Pernikahan Kontrak Ailin

Pernikahan Kontrak Ailin
cemberut lagi.


__ADS_3

"Pasti Radja sudah membuat putriku sampai marah dan lihat itu, wajah Ailin kelihatan sangat imut jika sedang cemberut seperti ini. Kapa Radja bisa bersikap romantis dan bisa mengutarakan isi hatinya itu aku sangat ingin memiliki cucu yang bisa meramaikan rumah ini." Gumam Wenda Dalama hati dengan masih tersenyum menatap Ailin yang kini sudah berdiri persis di hadapannya.


"Ma, kenapa ada di sini?" Tanya Ailin dengan nada suara yang terdengar lembut.


"Tadi Mama mau ke dapur, tapi melihat Nak Ailin hendak menuruni anak tangga. Jadi Mama berhenti menunggumu di bawah." Bicara dengan berjalan mengarah ke dapur yang letaknya tak jauh dari tangga rumah itu.


"Ma, apakah aku boleh pinjam mobil?"


"Tentu saja boleh, kau mau kemana Nak jika Mama boleh tau?" Balik bertanya dengan menghentikan langkahnya.

__ADS_1


"Aku ingin makan siang dengan Sani, apakah boleh?" Bertanya dengan penuh harapan agar wanita itu mengijinkan Ailin untuk makan siang di luar.


Tersenyum manis, "Tentu saja!" Wenda menyuruh Bi Ana untuk mengambilkan kunci mobil dari dalam kamarnya tak lama kemudian pelayan itu berjalan mendekati Wenda dengan memberikan kunci mobil tersebut.


Ailin tersenyum riang karna kini dia bisa bertemu dengan Resni dan tidak melihat pria yang tadi sempat memarahinya itu. Ailin tidak benar-benar membenci Radja karna pria itu masih singgah dalam hatinya namun Ailin sangat terganggu dengan sikap angkuh pria itu yang selalu membuatnya kesal setiap waktu.


"Hati-hati di jalan Nak, kau belum sepenuhnya sembuh." Ucap Wenda dengan tersenyum lembut. Tanpa menjawab Ailin hanya menganggukkan pelan kepalanya tanda jika dia mengerti akan apa yang di khawatir oleh Wenda.


Ailin masuk ke dalam mobil dan dia segera melaju keluar dari jalan rumah itu, Ailin sudah melewati gerbang utama. Ailin melajukan pelan mobil itu dan meraih ponselnya yang ada di sampingnya wanita itu menghubungi Sani namun hingga beberapa saat Sani masih saja belum menjawab panggilan teleponnya itu. Maklumlah sejak mengetahui Ailin pindah ke kantor JISET GROUP, Sani juga langsung mengikutinya ke sana karna Sani dan Ailin sudah seperti saudara yang tidak bisa di pisahkan lagi.

__ADS_1


Tidak berhasil menghubungi Sani, akhirnya Ailin bergantian menghubungi Adam tak butuh mengunggu waktu yang lama Adam langsung menjawab panggilan teleponnya.


"Hallo Ailin," Sahut Adam dari seberang sana.


"Kak aku tadi menghubungi Sani namun dia masih juga belum mengangkat panggilan telpon dari ku. Bisakah Kak Adam suruh dia untuk makan siang di restoran dekat kantor JISET?" Bicara dengan memusatkan pandangannya ke arah jalanan yang cukup ramai.


"Tentu saja akan aku sampaikan sekarang," Bicara dengan menarik tubuhnya dari kursi kantor. "apakah aku boleh ikut makan siang bersama kalian?"


"Tentu saja!" Bicara dengan mengakhiri panggilan telpon ya.

__ADS_1


Adam sangat bahagia karena Ailin menghubunginya walaupun pria itu tau jika Ailin hanya ingin menyuruhnya untuk menyampaikan pesannya pada Sani. Namun bagi Adam sudah bisa mendengarkan suara Ailin saja itu sudah lebih dari cukup baginya. Adam sangat mengagumi kebaikan dan kecantikan wanita itu hingga tak jarang setiap malam ada selaku kesulitan untuk tidur karna Ailin selalu menari-nari dalam bayangannya setiap malam. Kau juga harus sadar Adam jika wanita itu sudah memiliki suami.


__ADS_2