Pernikahan Kontrak Ailin

Pernikahan Kontrak Ailin
Marah.


__ADS_3

 


Wanita cantik yang tadi berpelukan dengan Radja segera menarik salah satu senyumannya karena melihat Wenda tergeletak tak berdaya di lantai kantor tersebut. Sedangkan Radja langsung membopong Wenda dan membawanya masuk ke rumah sakit. Pak Ray yang mengetahuinya segera menghubungi petugas rumah sakit dan agar menyiapkan ruang untuk Wenda menjalani perawatan.


Di rumah Radja.


 


Siang hari itu Ailin sedang berada di dapur dia sedang membuat jus buah di siang yang sangat panas itu, Ailin berjalan mengambil gelas namun entah apa yang terjadi gelas yang di pegang oleh Ailin jatuh dan terburai di lantai pecah menjadi serpihan, Pelayan rumah tersebut segera berlari menghampiri Ailin karena takut majikanya terkena serpihan kaca gelas yang terburai di lantai.


 


Deg! Ada apa ini kenapa perasaanku menjadi tidak menentu seperti ini, seakan ada hal yang terjadi dan membuat hatiku merasa gelisah tapi aku tidak tau apa itu namun aku tau dengan sangat jelas ada hal yang buruk sedang terjadi. Kira-kira begitu arti dari sorot mata wanita itu yang kelihatan gelisah dan hatinya semakin tidak tenang.


 


Tak lama kemudian terdengar suara telepon dari ruang tamu, pelayan rumah itu segera mengangkatnya dan itu adalah Radja yang menelepon dan memberitahukan agar Ailin segera datang ke rumah sakit SWAN. Air mata Ailin langsung jatuh membasahi pipinya wanita itu semakin gelisah dan berpikiran tidak karuan namun yang dia lakukan hanya bisa tetap sabar agar janin dalam kandungannya tak terpengaruh oleh keadaannya sekarang.


Ailin tiba di rumah sakit dia segera berjalan mengikuti Pak Ray yang sengaja menunggunya di ruang tunggu rumah sakit itu. Satu pelayan Ailin yang sangat dekat dengannya yang bernama Susan memegangi tangan Ailin agar wanita itu tak sampai terjatuh dan untuk menjaga hal yang tidak diinginkan.


 


"Nona muda, pelan sedikit jika berjalan," ujar Susan dengan masih memegangi lengan Ailin.


 


 


 


"Bagaimana aku bisa tenang jika mengetahui Mama sedang dalam kondisi seperti sekarang, aku sangat bodoh harusnya aku tadi mengikutinya kemanapun walaupun Mama melarang ku melakukannya," Ailin sangat menyesali apa yang terjadi pada Wenda dia bahkan merasa bersalah dan menganggap itu semua karena dirinya. Namun Ailin tak mengetahui jika semua itu karena Radja bicara ingin menikah lagi.


Kasihan sekali Ailin dia berjalan dengan kaki yang terlihat sangat bengkak bahkan air matanya tak henti menetes membasahi kedua pipinya.


"Pak Ray, siapa wanita yang berada di samping suamiku itu?" tanya Ailin dengan berhenti mematung di posisinya berdiri saat ini.

__ADS_1


"Dia adalah partner Pak Radja," sahut pria itu dengan menundukkan pandangannya. Seolah-olah Pak Ray sedang berusaha menutupi kenyataan yang ada.


 


 


"Tapi kenapa aku melihat mereka berdua sangat mesrah bahkan mereka berpelukan seperti itu seperti sepasang kekasih saja," gerutu Ailin dengan mengengam jemari tangannya karena geram.


"Nona anda jangan berpikir seperti itu, mari kita mendekati Tuan Muda mungkin Anda bisa meminta penjelasan darinya," sahut Susan sembari terus memegang tangan Ailin dan berjalan mendekati Radja dan juga Rena yang masih berpelukan.


