
"Bukan karena dia kaya tapi aku kasihan padanya jika mengingat dia pernah di siksa oleh mantan kekasihnya dulu dan sejak saat itu aku mulai ibah padanya dan jatuh hati dengan sikap polos dan lugunya," jawab Radja apa adanya. Beberapa bulan yang lalu saat Radja selesai meeting di sebuah hotel tanpa sengaja pria itu mendengar seorang wanita dalam salah satu kamar berteriak minta tolong, Radja yang kebetulan lewat di depan kamar itu langsung membuka paksa kamar tersebut. Dan dia melihat Rena sedang di siksa oleh kekasihnya sampai wajah wanita itu babak belur dan mulai dari sana Rena mengenal Radja dan mereka berhubungan dengan sangat dekat hingga memutuskan untuk menikah.
"Oh, seperti itu Mas. Tapi jika aku memutuskan untuk bercerai darimu apakah kau akan mengabulkannya?" tanya Ailin dengan seulas senyum tipispi yang tersungging dari bibirnya itu.
Radja keliahtan tersentak Kaget dan begitu juga dengan Rena wanita itu mulai kelihatan gelisah menunggu apa yang akan di ucapkan oleh pria yang berada di sampingnya itu. Tiba-tiba terbersit dalam pikiran Radja takut akan kehilangan wanita yang sangat dia cintai itu selama ini Radja tak pernah berpikir jika Ailin akan meminta cerai darinya. Sedangkan Ailin sepertinya sedang menikmati permandangam yang ada di hadapannya saat ini melihat pelakor itu mulai gelisah sampai keringat keluar dari jidatnya itu adalah suatu yang paling Ailin nantikan dari dulu kehancurannya di depan mata Ailin sendiri. Karena mengalah dan juga menerima akan perlakuan yang suaminya lakukan itu tidak akan pernah ada dalam pikiran Ailin. Ailin ingin membalas dendam akan kematian bayinya yang tidak berdosa itu bahkan Air mata AIlin seakan belum kering tapi dia sudah melihat suaminya bersama dengan wanita lain tepat di depan matanya sendiri.
"Mas kok diam? Kau pasti lebih memilih Rena kan dari pada aku?" tanya Ailin lagi dengan masih memasang wajah seakan dirinya baik-baik saja. Namun yang terjadi sebenarnya ialah di dalam hatinya seakan Ailin sedang berperang melawan rasa sakit akan penghianatan suaminya tangan Ailin sampai gemetaran karena berusaha menahan rasa sakit di dadanya.
"Aku akan memilihmu, karena aku mencintaimu sayang." Ucap pria itu di dengan melirik ke arah calon istrinya.
"Berarti kau akan membuang Rena begitu saja jika aku menolak untuk ada istri ke dua?" Ailin mencoba menabur garam di luka wanita yang mau merebut suaminya itu dan kini terlihat jelas jika Rena sedang khawatir akan posisinya.
"Mas, jangan seperti ini padaku, aku begitu mencintaimu dan aku tidak mau berpisah darimu Mas, aku mohon pertahankan aku kau sudah bilang jika kita akan bersama selamanya kan mana boleh kau ingkar janji sepeti ini," Rena bicara dengan berdiri dari posisi duduknya kemudia memeluk Radja dari belakang.
"Tenanglah Rena. Aku akan membujuk AIlitn untuk menyetujui pernikahan kita dan Ailin wanita yang baik dia akan menyetujuinya dengan snagazt mudah," ucap Radja dengan menatap ke arah Ailin.
__ADS_1
"Aku akan merestuinya dengan mudah karena aku wanita yang baik. AKzu lebih baik memberikan suamiku pada pelakor dari pada aku yang harus merusak rumah tangga orang lain," sahut Ailin dengan nada suara tersengar lembut dan senyuamnnya terlihat sangat manis seperti gula kapas. Namun ucapan itu bisa menendang telak ke hati Rena dan bisa di pastikam Rena akan mengingatnya seumur hidup.
Jika Rena adalah wanita yang jahat dan perebut suami orang lain dan Ailin adalah wanita yang baik yang akan memberikan suaminya pada seorang pelakora yang jahat. Kira-kira seperti itu maksud dan ucapan Ailin pada Rena tadi.
"Kamu sangat keterlaluan Mas, suami bukanlah barang yang dengan mudah di berikan pada wanita lainya namun kau tak pernah mengetahui seberapa gilanya aku saat melihat kalian bermesraan di depan mataku, Rena adalah penganggu rumah tangga kita dan sangat wajar jika wanita itu berusaha dekat denganmu dan terus melukai hatiku agar aku mau meninggalkanmu. Tapi kau bahkan tidak perduli dengan apa yang sedang aku rasakan saat ini," gerutu Ailin dalam hati dengan masih mencoba sebisa mungkin mempertahankan senyuman di wajahnya itu.
