Pernikahan Kontrak Ailin

Pernikahan Kontrak Ailin
Marah.


__ADS_3

Plakkk!


 


 


Wenda menampar pipi Keren dengan sangat keras sampai wanita itu meringis kesakitan, mata keren melotot dia tak menyangka jika Wenda akan menamparnya dengan keras. Tentu saja Wenda menampar wanita itu agar dia menyadari jika dia Wenda tidak mudah dia bohongi.


 


 


''Jangan berani kau sebut aku dengan pangila seperti itu dengan mulkut kotormu itu!'' Maki Wenda sembari mulai berdiri dan mundur beberapa langkah ke belakang menjauhi Keren.


 


 

__ADS_1


Keren baru menyadari jika dia sudah salah sangka, Kini wajah Keren yang terlihat bahagia itu mulai hilang, dia sudah tak memiliki harapan lagi bisa keluar dari gubuk itu. ''Kumohon nyonya keluarkan aku dari penderitaan ini.'' Wenda tak menjawab rengek kan Keren itu, dan kini keren mulai mengalihkan pandangannya pada Adam. ''Adam, aku mohon selamatkan aku.'' Rengek Keren dengan air mata mulai membasahi pipinya lagi. Air mata itu terus jatuh semakin deras membasahi pipinya air mata itu terus jatuh tanpa jeda.


 


''Berdoalah Ailin akan sembuh, karna jika istriku sampai tidak juga sadar kamu akan mengalami penderitaan yang lebih menyedihkan dari kematian!'' Ancam Radja dengan menyatuhkan alisnya.


 


 


''Pengawal, masukkan binatang itu setelah kami pergi!'' Ucap Wenda dengan tersenyum sini menatap ke arah Keren.


 


 


 

__ADS_1


''Aku mohon jangan lepaskan hewan itu, aku sangat takut, hiks hiks aku mohon jangan kau lepaskan,'' Rengek keren dengan menangis sesenggukkan


 


Namun pengawal tersebut tak menghiraukan sedikit pun renggek kan Keren dia tetap membuka kotak tersebut dan tikus itu langsung berlari menghampiri Keren, sontak wanita itu langsung berteriak-teriak dengan sangat keras dengan tangisannya terdengar semakin memilukan. Itu adalah di tengah hutan biarpun dia berteriak meminta tolong namun tetap saja tidak akan ada yang datang menolongnya lebih lagi tak ada orang yang berani menentang Radja dan Wenda. Bahan tidak juga orang tua Keren sendiri


 


 


 


Kini hari mulai menunjukkan pukul 17.00, Radja, Adam dan Wenda masih berdiri di depan gubuk itu seoah-olah mereka sedang  menikmati sebuah teriakan yang berasal dari dalam gubuk tersebut bahkan seringai sinis terlihat dari bibir Radja kala itu,


 


''Ma, sudah sore apakah kita akan kembali sekarang? Atau Mama mau beristirahat dulu di sekitar sini?'' Ya beberapa waktu yang lalu Radja sempat membangun sebuah rumah yang terbilang sederhana namun tetap saja rumah itu memiliki  peralatan yang lengkap. Rumah itu di gunakan oleh  para pengawalnya untuk beristirahat. BIar pun Radja sangat lah kejam namun dia juga memiliki sikap yang baik contohnya, dia selalu mengutamakan kenyamanan para pengawalnya dan tak membiarkan semua pengawalnya mengeluh dan kekurangan suatu apa pun selama menjalankan perintah darinya.

__ADS_1


 


Tidak semua CEO kejam itu tidak memiliki hati contohnya adalah Radja. Mungkin karna kebaikan itu membuat pria itu bisa memiliki istri sebaik Ailin. Apakah kalian setuju.


__ADS_2