
Wenda muncul dari belakang Ailin dan menaruh wanita itu dalam dekapannya. Adam berdiri persis di samping Wenda dengan menyatuhkan alinya sorot mata itu semakin menajam saat beradu pandang dengan seorang pria yang selalu saja menyakiti hati Ailin. Radja sangat terganggu dengan sorot mata sahabatnya itu tapi pria itu tak perduli
karena dirinya masih kaget dengan kehadiran Wenda yang sangat tiba-tiba bahkan Radja semakin kesal dengan tangannya sibuk merobek surat perceraian yang kini sedang ada di tangannya itu.
Pak Ray menyuruh semua tamu yang hadir segera pulang karena acara pernikahan itu sudah selesai, bahkan masih banyak tamu undangan yang baru saja memasuki altar pernikahan namun mereka juga harus ikut pergi dari acara itu dan para wartawan yang tadi berusaha mengabadikan apa yang terjadi di dalam pesta penikahan itu segera di
bungkam mulutnya dengan segepok uang oleh Pak Ray. Sehingga semua wartawan yang tadi ikut hadir memberikan rekaman yang ada di dalam kameranya itu pada Pak Ray sebelum mereka meninggalkan pesta pernikahan yang sekarang berubah menjadi
bencana besar.
Semua orang di periksa dulu sebelum keluar dari gerbang utama rumah mewah itu, para pengawal yang sedari tadi berjejer rapi di depan gerbang utama dengan sigap mengambil ponsel para tamu yang datang tadi. Tanpa minta ijin terlebih dahulu para
pengawal itu menghapus video yang ada di dalam ponsel semua orang, Pengawal itu
di perintahkan oleh Pak Ray menghapus setiap video yang merekam kejadian pelik
di dalam sana sehingga berita itu tak sampai di ketahui oleh banyak orang karena akan berdampak besar pada perusahaan yang Radja miliki.
Di dalam rumah Radja.
Acara pernikahan yang tadi terlihat berjalan lancar kini terlihat berantakan bahkan ruangan yang tadi penuh dengan kegembiraan itu seketika berubah menjadi sebuah ruangan yang penuh dengan isak tangis dan kesedihan. Dekorasi pernikahan yang di siapkan oleh WO itu masih tertata begitu rapi dan indah namun kini keindahan itu semua telah sirna saat air mata Ailin mulai jatuh lagi membasahi pipinya.
Wenda juga ikut menangis bahkan Sani pun menitihkan air matanya karena ikut merasa sedih dengan nasib sahabatnya, kehidupan Ailin bisa di bilang sangat tenang sebelum wanita itu menikah dengan Radja namun semua hidup Ailin berubah saat wanita itu
menikah dan Bibi Lani, orang yang sangat di sayangi oleh Ailin meninggal dan
belum lama setelah itu karean melihat suaminya bersama dengan wanita lain Ailin
harus kehilangan janinnya juga.
Kesedihan Ailin bagaikan tiada akhir hingga puncaknya dia harus merelakan suaminya bersanding dengan wanita lain dan perceraian lah yang menjadi pilihan terakhir
Ailin. Kau harus sabar Ailin karena author sudah merencanakan sesuatu yang
indah untuk mu di masa depan nanti.
“Radja, Mama sangat menyayangimu tapi kau sudah keterlaluan menikah dengan wanita murahan seperti dirinya,” dengan emosi yang meledak-ledak Wenda menunjuk satu jari telunjuknya pada Rena yang sekarang sedang berada di belakang Radja.
“Apa maksud dari ucapanmu itu Ma? Kau bahkan sudah siuman namun kau tak mengabari aku.”
__ADS_1
“Kau sibuk dengan calon istrimu itu sampai kau tak pernah menjenguk aku, wanita yang selama ini selalu berada di sampingmu dan mencintaimu tanpa batas. Tapi kau sudah berubah saat mengenal wanita jalangg itu!” Wenda menitihkan air matanya karena merasa bersedih dengan pilihan yang di ambil oleh anaknya itu.
“Ma, dia istriku jangan bicara seperti itu padanya,” Radja masih mencoba membela Rena yang kini masih berdiri di belakangnya.
“Istrimu dari mana? Jika penghulu yang menikahkan kalian itu adalah palsu! Mama sengaja mencari penghulu palsu untuk menikahkan kalian agar pernikahan ini tidak bisa terjadi, aku tidak mau memiliki menantu yang bergona-ganti pria setiap harinya.” Wanita itu bicara dengan menyodorkan amplop berwarna coklat di hadapan anak lelakinya.
Dengan ragu Radja menerima apa yang di berikan pada Wenda itu.
