
Pak Ray menatap ke arah belakang dari kaca spion. Dia melihat mata Ailin yang masih terlihat sipit dari mata itu jelas terlihat kesedihan yang begitu dalam dan rasa kecewa yang sengaja tidak di ungkapkan. Pak Ray sangat kasihan melihat kondisi wanita malang itu, namun Pak Ray hanya bisa diam dan kembali memusatkan perhatiannya ke arah jalanan yang sudah sore hari. Tak ada satu kata pun yang terdengar dari dalam mobil itu hingga hanya terdengar mesin mobil saja yang menyala di dalam mobil itu.
Rumah pribadi Radja.
Ailin langsung turun dari mobil itu dan nyelonong masuk ke dalam rumah tanpa menatap Radja sedikit pun. Wajah merah padam jelas terlihat dari sorot matannya, Radja hanya diam dengan memperhatikan istrinya itu dari belakang. Pak Ray dan Radja kini saling menatap tanda jika sang majikan ingin minta solusi dari asistennya itu. Pak Ray sangat paham apa yang akan Radja katakan walaupun pria itu belum membuka mulutnya untuk bicara, seperti ada ikatan batin di antara mereka berdua.
''Pak Ray!'' Bicara dengan menatap punggung Ailin yang sudah menghilang di balik pintu.
''Ya, Tuan muda,'' Bicara dengan menundukkan pandangannya.
''Apa yang harus aku lakukan, dia sepertinya sedang sangat marah padaku?'' Bicara dengan mengerutkan dagunya.
''Maafkan atas kelancangan saya ini Tuan muda,'' Membungkukkan badannya. ''menurut saya anda harus membujuknya agar tidak merajuk lagi.''
Pak Ray memang selalu berhati-hati dalam bicara karna dia takut menyinggung pria sadis yang ada di hadapannya itu. Kau harus sabar dalam menghadapi titah sang Radja, ingat gaji besar yang setiap bulan selalu kau terima Pak Ray maka kau akan sanggup menghadapi tingkah galak majikanmu itu.
Radja mulai tidak peka jika sudah menyangkut cinta karna pria itu memang belum pernah merayu wanita, ''Jangan berbelit-belit aku tidak mengerti cara merayu!''
Nah kan apa yang aku bilang tadi pria ini sudah mau meledak emosinya dan lihat itu perubahan wajahnya sangat cepat bahkan lebih cepat dari pada membalikkan telapak tangan. Wajah gantengnya itu terlihat menyeramkan jika sedang marah seperti ini.
__ADS_1
Radja mulai menyatukan alisnya, hahaha pria itu selalu marah jika dia mulai tak paham dengan apa yang pak Ray ucapkan. Lihatlah itu Pak Ray sampai mengusap pelan keringat yang mengucur deras dari jidatnya itu. Kau itu sedang meminta saran dari asistenmu Radja, tapi bisa-bisanya kau memberikan nada ancaman sampai membuat pak Ray gelagapan seperti itu. Kau harus belajar rasa sabar dari Ailin ke depannya itu saran dari ku.
Di dalam rumah.
Ailin langsung menaiki anak tangga rumahnya dengan menghentak-hentakkan kasar kakinya di lantai tangga itu. Ailin langsung masuk ke dalam kamarnya wanita itu mengambil koper yang ada di atas lemari bajunya, karna almari itu sangat tinggi namun Ailin masih mencoba meraih pegangan koper tersebut dengan kaki berjinjit dia terus mencoba meraih pegangan koper tersebut. Dan kini wanita itu mulai menarik Koper itu,
Bukk! ''Auch! Sakit. . Hiks hiks.'' Ailin mulai menangis saat koper tersebut jatuh kasar dan mengenai pergelangan kaki kanannya.
Ibarat kata pepatah sudah jatuh tertimpa koper juga, satu kesedihan belum selesai tapi satu kemalangan malah menimpa dirinya lagi dan lagi. Penderitaan terus tanpa henti menimpa wanita itu tanpa jeda. Ailin mulai tak sanggup menahan semua yang terjadi padanya wanita itu beranjak berdiri dengan langkah tertatih-tatih. Tangannya menyeret koper itu dengan kaki memar sebelah ya pergelangan kaki Ailin pasti terkilir karna tertimpa benda yang sangat berat.
''Apa yang terjadi padaku tuhan, kesalahan apa yang kulakukan di masa lalu sampai aku kau hukum dengan cara seperti ini huhuhu.'' Tangis wanita itu meraung-raung menggema keseluruh kamar. ''kau mengambil orang yang aku sayangi dan sekarang kau menghukumku dengan memberikanku suami yang tidak mencintaiku hiks hiks.''