Ingin rasanya Ailin mencakar dan menampar wajah Rena bertubi-tubi saat ini namun hal tersebut tidak bisa Ailin lakukan karena itu akan membuat Radja membencinya. Ailin hanya bisa diam dengan tangannya terkepal dengan sangat kuat bahkan tubuh Ailin sampai gemetaran karena mencoba menenagkan hatinya yang sedang terluka karena tidak kuat lagi Ailin meminta ijin untuk masuk ke dalam kamar lebih dulu. Dan Radja langsung mengiyakan keinginan istrinya itu. Rena menatap Ailin menaiki anak tangga rumah itu dengan sorot mata membunuh.
Di dalam Kamar.
Ailin berdiri di depan kaca dia melihat pantulan dirinya yang terlihat sangat menyedihkan bahkan Ailin terus berteriak meratapi nasibnya itu, ingin sekali wanita itu melempar semua peralatan Makeup yang ada di atas meja riasnya itu namun sebisa mungin Ailin mencoba menenagkan hati dan pikirnanya jika semua akan baik-baik saja air mata yang tadi tertahan di dalam pelupuk matanya kini mulai jatuh terburai membasahi pipinya itu. Tak lama kemudian terdengar ketukan pintu di luar kamarnya. Ailin bergegas menyeka air matanya dan dia memantapkan hatinya agar melanjutkan drama bahagia yang harus dia lakukan.
Ailin berjalan membukakan pintu untuk orang yang mengetuk pintu itu tadi, Ailin mulai mengeryitkan dahinya heran karena biasanya Radja tidak pernah mengetuk pintu terlebih dahulu jika mau masuk ke dalam kamar, namun kali ini berbeda Ailin mengira itu adalah pelayan rumahnya namun yang tak di sangka-sangka jika itu adalah Rena yang berdiri di depan kamarnya tadi dengan wajah kelihatan riang gembira.
"Mbak boleh aku masuk?" tanpa menjawab sahutan dari Ailin Rena langsung nyelonong masuk ke dalam kamar Ailin tanpa rasa sopan sedikitpun, Rena memperhatikan seluruh isi kamar Ailin yang terlihat rapi dan juga barang mewah memenuhi isi kamar tersebut, Rena duduk di atas ranjang dengan menatap Ailin. " Mbak, duduk sini, setelah menikah nanti aku mau pindah ke kamar ini sepertinya tempat tidur ini sangat nyaman dan juga cocok untuku malam pertama nanti,"
__ADS_1
Deg! Seperti ada hantaman yang sangat keras pada dada Ailin ketika mendengarkan Rena mengucapkan hal tersebut bahkan Air mata di sudut mata Ailin hendak menetes namun sebisa mungkin Ailin mencoba mempertahankan agar Air mata itu tidak sampai menetes dan membuatnya terlihat lemah di hadapa Rena.
"Kau bisa bilang itu pada suamiku," sahut Ailin dengan senyum manisnya.
"Kenapa wanita ini tidak marah, seharusnya dia mengusirku dari kamar ini kan tapi kenapa dia malah menunjukkan wajah tidak keberatan sedikitpun seperti itu semakin membuatku merasa geram saja," gumam Rena dalam hati dengan mengerutkan keningnya. "Mbak kau tidak marah aku merebut suamimu?"
"Kenapa aku harus marah, karena sejak dulu iblis memang selalu menganggu orang yang berhati baik sepeti diriku ini," Ailin mulai tersenyum evil di hadapan Rena.
"Dasar wanita jalangg kau bilang aku iblis!' Rena mulai terpancing emosinya karena sindiran Ailin tadi mengena telak untuk ke sekian kalinya di hatinya itu.
"Bukankah kata-kata wanita jalangg itu lebih pantas aku tunjukkan padamu," sahut Ailin dengan wajah kelihatn penuh kemenangan setelah melihat kemarahan Rena barusan. "ayo Jalangg aku antar kau keluar dari rumahku ini," sindir Ailin dengan berjalan keluar dari kamarnya lebih dulu.
"Aku akan mendorongmu dari tangga rumah ini dan di bawah tangga nantik itu akan menjadi terakhir kali kau menghembuskan nafas di sana," ancam Rena dengan wajah merah padam karena berusaha menahan kegeramannya pada wanita di hadapanya itu.
BAGAIMANA DENGAN NASIB AILIN BERIKUTNYA JANGAN LUPA BACA KELANJUTAN CERITANYA YA KAWAN. . . AKAN SEMAKIN SERU INI CERITANYA DAN BISA MEMBUAT JANTUNG KALIAN IKUT OLAH RAGA GRATIS. .
__ADS_1
JANGAN LUPA FOLLOW IG KHAIRIN NISA YA.DAN JANGAN LUPA BACA KELANJUTAN CERITA DARI NOVE; SANG PENAKLUK SEASON 2. CERITANYA AKAN SEMAKIN SERU SAAT LEE MENIKAH DNEGAN EMILIA AYO BURUAN BACA DAN DUKUNG SEMUA KARNA KHAIRIN NISA. SAYA AKAN SNAGAT BERTERIMA KASIH SETIAN VOTE DAN JUGA LIKE YANG KALIAN BERIKAN. SERTA JANGAN LUPA KOMENTAR YA.