
Pagi Hari.
Ailin mulai merasakan perutnya ada yang menindihnya, wanita itu mulai perlahan membuka matanya. Namun matanya seakan terasa berat dan sipit. Ya mata indah itu terlihat masih sangat bengkak. Ailin menatap ke arah samping ranjangnya di sana Radja sedang tidur dengan melingkarkan tangannya di perut Ailin. Ailin mulai menjauhkan tangan pria itu dari tubuhnya dan Radja mulai tergelak dari tidurnya saat merasakan ada yang menyentuh tangannya itu.
Radja masih mengerjap-ngerjapkan matanya dengan menatap ke arah Ailin, "Sayang, kau sudah bangun? Apakah kau lapar?" Tanya pria itu dengan nada suara terdengar lembut.
Ailin yang memang dari kemarin belum makan apapun hanya bisa menganggukkan pelan kepalanya, Radja mengecup kening wanita itu dan langsung berdiri pelan dari posisi duduknya.
"Mandilah dulu, aku akan menyiapkan sarapan untukmu." Ailin hanya diam, Radja segera keluar dari kamar dan membuatkan Ailin sarapan. Ini untuk pertama kalinya Radja bersikap baik dan lembut pada seorang wanita.
Ailin hanya diam, wanita itu sudah lelah memikirkan apapun dia hanya ingin mandi lalu makan, agar cacing yang ada di dalam perutnya ini tidak terus berbunyi. Karna terus bersedih juga membutuhkan asupan makanan yang cukup begitu kira-kira arti dari diam wanita itu.
_ _ _ _
Pria itu masih diam di depan kulkas, Radja sedang merasa kebingungan karna dia belum pernah memasak sebelumnya jangankan membuat makanan bahkan memasak mie instan saja pria itu tidak pernah. Radja mengambil telur yang ada di dalam kulkas itu. dia mengambil 5 butir, entah mau diapakan telur itu karna Radja juga mengambil beberapa jenis macam sayuran.
__ADS_1
Namun aku merasa pria itu tidak sedang memasak karna dia seakan sedang mencoba membakar dapur itu. Lihatlah dia mulai membuka resep yang ada di dalam hp nya. Pria itu mengangguk kan kepalanya pelan seolah dia sudah mengerti apa yang coba di jelaskan oleh Chef yang ada di dalam YouTube itu.
Menit kemudian.
Ailin sudah mandi dia nampak lebih segar dan rapi sekarang, wanita itu sudah tidak bisa menitihkan air matanya lagi Karna dia sudah terlalu lama menangis. Ailin mulai merasakan ada yang sedang tidak beres di dapur. Wanita itu segera keluar dari kamar dan berjalan menuju anak tangga namun. Dari anak tangga terakhir wanita itu mencoba mengendus-endus bau gosong yang berasal dari dalam dapur.
Dapur itu sangat berantakan, Radja hanya terdiam dengan mematikan kompor listrik. Ailin berjalan mendekati Radja dengan wajah ditekuk. Matanya melihat sayur yang berantakan di atas meja lengkap dengan telur mata sapi yang berwarna hitam pekat.
"Pergilah biar aku yang bereskan," ucap Ailin karna dia tak tega melihat wajah suaminya yang sekarang kelihatan berantakan.
"Maafkan aku, aku sungguh sudah berusaha." Ucapnya dengan nada suara terdengar penuh penyesalan.
__ADS_1
Rasa menyesal kini mulai terlihat dari wajah tampannya. Ailin terdiam sejenak tiba-tiba ada rasa bersalah yang menyelinap dari dalam hatinya. Pria itu sedah berusaha semampunya namun karna dia belum pernah memasak di dapur maka hal ini sangat wajar terjadi. Ailin menghargai sikap baik Suaminya itu. Dengan nada suara lembut wanita itu menyuruh suaminya agar membersihkan dirinya di dalam kamar mandi. Awalnya Radja menolak karna pria itu ingin membersihkan sendiri dapur tersebut. Karna Ailin terus memaksanya jadi pria itu tidak punya pilihan lain, selain menuruti apa yang istrinya inginkan.
Beberapa waktu kemudian.
Karna rasa lapar yang semakin menyiksa perutnya itu, Ailin hanya membuat Roti bakar lengkap dengan selai coklat dan Satu gelas susu putih di pagi hari.
Radja sudah duduk di kursi kosong yang ada di samping Ailin. Mereka makan bersama tanpa berbicara satu katapun. Radja diam-diam memperhatikan Ailin yang sedang lahap menghabiskan roti bakar yang ada di dalam piringnya. Selesai makan tanpa bicara Ailin langsung berdiri dari posisi duduknya dengan membawa piring kosong itu menuju wastafel. Radja masih memperhatikan wanita cantik itu.
Di rumah Wenda.
Wanita itu diam di meja makan dengan pandangan kosong, dia masih belum menyentuh sarapan paginya itu. Dia terus memikirkan kondisi Ailin perutnya seakan sedang tidak berselera makan. Dia sangat menyayangi Ailin bahkan Wenda sudah mencoba tidak memikirkan Ailin karna Radja sudah ada di samping menantunya itu untuk menjaganya namun tetap saja wanita itu seakan sedang tidak tenang jika bukan dia yang menjaga Ailin sendiri.
Rasanya ingin sekali Wenda melesatkan mobilnya menuju rumah Ailin namun lagi-lagi dia mengurungkan niatnya itu. Karna takut jika kehadirannya maka akan menjadi penghambat akan melanjutkan hubungan anaknya itu.
SETELAH BACA JANGAN LUPA MAMPIR KE NOVEL KHAIRIN YANG BERJUDUL "SANG PENAKLUK 2."
__ADS_1
DAN MAMPIR JUGA KE NOVEL YANG BERJUDUL "MARRIED WITH MY ENEMY."