Pernikahan Kontrak Ailin

Pernikahan Kontrak Ailin
Aku Mencintai Mu.


__ADS_3

    Pak Ray dan juga Sani masih ada di halaman rumah, sekarang sudah pukul 21,00 malam.  Angin malam mulai memainkan rambut panjang Sani sampai rambut wanita itu terbang tak beraturan mengikuti arah angin membawanya. Rambut panjang Sani mulai terbang dan mengenai wajah Pak Ray. Pria itu mencium aroma wangi strawberry dari rambut Sani dia seakan betah saat


rambut panjang wanita di sampingnya berlama-lama di wajahnya.


    “Maaf, akan aku kuncir rambut ku biar tak mengenaimu lagi Pak Ray,” ujar Sani dengan mengambil tali dari pergelangan tangannya namun ketika wanita itu mau mengucir kuda


rambutnya tiba-tiba Pak Ray menghentikannya.


    “Kau lebih cantik jika rambut panjangmu terurai,” ucap Pak Ray dengan menatap majah cantik Sani dari jarak yang sangat dekat.


     Tersipu malu, “Benarkah,” Sani mulai melepaskan ikatan rambutnya dan membiarkan rambut panjangnya di mainkan oleh hembusan angina di malam hari.


        Jika di lihat dari cara Sani tersipu malu saat di puji sedikit saja oleh Pak Ray jelas


terlihat jika wanita itu juga memiliki perasaan yang sama sepeti Pak Ray namun


keduanya masih malu-malu unutk mengunggkapkannya lebih lagi Pak Ray tidak


pernah pacaran sebelumnya jadi pria itu pasti takut jika nantik di tolak cintanya oleh Sani.


    Sani sudah bolak-balik pacaran namun wanita itu sering di sakiti oleh mantan kekasihnya sehingga sekarang dia tak bisa mengetahui isi hatinya apakah dirinya menyukai asisten Bosnya itu ataukah tidak, sebab Sani sangat takut di sakiti laki oleh laki-laki, terakhir kali dirinya berpacaran kekasihnya berselingkuh dengan sahabatnya sendiri dan karena itu sekarang Sani lebih nyaman untuk sendiri dulu sebab luka yang di


timbulkan oleh mantan-mantan kekasihnya jelas masih membekas di hatinya.


     “Sani bisakah aku bicara?” tanya Pak Ray dengan wajah kelihatan ragu-ragu.


     “Ya, bicaralah tidak perlu sungkan bukankan kita juga sahabat,” sambung Sani dengan menepuk lengan Pak Ray.


     “Aku mencintaimu. Mau kah kau menjadi kekasihku?” Pria itu bicara dengan nada begitu cepat namun dia juga memastikan jika Sani bisa mendengarkannya berbicara.


      Mata wanita itu langsung terbuka lebar-lebar saat dia mendengar apa yang di ucapkan pria di sampingnya itu, bahkan sani juga sampai tak percaya dengan apa yang di ucapkan oleh Pak Ray sebab pria itu bicara dengan begitu cepat. Lihatlah itu wajah Sani


sampai bengong saat melihat Pak Ray yang sedang menundukkan pandangannya karena


malu.


    Pak Ray tidak pernah mengunggkapkan cintanya pada seorang wanita dan bisa di bilang ini adalah kali pertama dirinya mengutarakan isi hatinya pada Sani setelah pria itu memberanikan dirinya untuk membuang semua rasa malu yang kini sedang menyelimuti hatinya, ini tidaklah mudah bagi Pak Ray karena dirinya sangat


canggung dan juga tidak bisa menyembunyikan bucin yang ada di hatinya saat berdekatan dengan Sani.


       “Pak Ray, apakah kau serius dengan apa yang kau katakana barusan?” tanya Sani mencoba meyakinkan jika suara yang masuk ke gendang telinganya tadi ialah tidak salah.

__ADS_1


Dengan malu-malu pria itu hanya menganggukkan pelan kepalanya tanpa menoleh pada Sani.


       Sani diam sesaat dengan menundukkan pandangannya namun mata gadis itu melirik ke arah Pak Ray yang berada di sampingnya.


     “Aku juga mencintaimu.” Jawab Sani dengan menatap ke arah Pak Ray.


