
Sontak Ailin langsung menatap ke arah tangan yang sedang memegangi tanganya dengan sangat kasar sampai wanita itu meringis kesakitan, mata wanita itu langsung membulat seketika saat melihat suaminya sudah berada di sana. Awalnya Ailin bertanya-tanya Kenapa Radja bisa tau jika dia sedang makan siang di dekat restoran namun saat wanita itu melihat siapa pria yang sedang memasang wajah penuh senyum yang semakin membuatnya nyinyir barulah Ailin menyadari kenapa sang suami bisa tiba-tiba muncul di sana dengan wajah merah padam.
Pak Ray sangat baik hati dia bahkan sangat murah senyum namun jika asisten itu sedang marah sikapnya akan sangat dingin seperti asisten Hen di novel sebelah. Tapi saat ini Pak Ray tersenyum di waktu yang salah sampai membuat Ailin mengigit bibir bawahnya karna sangat geram dengan senyuman pria itu. Adam berdiri dari posisi duduknya dengan kasar saat melihat Ailin meringis kesakitan dan begitu juga dengan Sani.
Namun Ailin masih tidak menyadari apa kesalahannya karna wanita itu hanya makan siang saja tidak lebih dari itu dan jika Adam tadi memeluknya itu pun bukan kesalahannya karna pria itu sendiri yang berinisiatif begitu pikir Ailin. Adam mulai terganggu melihat wanita yang sangat dia cintai di perlakukan dengan kasar tepat di depan matanya, andai saja tempo hari Adam tidak melihat sikap Radja yang sangat lembut dan mesra dengan Reva maka pria itu tidak akan sampai bermusuhan dengan sahabatnya itu. Namun kini semua sudah terlambat dan hal itu sudah terjadi Adam sudah bertekad untuk merebut Ailin dari Radja, Karna pria itu ingin membahagiakan Ailin.
''Lepaskan tanganmu dari wanita itu Radja!'' Bentak Adam dengan mata berapi-api menatap ke arah pria itu seolah-olah hendak mencabik-cabik tubuhnya hidup-hidup.
''Jangan coba mengaturku!'' Balas Radja dengan nada suara tak kalah tinggi. Kedua pria itu saling beradu pandang dan tak ada yang mau mengalah.
''Jangan bertengkar, Kak adam aku tidak papa.'' Ucap Ailin mencoba mencairkan suasana dengan menarik balik tangannya. Namun tak lama kemudian Radja kembali menggenggam tangan wanita itu lagi, dan Adam mulai geram melihatnya.
''Lepaskan tangannya!'' Teriak Adam dengan menarik tangan Ailin dan menaruh wanita itu di belakang punggungnya.
Sani segera menghampiri Ailin yang sekarang sudah berada di balik punggung Adam. ''Ailin apa kau baik-baik saja?'' Tanya Sani dengan melihat lengan wanita itu yang mulai kelihatan memerah akibat pegangan tangan Radja.
''Aku baik-baik saja,'' sahut Ailin dengan memaksakan senyuman di bibirnya.
__ADS_1
''Ailin bagaimana ini,'' ucap Sani lirih dengan menatap Adam dan Radja bergantian. Ailin hanya diam tanpa menjawab entah apa yang sedang wanita itu pikirkan.
Radja dan Adam saling beradu pandang Adam mulai mengepalkan jari-jari tangannya dan Radja mulai mengeraskan rahangnya tanda jika kedua pria itu akan berkelahi. Semua pengunjung restoran seakan sedang melihat sebuah drama yang menceritakan akan perebutan seorang wanita cantik, kira-kira jika ada skenarionya kurang lebih seperti itu ya.
Pak Ray segera menemui manajemen resto itu, tak lama kemudian manajer itu keluar dari dalam ruangannya dan segera menemui satu pengunjung restorannya satu-persatu. Manajer resto itu meminta maaf karna restorannya hari ini tutup lebih awal, dengan berdecak kesal para pengunjung itu hanya bisa keluar ruangan itu tanpa menimbulkan suara bahkan bisa di bilang mereka juga sangat bahagia karna untuk hari ini mereka makan gratis di sana karna Pak Ray yang sudah membayar semuanya. Asisten itu sangat pintar dia tau apa yang harus dia lakukan tanpa harus di suruh oleh majikannya.
