Pernikahan Kontrak Ailin

Pernikahan Kontrak Ailin
Cium Aku.


__ADS_3

 


Ailin dan Radja sedang menikmati makan malamnya di meja makan bersama dengan Wenda. Seperti biasa mereka makan bersama dengan membicarakan kejadian di kantor tadi siang Wenda tak hentinya menguji kepintaran menantunya itu saat mengatasi sikap gila Reva yang semakin menggila. Ailin hanya menahan tawanya saat mengingat ekspresi wajah Ailin yang kelihatan sangatlah geram melihat Ailin menunjukkan rekaman ulang kejadian di kamar hotel.


Setelah makan malam Radja dan Ailin berpamitan pada Wenda untuk istirahat dan Wenda mengiyakan nya. Pelayan membersihkan piring kontor yang ada di atas meja tersebut dengan gesit seperti biasanya karena itu memang sudah menjadi tugasnya.


Di dalam kamar Ailin berjalan mendekati lemarinya dan mengambil baju tidur dari dalam sana. Radja duduk di pinggiran ranjang dengan matanya tak bergeming menatap ke arah istrinya itu. Ailin tak melihat sedikitpun ke arahnya dan segera masuk ke dalam kamar mandi untuk mengganti bajunya itu. Ailin keluar dari kamar mandi dan menatap Radja masih duduk dengan memainkan ponselnya.


Ailin naik ke atas ranjang dan segera menarik selimutnya karena dia merasa sangat lelah dan tubuhnya terlihat begitu lemas mungkin efek tadi siang yang membuatnya menguras tenaga untuk menaklukkan pelakor itu. Tapi usaha kerasnya itu berbuah manis pada akhirnya.


 


 


"Kau tidur?" tanya Radja dengan memicingkan matanya menatap ke arah Ailin.


 


"Ya aku sangat lelah seperti yang kau lihat," jawab Ailin dengan memejamkan matanya.


 


"Cium aku!" Radja bicara dengan menatap ke arah Ailin.


Sontak telinga Ailin langsung tersentak kaget saat dia mendengar kata tersebut terucap dari bibir suaminya, baru pertama kali ini Ailin mendengar Radja bicara seperti itu. Entah kerasukan setan dari mana suaminya itu sampai meminta sebuah hal yang terdengar sangat konyol. Pria itu bisa langsung mencumbu suaminya tanpa harus repot-repot meminta sebuah ciuman.


 


Ailin langsung membulatkan matanya dengan begitu sempurna dengan beranjak mendudukkan tubuhnya dari posisi tidurnya dan bengong menatap ke arah Radja.


"Jangan menatap ku seperti hantu begitu! Apa kau tidak dengar apa yang aku katakan tadi, cepat cium aku!" cetus Radja dengan menyatuhkan alisnya.


 


*Hei apa ini aku tidak sedang bermimpi, apakah suamiku tercinta sedang ngidam. Hahaha apakah yang sedang ada di pikiranku ini benar*.


Ailin tersenyum geli saat mengingat akan apa yang sedang ada di dalam pikirannya itu. Dia bahkan bergidik geli dengan menatap ke arah suaminya itu. Entah apa yang sedang pria itu pikirkan sampai dia memiliki pemikiran seperti itu sungguh aneh.


"Kau mau aku cium?" goda Ailin dengan menaruh kepalanya di pundak suaminya dengan gaya mengoda.

__ADS_1



"Apakah kau tuli, kau sudah tidak bisa mendengarkan dengan jelas lagi semenjak hamil," tandas Radja dengan suara separuh berteriak dan membuat senyum di bibir Ailin sirna dengan sangat mudah.



Ailin geram dengan sikap suaminya yang seperti batu es itu, seharusnya pria itu bersikap baik padanya dan memohon agar wanita cantik itu mau mengecup bibirnya namun yang terjadi justru sebaliknya dia selalu menganggap makian dari bibirnya itu adalah sebuah rayuan yang sangat indah sehingga membuat Ailin berdecak kesal karenanya. Bahkan sudah berulang kali Radja melakukan hal tersebut namun dia belum menyadari akan kesalahan ucapannya itu.



Ailin menarik kepalanya dengan kasar dan beranjak berdiri dari posisi duduknya, wanita itu melangkah dan membuka pintu yang ada di dalam kamarnya itu menuju teras. Ailin sedang memakai baju tipis saat itu namun dia sedang ingin menghirup udara segar karena di dalam kamarnya udara dingin dari AC seakan sudah terkontaminasi dengan amarah suaminya itu. Sehingga dia memerlukan hembusan angin yang bisa menenangkan pikirannya itu.



