
Daeun nampak menunggu Daehyun di ruang ganti. Dia membereskan semua barang - barang pria itu dan memasukkannya ke dalam tas. Tak lama, Daehyun datang dengan rambutnya yang masih basah.
“Kau mau aku mengeringkan rambutmu?”, tanya Daeun langsung menangkap apa yang seharusnya dia kerjakan.
“Seharusnya kau tidak perlu bertanya lagi.”, ucap Daehyun dengan nada sarkas.
“Fuh…Selalu saja. Tidak bisakah kau bersikap baik padaku seperti kau bersikap baik pada Idol perempuan itu?”, protes Daeun.
“Oh? Kau merasa aku telah memperlakukanmu dengan buruk?”, tanya Daehyun sambil mengambil tempat duduk dan bersiap untuk dikeringkan rambutnya.
Dengan mandiri dia mengambil handuk yang ada disana dan melingkarkannya di leher.
“Hn. Kau berbicara dengan nada yang berbeda.”, kata Daeun.
‘Kenapa aku malah protes begini sih? Memangnya siapa aku?’, Daeun langsung menyesali ucapannya.
Daehyun hanya tersenyum.
“Setelah pemotretan aku sudah bisa pulang, kan?”, tanya Daehyun.
“Kau harus ke butik dulu untuk fitting baju pertama yang akan digunakan pada syuting perdana dramamu.”, kata Daeun mengaburkan angan - angan Daehyun yang bisa pulang cepat hari ini.
Di dalam otak pria itu, dia sudah tidak sabar berada di meja PC nya dan bermain game sampai besok pagi. Kebetulan, besok pagi dia tidak memiliki aktivitas apapun.
“Tidak bisa kau saja?”, tanya Daehyun mulai ngawur.
“Hah? Bagaimana otakmu bisa berpikir begitu? Memangnya ukuran tubuhku sama denganmu.”, protes Daeun.
“Hm.. sudahlah. Aku pakai baju yang ada saja. Tidak perlu memakai baju dari butik hanya untuk syuting hari pertama. Lagipula, saat syuting dimulai, aku juga akan berganti baju dengan baju anak SMA.”, ujar Daehyun santai.
Dia beberapa kali mengarahkan tangan Daeun untuk mengeringkan bagian yang dia rasa masih basah. Daeun yang tangannya dipegang oleh Daehyun sedikit salah tingkah.
‘Bodoh. Bodoh. Apa yang kau pikirkan. Kau ini bocah kecil yang sekarang menjadi managernya. Fokus. Daehyun adalah selebriti. Biasa kalau dia memegang tangan wanita.’, kata Daeun.
__ADS_1
Dia berusaha untuk beberapa kali menyadari tempat dan posisinya sekarang.
“Besok saja.”, Daehyun masih berusaha menawar.
“Aku tahu malam ini kau pasti akan bermain game sampai besok pagi dan aku akan kesulitan membangunkanmu. Kau mau semua unit di apartemenmu melaporkan aku ke petugas keamanan karena membuat keributan?”, ujar Daeun.
“Kalau begitu kau menginap di apartemenku agar lebih mudah membangunkanku.”, ucap Daehyun tanpa berpikir panjang.
“Heh… kau tidak menganggapku perempuan sama sekali, ya. Kalau Seongmin-hyung baru kau bisa mengatakan hal seperti itu.”, ucap Daeun menyadarinya.
“Ah.. maaf. Kau benar. Terkadang aku lupa kalau kau itu perempuan. Ya sudah.. Berapa lama? Setelah itu, kita makan daging. Bagaimana? Ohiya, kau sudah pernah main di PC bang? Lain kali, aku akan mengajakmu kesana.”, ucap Daehyun.
Sepertinya belakangan ini dia merasa kesepian karena semua member sedang sibuk dengan aktivitas solo mereka. Daehyun bukan tipikal yang bisa akrab dengan siapa saja. Jika dia merasa nyaman dengan seseorang, dia akan bisa mengeluarkan sifat extrovertnya. Jika tidak, dia akan tetap dalam mode ‘Cool’.
Entah bagaimana, pria itu bisa sangat nyaman berada di sekitar Daeun. Mungkin benar, karena Daehyun tidak menganggap Daeun sebagi perempuan. Apalagi wanita. Dia menganggapnya sebagai teman. Berbeda dengan Hyun Joo.
‘Dia saja tidak menganggapku sebagai perempuan. Apalagi wanita. Fix, dia menyukai artis wanita itu, Hyun Joo.’, pikir Daeun dalam hati.
‘Sudahlah. Bicara apa aku ini. Aku juga tidak mengharapkan Daehyun untuk melihatku sebagai perempuan. Memangnya aku gila. Berada sebagai teman disamping selebriti yang aku suka saja sudah berhasil membuatku mewujudkan satu mimpi. Selanjutnya, aku hanya perlu menjadi sahabatnya.’, ucap Daeun.
