
Selesai membereskan meja makan Ailin langsung duduk di ruang tamu, Radja sudah tau jika wanita itu ingin membicarakan sesuatu hal yang penting karna dari cara Ailin yang diam tanpa kata itu sudah menunjukkan jika wanita itu masih marah pada suaminya. Radja sudah paham apa yang wanita itu ingin bicara. Pasti Ailin mau membahas tentang perceraian mereka namun Radja tidak akan mau melepaskan wanitanya itu.
Ailin sudah singgah dan menetap di hatinya tak mungkin Radja mau melepaskan istrinya yang sangat baik hati itu. Ailin duduk dengan pandangan kosong, Radja ikut mendudukkan tubuhnya di kursi kosong yang ada di samping istrinya itu.
"Sayang, kau boleh minta apapun padaku kecuali perceraian." Pria itu langsung bicara apa adanya tanpa ada yang dia tutupi.
"Aku berjanji akan mengembalikan semua uang yang telah kau berikan padaku. Dan hiduplah dengan bahagia bersama dia!" Wanita itu mencoba sebisa mungkin menahan air mata yang kini mulai menumpuk di sudut matanya. Hati Ailin sangat hancur saat dia mengatakan akal hal tersebut tapi dia mencoba sebisa mungkin menekan semua rasa kalut yang saat ini sedang berkecamuk dalam hatinya.
memegang tangan Ailin dengan wajah kelihatan cemas, "Wanita itu, apakah yang kau maksud itu Keren?"
__ADS_1
"Kau sudah tau dengan jelas! Siapa dia." Bicara tanpa menoleh dengan berusaha masih menahan rasa sesak yang sekarang sudah mulai menghimpit dadanya.
Apa ini yang sedang dia bicara, apakah dia mulai cemburu pada Keren? Ya dia pasti cemburu karna dia mengira aku lebih percaya pada keren. Jika Ailin memiliki rasa cemburu padaku maka, wanita ini sudah mulai menyukai ku. Gumam pria itu dalam hati dengan mengerutkan dagunya.
Pria itu harus menjelaskan semuanya sebelum Ailin menjauh darinya dan membencinya. Karena wanita itu kini sedang dalam keadaan sekarat. Tubuh Ailin baik-baik saja namun kematian Lani pasti akan selalu membekas dalam hatinya. Ailin diam tanpa bicara karna dia wanita itu sadar jika dirinya bukan siapa-siapa walaupun statusnya di rumah itu sebagai nyonya rumah tapi Ailin tetap tidak bisa merasakan hal tersebut karna sebuah kontrak pernikahan yang akan berakhir beberapa bulan kedepan.
"Sejak awal aku aku lebih percaya padamu sayang, dari pada dengan wanita Keren!" Bicara dengan air muka kelihatan serius.
Mulai mengalihkan pandangannya menatap pria yang sedang duduk di sampingnya itu, "Apa maksud dari ucapanmu itu?"
Ailin masih diam mencoba mendengarkan apa yang pria itu jelasnya, karna dia tak ingin ada yang terlewat dari pendengarannya walaupun itu hanya satu kalimat saja.
Namun Ailin tidak mengira jika pria yang ada dihadapannya ini akan mengatakan hal demikian.
__ADS_1
"Bahkan saat Keren berpura-pura pingsan aku juga sudah mengetahuinya namun aku sengaja tidak memberitahunya padamu. Karna aku tak menyangka jika wanita itu bisa melukaimu sampai separah ini." Radja mulai menundukkan kepalanya karna sangat merasa bersalah akan kejadian yang menimpa istrinya itu.
"Kenapa kau tidak menceritakan semuanya padaku! Kau membuatku salah paham padamu." Kini pertahanan wanita itu mulai runtuh terlihat dari air mata yang mulai mengalir tanpa jeda dari sudut matanya.
"Mungkin karna rasa egois ku yang terlalu besar sehingga membuatmu berpikir sampai ingin mengakhiri pernikahan kita." Pria itu bicara dengan tangannya mengusap air mata di kedua pipi istrinya itu. "kumohon berhentilah menangis aku tidak ingin membuatmu terluka lagi setelah ini."
Radja CEO yang terkenal akan sikap dingin seperti es namun untuk pertama kali ini pria itu memohon pada seseorang. Dan Ailin lah orang pertama yang bisa meluluhkan hati itu sehingga balok es yang tadi menyelimuti hati Radja perlahan mulai mencair. Kebaikan dan kecantikan Ailin mampu membuat pria itu bertekuk lutut pada cinta, bahkan kesepian yang dulu sempat pria itu rasakan mulai hilang sejak dia menikah dengan Ailin.
Rencana Allah sangat indah bukan, siapa yang tau akhirnya akan seperti ini. Keteguhan hati seorang istri yang bisa merubah semuanya. Dan semoga saja pernikahan kontrak mereka akan berakhir dan berubah menjadi pernikahan resmi yang akan di hadiri oleh banyak orang.
"cih, kau kira aku anak kecil sehingga aku bisa begitu saja percaya apa yang kau ucapkan itu!" Ailin sangat takut jika dia terlalu sehingga sebisa mungkin wanita itu mencoba menahan rasa cinta yang kini sudah mulai bergemuruh dalam hatinya.
"Besok ikutlah denganku akan aku tunjukkan padamu di mana wanita itu!" bicara dengan memeluk wanita itu, dan berbisik di tepat di samping telinganya.
__ADS_1
Sampai kapan salah paham ini akan usai dan Ailin akan hidup bahagia bersama suaminya. Sedangkan di luar sana Adam sedang mencari cela agar bisa merebut hati Ailin.