Radja masih memeluk wanita itu dengan lembut seolah\-olah sedang mencoba menenangkan wanita yang sedang berada di dalam pelukannya itu. Wanita itu sedang menangis entah apa yang sedang terjadi Ailin tidak mengetahuinya namun hati seorang istri pasti akan hancur menjadi serpihan saat melihat adegan romantis yang seakan\-akan mencabik\-cabik tubuhnya bahkan rasa cemburunya sangat besar kini tangisan pilu akan sakit Wenda semakin bertambah parah saat melihat Radja masih berpelukan dengan wanita lainnya.


 


"Suamiku," ucap Ailin dengan bibir gemetar dan juga matanya kelihatan bengkak. Radja mulai melepaskan pelukannya pada wanita itu saat mendengar suara yang tak asing di telinganya.


 


"Istriku, kau sudah datang," jawab Radja dengan berjalan mendekati Ailin kemudian hendak memeluk Ailin. Namun wanita itu mundur beberapa langkah kebelakang.


"Bagaimana kondisi Mama?" tanya Ailin dengan melirik tajam ke arah wanita yang tadi di peluk oleh suaminya itu.


 


 . Tangisan Ailin semakin terdengar memilukan bahkan bagaikan tersambar petir di siang bolong, jantung Ailin semakin berdegup kencang saat dia mendengar kabar tersebut namun apa yang bisa wanita itu lakukan dia masih kebingungan melihat wanita cantik yang juga sedang menangis.


"Siapa wanita yang kau peluk tadi Mas?" tanya Ailin dengan sorot mata semakin tajam seperti hendak mencabik\-cabik tubuh kurus dan seksi wanita yang ada di hadapannya itu.



"Dia," belum selesai Radja bicara wanita itu berjalan mendekati Radja dan segera melingkarkan tangannya pada pundak Radja.



"Saya calon istri, suami anda," wanita tidak tahu malu itu segera menyambar percakapan mereka berdua.

__ADS_1



"Kau kira aku percaya dengan bualan mu itu, singkirkan tanganmu dari tubuh suami saya," tandas Ailin dengan air mata meleleh di wajahnya bahkan air mata itu seperti sedang mengeluarkan api yang bisa melahap tubuh gadis cantik yang sedang berusaha mengeser posisinya itu.



"Kau jangan pernah kasar pada istriku," sahut Radja dengan melirik tajam ke arah Rena. Bahkan Radja menepis kasar tangan wanita itu yang tadi sempat memegangi tangannya itu.



"Mas, aku bicara yang sebenarnya bahkan hal inilah yang sampai membuat Mama koma seperti sekarang," ucap wanita itu dengan wajah penuh penegasan.



Mendengar Wenda koma hati Ailin sangat sakit di tambah lagi karena kabar pernikahan suaminya di dengan wanita lain, dua hal itu cukup menghancurkan seluruh kehidupan Ailin dengan sekejap bahkan kebahagiaan akan kelahiran anak mereka kini perlahan mulai berubah menjadi kesedihan saat Ailin mulai memikirkan tentang perceraian.



"Suamiku, apa benar yang wanita ini katakan," jelas Ailin dengan tak bergeming sedikitpun menatap suaminya.



"Aku sangat mencintai kalian berdua, aku tidak bisa berpisah salah satu diantaranya," ungkap Radja dengan memegangi kedua tangan Ailin dengan erat seakan takut kehilangannya.



"Hahaha, kau ingin aku merestui hubungan kalian berdua mas!" tawa Ailin terdengar sangat menyayat hati bahkan pelayan dan Pak Ray tak sanggup menatap wajah Ailin kala itu.



"Aku mohon, Mama sangat menyayangimu dan kau tak bisa meninggalkannya dalam kondisi koma seperti sekarang," bujuk Radja agar wanita itu tak meminta berpisah darinya.



"Aku mau melihat kondisi Mama," elak Ailin dengan berjalan masuk ke dalam ruangan Wenda di rawat.

__ADS_1



Ailin masuk ke dalam ruangan itu dan dia segera melihat pemandangan yang snagat tidak asing baginya, ya dulu Bibi ya juga pernah koma seperti sekarang bahkan Ailin juga pernah sakit sampai tidak sadarkan diri. Ailin berjalan dengan air mata pecah dan jatuh berderai membasahi pipinya.


__ADS_2