang lainnya. Tapi, dalam rilisannya, agensi tidak mengungkapkan ini agar tidak terlalu banyak yang ingin tahu tentang kehidupan para membernya. Terlebih ada dua anggota diantara mereka yang harus dijaga rapat - rapat silsilah keluarganya.


Triple Kill ingin meniti karir dan dikenal melalui karya mereka. Bukan lewat latar berlakang keluarga.


“Oh? Bukankah itu Daeun? Kenapa dia baru tiba? Padahal jelas - jelas dia berangkat lebih dulu dariku. Tetapi dia baru sampai. Heh.. seharusnya saat aku menawarinya tumpangan, dia menerima saja.”, Daehyun berbicara sendiri di dalam mobilnya.


“Hum, berarti rumahnya benar berada di sekitar sini.”, Daehyun menghentikan mobilnya dan melihat - lihat sekeliling. Dia tidak keluar. Dia hanya melihat dari dalam.


“Oh? Tunggu. Lagi - lagi anak - anak SMA waktu itu. Mereka muncul lagi. Sepertinya ini adalah wilayah kekuasaan mereka.”, ucap Daehyun.


Daehyun tidak terlalu khawatir seperti sebelumnya karena dia mengira Daeun tinggal di sekitar sini. Setelah belokan itu, Daehyun berpikir Daeun akan belok kanan dan pada akhirnya tidak bertemu dengan para anak SMA itu.

__ADS_1


Dari kejauhan, terlihat Daeun malah melewati belokan ke kanan dan terus lurus kemudian berhenti di sebuah halte bus. Sebelum dia sampai, dia sudah terlanjur berpapasan dengan gerombolan anak SMA tadi.


“Noona.. Kau pulang malam sekali. Tidak takut ada orang jahat?”, goda mereka.


__ADS_2