Ailin menangis dengan mengambil baju yang ada di dalam lemarinya itu kemudian dia memindahkannya ke dalam koper. Ruangan itu seakan menyiratkan kesedihan Ailin bahkan tak ada hembusan angin yang masuk kedalam kamar itu ruang yang berAC itu seakan terasa panas. Kamar itu penuh tangisan Ailin yang terus mengema sampai terdengar dari luar ruangan itu.
Pria itu melihat kamar yang sudah berantakan, baju Ailin jatuh berserakan di lantai. Wanita itu memugut bajunya yang terongok di lantai kemudian memasukkannya ke dalam koper, Radja kebingungan melihat sikap istrinya itu. Radja duduk di samping koper Ailin dan menatap ke arah istrinya itu.
''Sayang, kau mau ke mana?'' Tanya Radja dengan memegang tangan wanita itu dengan lembut.
Menepis kasar tangan Radja, ''Lepaskan tanganmu! Ceraikan aku sekarang juga.'' bicara dengan memasukkan kembali bajunya ke dalam koper.
''Apa yang kau katakan?'' Mulai berdiri dari posisi duduknya dan menatap Ailin yang masih menundukkan pandangannya.
''Kau tidak dengar! Ceraikan aku, hahaha aku memang sangat bodohkan kenapa aku bisa lupa jika kau sudah beli tubuhku ini selama 2 tahun mana mungkin aku bisa pergi sebelum hutangku lunas padamu.'' Ailin tersenyum kecut dengan mengusap kasar air matanya itu.
__ADS_1
''Jangan bicara seperti itu, apa kau tidak pernah mencintaiku? ''
''Huh! Mana mungkin aku mencintai pria jahat seperti mu kau selalu percaya ucapan kekasihmu dari pada aku istrimu sendiri.'' Menitihkan air matanya tanpa jeda. ''maaf Tuan , aku lupa posisiku hanyalah sebagai debu kotor di bawah kakimu yang bisa kau injak kapan saja.'' suara Ailin terdengar berat saat mengatakan hal tersebut.
Kau harus bersabar Ailin, akan ada hari di mana kau akan bahagia sama dengan pasangan suami-istri lainya karna kau wanita yang baik di usiamu yang masih sangat belia kau sudah mendapatkan banyak ujian hidup yang tidak lah muda kau harus kuat hidupmu masih panjang. Tuhan sedang merencanakan sesuatu yang indah di balik kesedihan yang kau jalani sekarang. Percayalah akan ada kebahagiaan setelah penderitaan.
''Jangan bilang seperti itu sayang,'' Radja memeluk tubuh Ailin dengan sangat lembut dan mengecup pipinya.
''Kau bersikap baik padaku karna kau takut aku pergi sebelum kontrak pernikahan kita selesai kan. Lihatlah tuhan sedang tidak bersikap adil padaku dia bahkan tak membiarkanku lepas dari pernikahan pura-pura ini.'' Ailin menangis di dalam pelukan Radja,
wanita itu mulai merasakan kepalannya terasa berat dan dia akhirnya pingsan, Radja membopong tubuhnya ke atas ranjang ya Ailin seharian belum makan dia terus menangis tanpa henti sampai tidak memperdulikan dirinya sendiri. Radja segera menghubungi dokter. Namun Radja tidak memberitahukan pada Wenda tentang kondisi Ailin kala itu, karna dia takut Wenda juga akan jatuh sakit jika terus memikirkan kondisi Ailin.
Dokter sudah pergi setengah jam yang lalu. Radja tidur di samping Ailin dia melihat memperhatikan wajah cantik istrinya walaupun kini wajah itu terlihat bengkak karna seharian menangis, entah apa yang sedang pria itu pikirkan namun dia terus menatap Ailin dan mulai melingkarkan tangannya di pingang istrinya itu. Ailin masih belum membuka matanya karna wanita itu di suntik obat tidur agar bisa lebih tenang. Sangat jelas terlihat jika Radja memang benar-benar jatuh hati pada wanita itu dia mulai takut kehilangan Ailin dan rasa cinta dan rasa sayangnya terhadap wanita itu semakin hari semakin besar bahkan Radja sudah tidak bisa mengendalikan dirinya sendiri saat melihat Ailin dekat dengan pria lain.
Kau baru menyadari semua kesalahanmu setelah wanita itu jatuh dalam jurang penderitaan.
SETELAH BACA JANGAN LUPA MAMPIR JUGA KE NOVEL BARU SAYA YANG BERJUDUL ''MARRIED WITH MW ENEMY.''
DAN NOVEL SAYA YANG BERJUDUL SANG PENAKLUK.
__ADS_1
TERIMA KASIH SALAM HANGAT DARI SAYA ''KHAIRIN NISA.''