Mereka sudah berada di dalam mobil sekarang menuju ke butik untuk fitting baju yang akan dikenakan saat datang di lokasi syuting pertama. Kemungkinan akan banyak media yang meliput mereka karena dua hari lagi, informasi syuting ini akan segera dirilis.
Daeun baru mendapatkan informasi perubahan rencana. Sebelumnya, informasi drama akan dirilis setelah mereka selesai melakukan pertengahan proses syuting. Namun, antusiasme terhadap Hyun Joo sebagai artis pendatang baru membuat banyak publik sudah mengetahuinya. Pihak marketing langsung mengganti jadwal press release terbatas saat hari pertama syuting.
Itu alasannya mengapa management langsung meminta Daeun untuk membawa Daehyun fitting.
“Dia akan langsung terbang dari lokasi pemotretan ke lokasi syuting.”, balas Daehyun.
“Hah? Selesai pemotretan dia langsung syuting? Yang benar saja. Wah.. dia kuat sekali.”, ucap Daeun.
“Hn.. dia menjadi salah satu aktris yang paling dicari belakangan ini. Jadwalnya sangat padat.”, ucap Daehyun.
“Kalau begitu, bagaimana kalau kita ke PC bang hari ini setelah makan malam? Aku yakin saat sudah syuting, kau tidak akan punya waktu untuk melakukannya.”, Daeun menawarkan idenya.
__ADS_1
Dibalik setirnya, Daehyun nampak berpikir. Ya, kali ini Daehyun yang menyetir mobil.
“Ide bagus. Aku juga merasa begitu. Sepertinya lokasi syuting akan menjadi tempat tinggal sementaraku. Ayoo… setelah itu aku akan mengantarmu pulang.”, ucap Daehyun.
“Call.”, Daeun bersemangat.
Daehyun benar, setelah mereka syuting nanti, Daeun tidak akan bisa hangout begini dengan Daehyun. Dia pasti akan sibuk syuting, dan Daeun juga akan kembali ke rutinitasnya semula. Hunting potensial skandal untuk melindungi selebritinya.
*********
“Ya… Hyun Joo.”, Hyuk Jae berlari ke arah Hyun Joo yang berniat untuk naik ke kamar hotelnya.
Mereka sudah menyelesaikan pemotretan hari ini dengan baik. Hyun Joo berharap beberapa hari kedepan, semuanya akan berjalan dengan cepat.
Hari ini sangat melelahkan. Dia hanya mengambil satu piring sushi di buffet dan secangkir teh lalu bergegas naik ke kamarnya.
Hyuk Jae yang melihatnya tanpa pengawasan Manager langsung menghampiri gadis itu.
“Kau mau apa?”, tanya Hyun Joo langsung bersikap jaga jarak.
Tak banyak orang yang menginap hari itu. Hari sudah larut dan saat ini masih hari kerja.
“Heh.. kenapa kau begitu menjaga jarak denganku. Memangnya kau pikir, apa yang ingin aku lakukan padamu?”, ucap Hyuk Jae tidak memaksa untuk mendekati Hyun Joo.
“Aku tidak tahu bagaimana kau sekarang sejak terakhir kita bertemu. Tetapi kesan yang saat itu kau timbulkan untukku sangat tidak baik. Aku tidak ingin membuka lembaran itu lagi dan berhenti untuk mendekatiku kecuali urusan pekerjaan.”, Hyun Joo bersikap tenang karena dia memang sudah lelah seharian harus tersenyum meski jiwanya ingin segera kembali.
Bayangan syuting beberapa hari lagi dengan Daehyun menjadi penguat dirinya agar bisa menyelesaikan proyek ini segera dan secepatnya.
“Aku tidak seperti itu. Aku tidak akan memaksamu untuk tidur denganku. Kau pikir aku gila? Saat itu kita masih sekolah menengah aku hanya mengikuti tren saja.”, ucap Hyuk Jae akhirnya mengatakan apa yang mungkin menjadi pengalaman buruk bagi Hyun Joo.
“Tutup mulutmu. Aku dan kau bukan lagi anak SMA yang bisa mengatakan apapun sesukanya. Aku memiliki karir yang harus aku jaga dan begitu pula denganmu. Jadi, jangan mengikutiku. Aku sudah melupakan semuanya.”, Hyun Joo kembali mempertegas posisinya.
“Sebentar, bagaimana jika aku ingin kembali padamu.”, kata Hyuk Jae.
__ADS_1
“Heh? Apa kau bilang? Kau tidak mendengar kata - kataku atau aku kurang jelas mengatakannya? Aku seorang aktris. Kau seorang model. Bersikaplah seperti yang seharusnya.”, ucap Hyun Joo.
“Aku memiliki penawaran menarik untukmu. Kau pikir sampai kapan pamormu sebagai aktris pendatang baru akan bertahan? Akan banyak aktris - aktris baru lainnya yang akan datang segera. Dan kau juga akan terlupakan.”, Hyuk Jae akhirnya berkata jujur. Sejak kemarin dia hanya berputar - putar. Namun, sikap Hyun Joo yang terus menolak membuat dirinya tidak sabar.