*Apa yang sedang terjadi padaku kenapa aku begitu ingin dia mencium ku. Sungguh suatu pemikiran yang konyol tapi aku begitu menginginkannya*. Gumam Radja dalam hati dengan menatap ke arah Ailin.



"Dia bisa masuk angin jika keluar ke teras dengan mengenakan baju tipis seperti itu," Menatap ke arah Ailin. "Memangnya apa salahku sampai dia marah aku kan suaminya sangat wajar kan jika aku meminta sebuah ciuman darinya." ujar Radja lirih.




Radja berdiri dari posisi duduknya berjalan mendekati Ailin, wanita itu sedang berdiri di samping terali beli yang berwarna hitam. Radja berdiri persis di samping wanita itu dengan matanya menyapu kedalam halaman rumah dari tempatnya berdiri saat ini.



Radja melihat dua scurity rumahnya sedang terpesona melihat ke arah istrinya yang mengenakan baju tidur berwarna navy.


Pria itu segera melepaskan kemeja yang sedang dia kenakan dan berdiri di belakang istrinya dengan penuh perhatian pria itu menutupi tubuh istrinya agar tak menjadi tontonan gratis pria yang sedang berada di bawa sana. Ailin yang sedang merasakan kedinginan hanya bisa diam dengan menghirup udara segar di malam itu.


Dan benar saja udara malam itu bisa menenangkan hatinya walaupun dingin masih terasa namun pelukan suaminya sangat manjur untuk menepis rasa dingin yang sedang dia rasakan saat ini.



Meraih ponsel yang terselip di saku celananya, \[Aku membayar kalian untuk menjaga rumah! Bukan untuk mengawasi istriku. Apa kalian berdua mau aku pecat!\]


__ADS_1


Kedua pria itu langsung meminta maaf dengan wajah saling bertatapan satu sama lain, seakan mereka sedang menyesali akan kenakalan kelancangan nya melihat nona muda rumah mewah tersebut.



Radja mematikan panggilan teleponnya dan segera memeluk Ailin dari belakang. Otot pria sangat mengoda bahkan tubuhnya kekar sempurna sungguh bisa membuat wanita lain hampir gila di buatnya. Ailin menahan tawanya saat mengetahui Radja sedang cemburu dengan scurity rumahnya itu. Bahkan rasa marah yang tadi sempat dia rasakan itu segera sirna.



Ailin berbalik arah dan memeluk tubuh kekar Radja, Ailin langsung mengecup bibirnya dengan sangat lembut sembari berkata, "Suamiku kau sedang cemburu?"



"Jangan bodoh, wanita jelek seperti dirimu tidak akan membuatku merasakan hal seberuntung itu," ujar Radja dengan wajah datar dan hendak mengecup bibir istrinya yang merah merekah seperti buah ceri yang sudah matang dan berbentuk merah alami.



Padahal sangat jelas terlihat guratan di wajahnya yang menunjukkan jika dia sedang merasa cemburu dan terbakar emosi saat melihat ada pria lain yang sedang memperhatikan istrinya itu.



"Apa yang kau bilang barusan! Lihat saja besok kau akan tau jika semua pria mulai menggila karena mereka sangat terpesona dengan kecantikan Istrimu ini," tandas Ailin dengan mendorong tubuh pria itu menjauh darinya.



"Hei kau mau ke mana, aku kan bicara jujur kenapa harus marah. Ayo kita lanjutkan adegan yang sempat tertunda tadi," ajak Radja dengan mengikuti istrinya itu masuk ke dalam kamarnya.


"Sana lanjutkan sendiri," gerutu Ailin dengan menepis tangan suaminya yang sedang mencoba meraih tangannya itu.


Kau sangat pintar merayu seorang gadis Radja lihat itu akhibat rayuan maut mu itu sampai membuat gadis itu menekuk wajahnya dan kini mulai menutup tubuhnya dengan selimut. Awalnya Radja ingin muntah jatahnya namun kini harapan itu harus dia pendam dalam hati karena sang istri tengah merajuk karena ucapannya tadi yang sangat menjengkelkan.


 



JANGAN LUPA FOLLOW IG KHAIRIN NISA YA. SEMOGA KALIAN TIDAK BOSAN DENGAN NOVEL YANG KHAIRIN TULIS DAN JIKA KALIAN MENYUKAI NOVEL INI SILAHKAN DUKUNG AUTHOR DENGAN VAVORIT DAN JUGA LIKE SERTA KOMENTAR KALIAN SELALU KHAIRIN BACA YA. WALAUPUN TIDAK SEMUA KOMEN AKAN KHAIRIN BALAS.



JANGAN LUPA IKUTAN YA ACARA AKAN DI MULAI DI IG. TEPAT TANGAL 10

__ADS_1


__ADS_2