
“Kenapa kau menolak memberikan tanda - tangan pada anak kecil tadi?”, tanya Daeun begitu mereka berada di dalam mobil.
Daeun belum pandai mengemudikan mobil. Sehingga, meski dia menjadi manager pengganti, tetap saja orang yang mengemudi adalah Daehyun.
“Aku tidak menolaknya. Kau kan melihatku memberikan tanda tangan itu padanya.”, balas Daehyun.
“Itu kan setelah aku menarik hoodie mu yang sudah mau kabur duluan.”, Daeun kembali membalas.
“Kau benar - benar sudah merasa akrab sekarang. Dari tadi menggunakan bahasa informal padaku.”, Daehyun malah mengalihkan pembicaraan.
“Hn. Aku sudah beberapa kali harus menggantikan posisi manajer mu dan ini kedua kalinya dia melakukannya dengan bayaran. Berhubung tugasku adalah membuntutimu, aku harus akrab denganmu mulai sekarang.”, fokus Daeun ikut teralihkan oleh Daehyun.
“Heh.. kenapa Bok man hyun malah menugaskanmu untuk membuntutiku.”, kata Daehyun dengan nada setengah mengomel, padahal dalam hati dia merasa sudah nyaman berada di sekitar Daeun meski baru sekitar sebulanan lebih saling kenal.
“Mungkin karena aku bisa dengan mudah akrab denganmu. Sudahlah. Kita bisa terlambat. Apa kau tidak bisa menyetir lebih cepat? Pihak penanggung jawab pemotretan ini sudah mengirimkan pesan sebanyak 3x padaku.”, Daeun sedari tadi memang bolak - balik memeriksa pesan di ponselnya.
__ADS_1
“Tenang saja. Kita bisa sampai disana tepat waktu, kok. Hanya butuh 30 menit lagi. Lagipula, kenapa sih memilih tempat yang sangat jauh untuk pemotretan.”, Daehyun berdecak kesal.
“Jadi, potensi skandal apa lagi yang kau lihat padaku?”, tanya Daehyun.
Untuk 30 menit kedepan, rasanya tidak enak kalau melewatkannya hanya dalam keheningan saja. Sebisanya, Daehyun mencari topik - topik baru untuk dibicarakan.
“Dating Scandal.”, jawab Daeun mantap setelah mengirimkan satu pesan pada stylist yang bertanggung jawab di lokasi pemotretan.
Mereka seperti tidak berada di satu tempat saja. Kenapa semua orang disana mengirimkan pesan dan bertanya satu per satu padanya seperti ini. Mereka kan bisa menanyakan pada penanggung jawab kalau Daehyun memang belum tiba disana.
“Apa lagi kalau bukan dating scandal yang akan terjadi dalam beberapa bulan kedepan. Interaksi antara dirimu dan Jang Hyun Joo sudah menyita perhatian beberapa orang dalam. Hadir di premier? Oke. Kalian hanya akan dikira sebagai teman. Tapi, menghampiri sampai ke agensi dan keluar dalam waktu yang lama? Lalu apartemen kalian berseberangan. Bukan apartemen tapi unitnya berseberangan. Jika media tahu, apakah mereka akan melewatkan kesempatan ini? Menurutku, ini akan menjadi bom waktu yang bisa - bisa menghancurkanku juga.”, kata Daeun setengah curhat.
“Hah… jadi itu alasannya kau menerima tawaran Seongmin-hyung untuk menjadi managerku? Memastikan aku tidak terlibat dating scandal?”, Daehyun sampai menoleh ke sebelah kanan.
“Jangan terlalu percaya diri. Aku sudah melaporkan kemungkinan dating scandal ini pada Bok Man Ahjussi. Mungkin dia bersama para PR team sedang merancang respon yang akan mereka berikan pada media. Jadi, kau tidak perlu khawatir.”, ujar Daeun mantap.
__ADS_1
“Kau bilang itu akan membuat karirmu hancur. Ternyata kau sudah mempersiapkan semuanya.”, Daehyun menggeleng - geleng kepalanya.
“Tapi, aku mencium potensi skandal yang lebih besar dari dating scandal. Kau tahu, pria yang dihindari oleh Jang Hyun Joo sampai dia harus menghampirimu dan curhat?”, Daeun memutuskan untuk membahas penemuannya pada Daehyun.
“Hn? Siapa?”, tanya Daehyun bingung.
“Jang Hyun Joo tidak mengatakan apa - apa padamu?”, tanya Daeun heran.
“Hmmm seingatku dia hanya mengatakan kalau dia tidak suka dengan model pria-nya. Tidak ada informasi lebih. Aku kira karena dia merasa nyaman kalau aku menjadi model pria-nya.”, ujar Daehyun setengah bercanda.
“Hah…”, Daeun menghela nafas dan memutuskan untuk tidak menanggapi lelucon Daehyun.
“Model pria itu bernama Min Hyuk Jae. Setelah aku telusuri sosial medianya, dia ternyata sudah sejak awal mengikuti Jang Hyun Joo. Bahkan jauh sebelum Hyun Joo menjadi selebriti. Sulit bagiku untuk menemukan fakta ini, tetapi mereka dulunya saling kenal. Mereka satu sekolah. Aku belum menemukan lebih dari itu, tapi sepertinya Hyun Joo pernah menjalin hubungan dengan Hyuk Jae.”, terang Daeun sambil membuka buku catatan kecil di tangannya.
“Kau masih membawa - bawa buku catatan kecil seperti itu? Bukankah jadul sekali. Kau kan bisa minta tablet pc atau semacamnya.”, bukannya mengomentari hasil penemuan Daeun, Daehyun justru malah mengomentari hal lainnya. Benar - benar seperti tipikal pria itu.
__ADS_1