
Adam yang sudah mulai curiga jika ada sesuatu yang buruk sedang terjadi, dia mendekati Pak Ray dan bertanya namun tetap saja asisten itu tidak mau membuka mulutnya sedikitpun walaupun Adam sudah membujuknya. Akhirnya Adam pulang kerumahnya namun dia menyuruh mata-matanya untuk mengawasi semua kamar yang ada di ruangan itu karena Adam tau jika RAdja ada di salah satu ruangan itu hanya saja melihat sorot mata Pak Ray yang tidak bisa di ajak damai sehingga adam lebih memlilih mengalah dan pergi dari acara itu.
Tak lama setelah Adam pergi Sani ikut pulang ke rumahnya setelah beberapa saat dia mencoba mencari Ailin namun sahabatnya itu masih tidak terlihat juga, dengan berat hati Sani pulang tanpa berpamitan pada Ailin.
Di dalam kamar.
Stella segera membantu Reva yang masih duduk di lantai. Sedangkan Wenda segera menenagkan Ailin dan memeluknya. Wenda melihat kondisi Radja dan juga Reva yang kelihatan acak-acakan. Wenda mengetahui jika Reva sedang merencanakan hal buruk namun Wenda tidak pernah menyangka jika Reva akan bertindak sehina ini. Wenda terus mencoba menenagkan Ailin namun wanita itu masih diam dengan menangis tersedu-sedu.
"Reva, Radja. Ada masalah apa ini?" tanya Wenda dengan menatap keduanya bergantian.
Ketika Radja hendak membuka mulutnya namun Ailin mulai merasakan jika kepalanya semakin lama semakin terasa berat dia mulai tidak bisa melihat wajah suaminya dengan jelas hingga akhirnya dia jatuh pingsan. Dan Radja seger membopong tubuh istrinya itu menuju mobil mereka yang sudah terparkir di halaman hotel. Pak Ray sudah berada di depan mobil dengan membukakan pintu untuk Radja yang sedang mengendong Ailin.
"Sayang, apa yang terjadi bertahanlah. Nak," ujar Wenda dengan mata berkaca-kaca. Wenda terus mengusap tangan Ailin yang masih tidak sadarkan diri. Sedangkan Stella dan juga Reva mengikuti mobil itu dari belakang.
"Reva apa yang telah kau lakukan! Kau sudah keterlaluan seperti ini, apakah kau tidak memiliki harga diri sebagai seorang wanita," Stella marah dengan memukul setir mobilnya sampai buku-buku tangannya terlihat memerah.
"Aku harus lakukan apa lagi agar membuatnya mencintaiku Ma, Ma aku mohon bantu aku untuk melewati masalah ini," renggek Reva dengan bersandar di bahu Stella.
__ADS_1
"Kau taukan jika Pak Ray sangat sulit untuk di hadapi," Stella mengerutkan keningnya. karena Stella tidak yakin bisa menghadapi asisten Radja.
Pak Ray sudah memiliki bukti jika Reva yang memaksa Radja. Ya itu adalah rencana Radja dan juga Pak Ray jika sampai Reva bertingkah maka Radja kan membawanya ke kamar yang sudah di penuhi cctv dan alat penyadap suara di setiap sudutnya. Dan benar saja rencana mereka berdua berhasil menjebak Reva namun tak di sangka jika Ailin menyaksikan adegan tersebut saat Pak Ray sedang sibuk menjamu para tamunya.
Rumah Sakit.
Dokter sedang memeriksa kondisi Ailin dan dia sudah keluar dari ruangan di mana Ailin dirawat. Wenda dan juga Radja langsung mengerumuni dokter itu tak terkecuali Stella dan juga Reva. Reva sangat bahagia melihat Ailin menderita seperti ini namun di wajahnya dia kelihatan bersedih seolah dia sangat menyesal akan apa yang dia lakukan barusan. Stella sangat takut jika sesuatu terjadi pada gadis itu maka Wenda tidak akan berbelas kasih lagi padanya dan Reva dan persaudaraan yang mereka bangun sejak lama akan hancur hanya karena kebodohan anaknya itu.
