Pernikahan Kontrak Ailin

Pernikahan Kontrak Ailin
Semua Sudah Terlambat.


__ADS_3

 


"Nak, hentikan semua ini. Kau tidak bisa terus melukai Ailin seperti ini dia juga pantas untuk bahagia," ucap Wenda dengan di sertai Isak tangis.


"Ma, kau mendukung dia untuk meninggalkan aku?" Radja menatap Wenda dengan wajah penuh emosi.


Ailin masih berada di belakang Adam, sedangkan Adam menghalangi Radja untuk bisa melihat wanita yang kini berada di belakang punggungnya itu. Sani dan Pak Ray berjalan mendekati Ailin dengan tatapan sendu. Sani dan juga Pak Ray membawa Ailin keluar dari rumah itu namun langkah Ailin seketika terhenti saat dia melihat cincin kawin yang masih melingkar di jari manisnya itu.


Ailin berbalik arah dan mendekati Radja, sedangkan Adam langsung mengeryitkan dahinya saat melihat Ailin mendekati pria yang baru saja melukai hatinya. Tidak mungkin wanita itu melupakan semua yang telah Radja lakukan padanya selama ini. Ailin ini bukanlah sebuah drama dalam sinetron yang mau saja di sakiti oleh seorang laki\-laki.


Adam lngsung merasa lega saat melihat Ailin melepaskan cincin pernikahannya dengan Radja dan kemudian wanita itu memberikannya pada mantan suaminya.


"Semua sudah berakhir Mas, lupakan aku dan hiduplah dengan bahagia dengan jalan yang telah kau pilih." Wanita itu berbalik arah dengan air mata mengenang di pelupuk matanya.


Radja mengengam cincin itu dengan rasa sedih juga penyesalan yang begitu mendalam kini sedang bertahta di hatinya, semua kesombongan yang tadi selalu pria itu agung-agungkan kini tidak terlihat lagi. Bagaimana mungkin pria itu mau mengagungkan kesombongan yang sekarang sudah tidak berguna lagi.


 


 


Apa yang mau di sombongkan pada pria tampan yang kini sedang berada di hadapannya itu karena kenyataan sebenarnya ialah Adam jauh lebih kaya dari Radja.


"Radja, kesombongan dan juga keegoisan mu lah, yang menghancurkan kehidupanmu saat ini!" ucap Adam dengan tersenyum sinis kemudian berlalu pergi.

__ADS_1


Rumah Sani.


Sejak tiba di rumah sahabatnya satu Minggu yang lalu Ailin terlihat bersedih bahkan dia hanya keluar kamar untuk sarapan dan makan malam saja. Bahkan Ailin tak pernah makan siang sejak dia menginjakkan kakinya di rumah Sani.


Hati Ailin masih begitu sedih dan juga merasa sangat terpuruk bagaimana juga kejadian yang menimpa Ailin tidaklah mudah baginya untuk bisa secepat itu melupakan semua kenangan indah bersama seorang pria yang selama dua tahun lebih ada di hidupnya.


Meninggalkan suaminya seperti Ailin meninggalkan seluruh hidup dan juga cintanya pada pria tersebut bahkan Ailin juga sampai kehilangan selera makannya bahkan berdandan saja Ailin tidak pernah, wanita itu seperti mayat hidup di dalam hatinya dia begitu ingin kembali pada suaminya tapi akal sehatnya melawan hal tersebut karena wanita juga memiliki harga diri untuk di pertahankan.



Sedangkan Radja terus menyesali dirinya dan juga meminta maaf berkali\-kali pada Ailin namun Sani tak pernah membiarkan pria itu sampai bertemu dengan sahabatnya. Sani mengusir pria itu setiap kali datang ke rumahnya. Sani sekarang berkerja di kantor Adam di perusahaan terbesar di kota itu.



"Ailin, ayo kita makan malam," ucap Sani dengan mengetuk pintu kamar Ailin dari luar.




"Ya, ampun lihat ini wajahmu sangat kusut sini biar aku makeup," ucap Sani dengan menarik tangan Ailin kembali masuk ke dalam kamarnya.


__ADS_1


Sedangkan di meja makan ada Pak Ray dan juga Adam yang sengaja datang makan malam di sana. Kedua orang itu sengaja datang dengan banyak membawa makanan kesukaan Sani dan juga Ailin. Sudah satu Minggu Adam tidak bertemu dengan wanita itu dia pasti sangat merindukan Ailin. Selama satu Minggu Adam tidak menemui Ailin karena dia ingin wanita itu menenangkan dirinya terlebih dahulu setelah mengalami masalah berat di kehidupannya.



Selama satu Minggu juga Sani tidak berkerja karena Adam menyuruhnya untuk menemani Ailin di rumahnya. Adam begitu menyayangi wanita ini bahkan diam\-diam setiap waktu dia selalu menanyakan kabar Ailin pada Sani walaupun sedang sibuk Adam tidak pernah sekalipun lupa menanyakan kabar wanita yang dia cintai itu.



Ailin berjalan menuju dapur rumah itu dengan mengunakan dress berwarna navy dan juga dengan hills tinggi sekitar 3 cm. menghiasi kaki jenjangnya itu. Ailin terlihat sangat anggun dan juga dia begitu cantik setelah di rias oleh Sani tadi. Ailin berjalan dengan wajah datar seperti mayat hidup tak seperti biasanya wajah Ailin selalu di hiasi dengan senyuman manis menggoda.



Adam begitu sedih melihat kondisi Ailin seperti ini bahkan pria itu mulai berdiri dari posisi duduknya dan berjalan mendekati Ailin dengan langkah kaki panjang. Ailin masih belum menyadari jika Adam berjalan ke arahnya karena wanita itu berjalan dengan pandangan kosong entah pikirannya sedang melayang kemana\-mana dia merasa kebingungan dan juga sedih hingga tidak tau apa yang di rasakan.



"Ailin," sapa Adam dengan memegang tangan wanita itu dengan lembut.



JANGAN LUPA MAMPIR KE CERITA KHAIRIN NISA YANG BERJUDUL, "SANG PENAKLUK 2."


__ADS_1


KARENA SETELAH CERITA INI TAMAT KHAIRIN AKAN FOKUS KE NOVEL TERSEBUT.


 


__ADS_2