
Wenda dan Radja berbicara akan hal tersebut dengan hati-hati agar Ailin tak sampai mendengarkan hal tersebut. Radja menceritakan tentang semua yang terjadi di dalam ruang kerjanya tadi ternyata bukan hanya Pak Ray saja yang mengetahui akan hal tersebut bahkan Radja juga ikut memperhatika Reva sejak berada di dalam ruangannya tadi. Radja sengaja bersikap mesrah pada istrinya di depan Reva agar wanita itu sadar jika cinta masa kecil yang pernah tumbuh di antara mereka sudah hilang dan sirna bahkan tanpa meninggalkan sisah sedikitpun di hati pria itu.
Itu hanyalah cinta monyet dan sekarang Radja sudah memiliki pendamping dan akan menjadi seorang ayah, Radja mencoba menunjukkan akan hal tersebut pada Reva namun wanita itu masih tidak bisa menerima akan hal tersebut. Bahkan diam-diam Pak Ray juga menyuruh beberapa pengawalnya menginap di hotel yang sama dan juga memesan kamar persis di samping kanan dan kiri Reva.
Para pengawal itu bertugas menyadap setiap ucapan Reva bahkan mereka juga menaruh cctv di sudut ruangan tersebut saat Reva sedang mabuk dan tertidur dengan sangat pulas. Bahkan para pengawal itu tidak ke sulitan sedikitpun melakukannya karna Reva sedang tidak sadarkan diri akhibat pengaruh alkohol yang terlalu banyak.
Wenda memang sangat menyayangi Reva, namun sekarang Ailin adalah menantunya lebih lagi nasib Ailin yang begitu malang membuat Wenda selalu ingin menjagannya dari bahaya yang ada termasuk ancaman akan pelakor yang akan merusak rumah tangga anaknya itu.
selesai berbicara dengan Wenda Radja segera kembali masuk ke dalam kamarnya.
__ADS_1
Malam Hari.
Ailin dan juga Radja sedang rebahan di atas ranjang. Ailin tidur dengan berbalik ke kanan dan kekiri dia seakan sedang ingin bicara namun tidak berani menanyakan hal tersebut pada suaminya sehingga yang dia lakukan justru sibuk memutari ranjang sampai membuat Radja terganggu. Radja menatap ke arahnya dengan menyentil jidat wanita itu sedikit lebih keras.
"Kau ingin menanyakan sesuatu sayang?" Tanya Radja dengan membuka selimut yang menutupi wajah Ailin.
"Ya, aku ingin tanga sesuatu Suamiku tapi aku takut kamu marah," Ailin bicara apa adanya dengan mengigit bibir bawahnya.
"Apakah kau dan Reva tidak pernah menjadi pasangan," Ailin menghentikan ucapannya dengan tangannya menyatuh satu sama lain seolah menunjukkan jika dia ingin bilang jika Radja dan juga Reva apa pernah berciuman sebelumnya.
__ADS_1
"Jauhkan pikiran mesum mu itu," Bicara dengan kembali hendak menyentil jidat wanita itu.
"Jangan sakit," renggek Ailin dengan menutupi jidatnya dengan tangan. Radja meminggirkan tangannya dan sebagai gantinya pria itu mengecup jidat Ailin dengan lembut.
Radja menceritakan apa adanya karna dia tak ingin jika hubungannya yang sekarang semakin baik dengan ailin retak hanya karena ke salah pahaman. Radja belajar dari masa lalu dan dia tidak akan pernah menyakiti hati Ailin lagi seperti sebelumya. Ailin pun bernafas lega setelah mendapatkan penjelasan dari suaminya walaupun dia masih sedikit ragu dan sangat takut kehilangan suaminya lebih lagi kini ada janin yang sedang tubuh sehat dalam rahimnya janin itu pasti membutuhkan Papanya begitu kira-kira yang ada di dalam pikiran Ailin.
Rumah Adam.
Adam sangat frustasi melihat Ailin dengan sahabatnya dan dia belum juga merasa mengantuk padahal sudah menikmati beberapa botol bir dan kini dia sedang menghabiskan botol bir yang ketiga. Adam minum sendirian di dalam bar mini yang ada di rumahnya dia bicara sendiri seperti orang gila dengan meneguk bir itu langsung dari botolnya.
__ADS_1
Semoga saja Adam bisa mendapat wanita yang baik untuknya karna dia adalah pria yang baik dan pantas untuk bahagia.