Pernikahan Kontrak Ailin

Pernikahan Kontrak Ailin
Sisi Kejam Ailin.


__ADS_3

Ailin sudah berada di dalam gubuk itu matanya menatap ke sudut gubuk yang kini kelihatan gelap karna lampu belum di nyalakan namun salah satu pengawal menyalakan sakral lampu tersebut. Kini terlihat Keren duduk di sudut gubuk itu dengan menaruh kepalanya di lutut. Ailin sangat kaget melihat kondisi gadis yang sangat cantik itu kelihatan lusuh dengan memakai baju compang-camping yang sangat kotor dan sangat persis seperti orang gila. Keren mengangkat pelan kepalanya karna dia merasakan ada yang sedang menatapnya dari depan. Keren terlihat menyedihkan badannya yang dulu kelihatan molek kini berbanding terbalik, badan Keren begitu kurus dengan kantung mata bahkan wajahnya kelihatan berantakan.


Ailin sampai melotot karna hampir saja tidak mengenali wanita itu, Ailin sangat kasihan dan tidak tega dengan kondisi Keren bahkan Ailin sangat dendam pada awalnya dengan wanita yang sempat membuatnya koma di rumah sakit. Namun setelah melihat kondisi Keren saat ini, Ailin merasa kasihan dan ingin sekali menolong wanita itu agar bisa menjalani hidupnya kembali. Ailin bahkan tidak pernah menyangka jika Radja bisa sekejam itu pada mantan kekasihnya begitu kira-kira yang di pikirkan oleh Ailin.


''Radja, apa yang kau lakukan padanya?'' Tanya Ailin dengan mengerutkan keningnya.


''Dia pantas mendapatkan lebih dari ini!'' Bicara dengan wajah datar.


''Ma, bisakah kita melepaskannya?'' Tanya AIlin dengan wajah memohon. Wenda hanya diam dengan menyunggingkan senyumannya.


''Aku hanya sedikit menghukumnya, sekarang aku tanya padamu hukuman apa yang pantas di berikan pada wanita ini?'' Radja bicara dengan melirik tajam ke arah Keren.

__ADS_1


''Ku mohon tolong aku Ailin, aku sudah menyadari semua kesalahanku dan aku juga menyadari jika Radja lebih mencintaimu dari pada aku,'' Bicara dengan Air mata jatuh dengan sangat deras di kedua pipinya.


Keren memohon pada Ailin dengan mengatupkan kedua tangannya di depan wajah hal tersebut seolah menunjukkan jika Keren sangat menyesal tapi jika di lihat dari air matanya yang jatuh bagaikan derasnya air terjun itu, Keren terlihat sangat menyesal mungkin saja satu bulan di kurung si sana membuat wanita itu sadar akan kesalahannya.


Ailin semakin tidak tega dan wanita itu menyuruh dan hampir berlutut di depan kaki Radja namun Wenda mengurungkan niatnya itu karna tidak tega melihat wanita yang dia cintai memohon terus seperti itu akhirnya Radja mengalah dengan egonya dan melepaskan Keren.


 


Pengawal sudah melepaskan ikatan Keren dan wanita itu berjalan mendekati Ailin, Ailin hanya diam tanpa menjaga jarak karna Ailin percaya jika Keren tidak akan berani berbuat kejam lagi seperti sebelumnya. Namun yang terjadi justru Keren mengeluarkan pisau kecil yang selama ini dia simpan di balik bra yang dia kenakan, Keren hendak menusukkan pisau itu tepat di jantung Ailin saat mereka tengah berhadapan, Wenda dengan sigap  memegang pisau itu.


 Mata Radja dan Ailin sontak melotot saat melihat buku-buku tangan Wenda mengeluarkan darah yang mengucur dengan sangat deras. Ailin langsung mendorong Keren ke belakang dan meraih belati yang sedang di pegang oleh Keren kemudian melempar belati itu ke sembarang arah. Ailin sangat murka bahkan wanita itu menampar pipi Keren beberapa kali sampai sudut bibir wanita itu mengalir darah. Keren tergeletak di lantai tak bisa bergerak karna Ailin terus menghujaninya dengan tamparan tiada henti.

__ADS_1


''Aku sudah berbaik hati kepadamu, aku bahkan melupakan semua kesalahan yang pernah kau lakukan tapi apa balasan yang kau berikan padaku! Aku masih terima jika kau pernah membuatku hampir mati tapi kali ini kau sangat keterlaluan karna kau melukai Mamaku!'' Ailin bicara sambil meneteskan air matanya.


Ailin tidak bisa membayangkan jika tadi pisau itu sampai mengenai jantung Wenda.


Melihat akan kemarahan Ailin, Wenda tersenyum tipis karna mengetahui jika wanita itu sangat menyayanginya dan dia tidak salah karna menjodohkan Ailin denga Radja.


''Pengawal, bunuh wanita ini.'' Ucap Ailin dengan berdiri menjauhi Keren. Keren terus memohon dan memohon namun tetap saja Ailin tidak menggubris rengekan wanita itu.


 


Kau seharusnya berterima kasih pada Ailin karna wanita itu sudah memberikanmu kehidupan yang baru tapi kau malah menyalagunakan kebaikan wanita itu. Bahkan selama hidupnya Ailin tidak pernah menyakiti seekor semut dengan sengaja tapi karna kesalahan yang kau lakukan begitu besar sampai membuat wanita itu murka dan lepas kendali.

__ADS_1


Ailin, Wenda dan Radja segera pergi ke rumah yang di bangun Radja di dalam hutan, sedangkan pengawal segera melaksanakan apa yang di ucapkan oleh majikannya itu.


__ADS_2