Kini resto itu sudah sepi dan di depan pintu masuk salah satu pelayan sudah memberikan tanda jika restorannya close. Maka dengan begitu tidak ada lagi pengunjung yang akan memasuki tempat itu dan semua pelayan segera masuk ke dalam dapur dan begitu juga dengan manajer tadi. Kini hanya tersisa Adam, Radja,Ailin, Sani dan tentunya Pak Ray di restoran itu.
Restoran yang sangat nyaman dan indah itu kini terlihat suram tentu saja bukan karna restoran itu yang terlihat kumuh dan kotor namun karna pertengkaran yang semakin membuat hawa dingin dari ac itu serasa menghembuskan hawa panas yang semakin membakar tubuh Radja dan Adam.
''Kau sudah siap bangrut Adam!'' Ancam Radja dengan mulai mengarahkan kedua tangannya mengambil kera baju pria itu dengan kasar.
''Hahaha! Jangan bodoh dia istriku!'' Tawa bangga mulai terlihat dari bibir Radja.
''Pernikahan kalian akan selesai beberapa bulan la,''
Bukk! Radja yang sudah mulai tidak tahan mendengarkan ucapan sahabatnya itu dan segera melayangkan tinjunya tepat di wajah Adam, Ailin yang melihatnya langsung melotot dan langsung berdiri di depan Adam. Radja yang hendak melayangkan tinjunya untuk yang kedua kali langsung menghentikan tinjunya itu tepat di depan wajah Ailin, dengan jantung berdetak sangat kencang.
__ADS_1
Radja sangat kaget saat tiba-tiba Ailin berdiri di depan musuhnya itu lebih lagi pria itu tidak menyangka jika Ailin berani membela pria itu nyata di depan wajahnya.wanita itu hanya bisa memejamkan matanya saat tinju Radja hendak menyentuh wajahnya seolah Ailin sudah pasrah dengan apa yang akan terjadi padanya.
''Kau sudah berani membelanya!'' Teriak Radja dengan mengeraskan rahangnya.
''Apa hak mu mengatur hidupku! Setelah perjanjian itu selesai aku akan pergi jauh dari mu.'' Tariak Ailin dengan AIr mata mulai membasahi Pipinya.
Hati wanita itu lagi-lagi terasa perih saat mengetahui tidak lama lagi dirinya akan menjadi seorang janda bahkan Ailin berbicara dengan nada suara terdengar bergetar seolah menunjukkan jika dirinya sangat terluka dan merasa tersakiti selama hidup satu rumah dengan Radja. sani yang sangat paham dengan isi hati sahabatnya itu segera memeluk tubuh Ailin dan mencoba menenangkan sahabatnya yang sedang gelisan bercampur emosi.
Radja terdiam sejenak seolah pria itu sedang mencerna apa yang sedang di ucapkan oleh istrinya barusan, dan kini wajahnya mulai terlihat sendu seolah pria itu ikut merasakan apa yang istrinya rasakan.
''Kau akan menjadi istriku selamanya!'' Radja bicara dengan suara lantang seolah pria itu sedang membentak Ailin.
Seharusnya Radja bicara dengan nada suara yang lembut agar Ailin bisa mencerna kata-katanya itu dengan baik. Lihatlah itu Pak Ray sampai melotot kaget saat mendengar ucapan majikannya barusan. Seolah dari raut wajah Asisten itu menunjukkan jika majikannya sedang salah.
''Apa hak mu mengatur hidupku, aku sudah lelah hidup seperti ini setelah Bi Lani meninggal aku tidak bisa menemukan tujuan hidupku. Aku bahkan menikahi pria yang mencintai wanita lain,'' Ailin bicara dengan melepaskan pelukan Sani dengan menatap ke arah Radja.
''Aku mencintai mu!'' Ucap Radja dengan menurunkan nada suaranya.
__ADS_1
JANGAN LUPA MAMPIR KE NOVEL BARU KU YABG BERJUDUL. "MARRIED WITH MY ENEMY. TERIMA KASIH