“Mas, kau harus percaya padaku aku tidak seperti itu dia sedang menfitnahku saja,” renggek Rena dengan keringat dingin sedang menyelimuti seluruh tubuhnya bahkan jantung wanita itu berdetak dengan sangat kencang saat Radja kini sudah memegang amplop berwarna coklat yang di berikan Wenda tadi.
“Diam! Biar aku lihat dulu,” bentak Radja dengan wajah kelihatan frustasi dengan apa yang terjadi hari ini.
Radja membuka isi dari Amplop tersebut dan dia melihat foto Rena saat hendak masuk hotel dengan seorang pria paruh baya, dan bukan hanya itu ada juga foto saat Rena
sedang bermain di club malam dengan seorang pria yang sangat tampan bahkan
setelah itu Rena juga cek in ke hotel. Pak Ray segera memutar rekama yang ada
di dalam amplop itu. Terlihat dengan jelas jika di dalam rekaman itu, Rena memang seorang wanita yang menjajahkan dirinya pada pria hidung belang.
“Mas, pernikahan kita ini sah kan? Kau tak akan setega itu untuk mengusirku dari
yang sengaja di jadikan untuk meluluhkan hati Radja.
“Kau sudah dengar kan tadi, jika penghulu yang menikahkan kita adalah palsu! Kau bisa pergi dari rumah ini sekarang!” teriakkan pria itu terdengar sangat lantang sampai mengema keseluruh ruangan yang terlihat sunyi tanpa suara selain isak tangi Ailin saja
yang terdengar.
“Dasar kau wanita brensekk kau berani merencanakan hal ini padaku!”
Rena berniat hendak menampar pipi Ailin namun dengan sigap Ailin segera menggenggam dengan sangat erat tangan Rena sebelum berhasil menyentuh tangannya hingga Rena meringis kesakitan merasakan nyeri di pergelangan tangannya, “Jangan berani kau sentuh wajah ku, wanita Jalangg!”
Ailin bicara dengan menggetakkan giginya karena kesal, Rena sangat ketakutan saat melihat Ailin menatapnya dengan tatapan membunuh.
Plak. . .plak. .plak! Ailin menampar pipi Rena beberapa kali sampai pipi wanita itu kini
terlihat memerah dan rasa nyeri mulai dirasakan oleh Rena. Wajah cantik Rena
kini sudah tidak terlihat lagi saat makeup di wajahnya itu terlihat berantakan
__ADS_1
bahkan Rena sampai meneteskan air matanya karena merasa nyeri dan juga terhina dengan sikap Ailin barusa.
“Kau berani menamparku!” maki Rena balik dengan hendak mencoba menampar Ailin untuk yang ke-dua kainya.
Namun hal itu juga gagal dia lakukan karena Radja segera memegangi tangan Rena dan mengarahkan wanita itu menatap ke arahnya. Rena memasang wajah memelas karena mengira jika Radja akan membelanya.
“Hahaha kau akan mendapatkan balasan karena berani menamparku beberapa kali Ailin! Lihatlah ini suamimu malah bersimpati
padaku,” gumam Rena dalam hati dengan tersenyum kegirangan.
Rena sangat pintar jago berekting lihatlah ini, hatinya sedang bahagia namun dia malah
meneteskan air matanya berusaha mencari simpati dari Radja. Sedangkan semua
orang yang ada di ruangan itu mengepalkan jari-jari tangannya saat melihat sikap Rena yang begitu menjengkelkan karena wanita itu ialah ular bermuka dua.
Plak! Tamparan keras mendarat di pipi Rena untuk yang ke empat kalinya.
HAYO. . SIAPA ITU YANG SEDANG MENANPAR RENA YA. JANGAN LUPA BACA TERUS KELANJUTANYA YA KARENA
AKAN SEMAKIN SERUH LOH.
DAN JANGAN LUPA MAMPIR KE CERITA KHAIRIN NISA YANG JUDULNYA “MARRIED WITH MY ENEMY.’’
CERITANYA ITU SEORANG GADIS CUPU YANG DI PAKSA BERTUNGAN
DENGAN SEORANG PRIA YANG SAAT DI KAMPUS SELALU BERTENGKAR DENGANNYA. DI JAMIN
SERUH DECH JANGAN LUPA MAMPIR YA.
JIKA ADA YANG TANYA
KENAPA SETIAP NOVEL COWOKNYA SELALU SIKAPNYA DINDIN THOR?
JAWABAN
AUTHOR CUMAN GINI SIH, KARENA SEMUA CEWEK AKAN LEBIH SUKA SAMA COWOK YANG
SIKAPNYA DINGIN DAN BERUBAH MENJADI PENYAYANG DARI PADA SEBALIKNYA ITU MENURUT
__ADS_1
SAJA SIH. DAN FOLLOW JUGA