"Dokter, bagaimana dengan kondisi putri saya?" tanya Wenda saat dokter yang merawat Ailin mulai keluar dari balik pintu.
Wenda masuk ke dalam ruangan Ailin lebih dulu ketika Stella dan Reva mau ikut masuk ke dalam segera di hentikan oleh Radja.
"Kalian pulanglah, tidak ada yang di bicarakan lagi." Pria itu bicara dengan wajah datar dan sorot mata kelihatan menyimpan kobaran api yang siap melahap tubuh kedua wanita yang ada di hadapanya itu. "Nyonya Stella, tolong nasehati putrimu jika ini terjadi lagi aku tidak segan-segan menarik dana ku yang selama ini mendanai perusahaan kalian!"
Stella langsung menelan saliva ya yang terasa getir setelah mendengar apa yang Radja ucapkan barusan. Ya perusahaan keluarga Reva hampir bangrut namun Radja menaruh saham dan dana yang begitu besar di perusahaan itu sehingga mereka bisa lolos dari kebangrutan. Stella dan Reva pasti tau apa maksud dari ucapan Radja barusan. Jika Radja sampai menarik semua saham dan dana yang dia miliki dari perusahaan keluarga Stella maka perusahaan itu akan mengalami kebangrutan secara mendadak dengan meninggalkan hutang yang sangat banyak pada bank.
Reva dan juga Stella pergi ke hotel di mana Reva menginap, kamar hotel yang tadi terlihat berantakan kini sudah rapi kambali, Stella mendudukkan tubuhnya di ranjang dengan tangan terkepal dengan kuat melihat ke arah Reva yang sudah selesai mandi dengan mengenakan baju santai. Reva sedang mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil yang berwarna putih. Stella langsung menarik tangan Reva dengan kasar sampai gadis itu meringgis kesakitan.
__ADS_1
"Ma, lepaskan." Wanita itu bicara dengan wajah memberengut.
"Apa yang telah kau lakukan tadi bisa membahayakan perusahaan kita! Apa kau mau jika kita jadi gelandangan jika sampai Radja melakukan apa yang dia ucapkan tadi." Wanita itu bicara dengan emosi meluap-luap.
"Ma, bayangkan saja jika sampai aku menikah dengan Radja, maka kita akan jadi keluarga tersohor dan tidak di pandang sebelah mata lagi oleh teman bisnis Papa," Reva mencoba meyakinkan Stella untuk mengikuti rencananya menyingkirkan Ailin.
REva mencoba meyakinkan Stella jika dia sampai menikah dengan Radja maka keluarga mereka akan menjadi kaya-raya dengan mendadak. Ya usaha Papa Reva memang snagat besar namun beberapa tahun terakhir perusahaan mereka sempat mengalami kebangkutan dan hampir saja gulung tikar di saat yang sama Radja datang dan menaruh sahamnya di sana bahkan sampai sekarang Radja masih terus memantau perkembangan perusahaan Papa Reva.
Reva hanyalan gadis manja dan tidak punya sopan, dia sudah terbiasa di manjakan oleh Stella sehingga wanita itu tubuh menjadi gadis yang sombong dan juga tidak punya aturan. Contohnay jika Stella tidak pernah memanjakan Reva maka gadis itu tidak akan pernah berani menggoda suami orang lain walaupun dia menyukai Radja. Bahkan setelah kejadian tadi Stella masih mau bersekokol dengan anaknya agar Reva menjadi istri kedua jika memang gadis itu tidak bisa menjadi istri pertama.
Stella sangat gila harta, dia akan menghalalkan semua cara agar bisa tetap hidup mewah walaupun itu dengan cara yang salah.
TUNGGU KELANJUTANNYA BESOK YA. .
__ADS_1