Pernikahan Kontrak Ailin

Pernikahan Kontrak Ailin
Salah faham


__ADS_3

Radja melihat dari lantai atas. dia melihat Keren menangis sembari memegangi tangannya yang berdarah sedangkan Ailin hanya bisa diam mematung melihat drama yang sedang Keren mainkan saat ini.


Radja berlari menuruni anak tangga dan dia segera berjalan mendekati Keren dengan wajah terlihat panik akan apa yang sedang terjadi di rumahnya itu. Darah Keren jatuh begitu banyak dilantai dan dia langsung pingsan saat Radja berjalan hampir mendekatinya.


"Apa yang kau lakukan padanya!" Bentak Radja sembari mendorong pelan tubuh Ailin hingga mundur paksa beberapa langkah kebelakang.


Eh aneh, dia terlihat sangat marah tapi kenapa dia mendorongku dengan sangat pelan ya. Begitu kira-kira arti dari sorot mata Ailin saat itu.


Radja yang melihat Keren sudah tidak sadarkan diri segera segera membopongnya menuju sofa, Ailin masih bengong ditempatnya berdiri dia bingung mau melakukan apa karna Ailin pasti akan jadi orang pertama yang Radja salahkan atas terlukanya Keren barusan.


Keren adalah kekasih Radja tidak mungkin dia akan membela Ailin yang statusnya hanya sebagai istri kontrak saja.


Setelah membaringkan tubuh Keren diam atas sofa Radja segera berjalan menuju meja yang tak jauh dari sofa tersebut.


Radja segera menelpon dokter pribadinya. Sedangkan Ailin berjalan menuju dapur dia segera mengambil peralatan yang dibutuhkan untuk membersihkan bercak darah pada lantai rumahnya. Radja masih menatap Ailin dengan pandangan sinis! Sekarang dokter yang merawat Keren sudah selesai mengurus tangan keren yang terluka.

__ADS_1


"Tuan, Nona Keren butuh istirahat dia akan segera pulih setelah siuman nanti." Ujar dokter tersebut pada Radja sembari memasukkan peralatan medisnya kembali kedalam tasnya.


Radja berjalan mengantar dokter tersebut sampai kedepan pintu. Keren yang melihat Radja sudah tidak ada di ruangan tersebut dia segera beranjak duduk.


"Lihatlah bagaimana Radja memperlakukanmu! Dasar wanita murahan." Maki Keren dengan suara lirih karna takut kalau Radja sampai dengan.


Walaupun Keren bicara dengan nada sangatlah pelan namun Keren juga memastikan jika Ailin bisa mendengar dengan jelas makiannya tersebut. Ailin hanya diam sembari memasang wajah datar karna Ailin merasa enggan untuk menangapi makian Keren barusan.


Keren kembali pura pura tidur setelah mendengar langkah kaki yang berjalan semakin mendekat. Ya itu adalah langkah kaki Radja.


"Tunggu!" Ucap Ailin karna dia merasa Radja harus tau yang sebenarnya. Radja segera menghentikan langkahnya saat mendengar suara Ailin.


"Kau mau mengelak jika itu bukan salah mu!" Cecar Radja dengan memalingkan wajahnya menatap kearah Ailin.


"Kumohon percayalah, aku tidak bersalah!" Ailin bicara dengan mata berkaca-kaca dia berharap Radja mau mendengarkan penjelasannya.

__ADS_1


"Kau fikir aku akan percaya padamu! Berhentilah bersandiwara di hadapanku!" Teriak Radja sembari hendak melayangkan tangannya pada Ailin. Ailin hanya pasrah sembari memejamkan matanya dengan wajah ketakutan Ailin sudah membayangkan betapa sakitnya tamparan itu.


Cup!


Namun Radja tidak menampar Ailin dia malah mengecup bibir Ailin sesaat. Ailin yang kaget pun langsung membuka matanya lebar-lebar dia memundurkan tubuhnya beberapa langkah kebelakang. Ailin melihat Radja yang mengusap bibirnya yang basah dengan tangan. Sedangkan Ailin kebingungan dengan sikap Radja yang berubah tiba-tiba.


"Itu hukuman mu!" Ucap Radja.


Apa sih maksutnya aku sama sekali tidak mengerti sedikitpun mana ada orang yang memberikan hukuman seperti itu. Atau dia berbuat baik padaku sebelum dia benar-benar mengusirku dari rumahnya aku sungguh bingung memikirkan sikap para orang kaya ini hidup mereka sungguh rumit seperti tulisan tinta pada kertas putih yang terlihat tidak beraturan.


Ailin masih kebingungan dengan sikap Radja terhadapnya barusan. Radja berjalan mendekati Keren dan dia segera membopong tubuh Keren memasuki kamar tamu rumahnya yang ada di lantai bawah sedangkan Ailin berjalan mengikuti Radja dari belakang. Setelah tiba di kamar Radja segera menaruh tubuh Keren dengan sangat hati-hati di atas ranjang Tersebut.


Melihat kearah Ailin yang ada di belakang pintu, "Keluarlah aku akan mengantikan baju Keren karna terlalu bau alkohol."


Ailin langsung berjalan keluar ruangan tersebut dengan mata berkaca-kaca.

__ADS_1


LIKE DAN KOMENTAR YANG BANYAK YA SUPAYA SAYA BISA SEMAKIN SEMANGAT LAGI UNTUK UPDATE TERATUR ☺️☺️


__ADS_2