     “Berarti kau sudah menerimaku dan kita sekarang adalah sepasang kekasih,” tanya Pak Ray balik dengan wajah merah padam karena tersipu malu. Sani menganggukkan


kepalanya dengan masih menatap ke arah Pak Ray.


     Ingin sekali rasanya pria itu loncat bahkan terteriak karena merasa sangat bahagia akhirnya cinta yang sudah lama di pendam kini terungkap juga, dan ternyata menyatakan


cinta tak semudah membunuh orang mungkin itu yang sekarang sedang Pak Ray


lakukan. Karena dirinya tidak akan berpikir lama untuk menghilangkan satu nyawa


musuhnya namun untuk mengungkapkan cinta pada gadis pujaanya pria itu harus


berpikir lama dan juga berhati-hati dalam bicara.


     Pak Ray dan juga Sani saling beradu pandang, pria itu melihat wajah cantik gadis yang baru saja menjadi kekasihnya, bibir merah mereka seperti buah ceri dan juga mata sayup  dengan hidung mancung seperti


pinokio hal itu semakin membuat Pak Ray kalang kabut dan mabuk kebayang di


dekat dengannya. Wanita itu juga bergumam dalam hati jika Pak Ray lebih tampan


dari semua mantan kekasihnya dan pria ini juga memiliki masa depan yang mapan


dan menjadi incaran banyak wanita.


    Sani merasa menjadi wanita yang paling beruntung karena bisa mendapatkan hati Asisten tampan yang sekarang sudah resmi menjadi kekasihnya. Sani mulai memejamkan mata saat Pak Ray semakin mendekatinya, pria itu tak sabar ingin mencicipi bibir sani


yang begitu mengoda matanya. Bibir ranum yang selama ini mampu membuat Pak Ray


tidak bisa tidur semalaman. Saat bibir Pak Ray dan juga bibir wanita itu hendak


menyatuh namun suara Adam membuyarkan semua keromantisan yang hampir saja terjadi di antara keduanya.


      “Pak,” Adam menghentikan ucapanya saat melihat kedua orang itu sedang di mabuk cinta dan juga dirinya mungkin sangat tidak beruntung hari ini karena melihat orang


hendak berciuman dan lebih parahnya lagi dirinya datang di saat yang tidak

__ADS_1


tepat atau bisa di bilang seperti penganggu.


    Sani dan juga Pak Ray gelagapan, mereka berdua pasti sedang merasa malu karena kepergok hendak berciuman di hadapan majikan mereka, walaupun sekarang Adam sudah memalingkan wajahnya namun tetap saja wajah kedua sejoli itu merah padam karenanya.


    “Ya Tuan muda?” sahut Pak Ray dengan membungkukkan badannya di belakang punggung Adam.


     “Kalian selesaikan dulu aku akan menemui Ailin lagi, ada yang lupa belum aku sampaikan padanya,” bujuk Adam untuk mengusir rasa canggung akhibat gangguannya tadi.


     Sani masih menundukkan pandangannya karena malu sedangkan sedangkan Pak Ray malah kehilangan keberaniannya untuk mencumbu gadis cantik di depannya saat ini.


"Kak, Adam kenapa kau kembali lagi tadi katanya mau pulang?" tanya Ailin yang sedang duduk di ruang tamu rumah itu.



Adam menceritakan apa yang sedang pria itu lihat di depan rumahnya tadi. Ailin langsung tersenyum lebar saat mengetahui jika Pak Ray dan Sani saling mencintai ternyata tebakan wanita itu benar selama ini.


       Adam ikut tersenyum bahkan hatinya terlihat sangat tenang saat dia melihat senyuman yang sudah lama tidak dia lihat dari bibir manis wanita pujaannya itu kini mulai terlihat lagi.


"Kak, apakah yang kau ucapkan ini benar aku sangat bahagia." Tanpa sadar Ailin memeluk tubuh Adam karena dirinya begitu bahagia akhirnya Sani mendapatkan pria yang benar\-benar tulus mencintainya.



Keesokan harinya.



Seperti biasa Sani sedang menyiapkan sarapan pagi di dapur wanita itu mengambil satu helai Rati tawar dan kemudian menaruh selai coklat dan juga taburan keju di atasnya, Sani mengetahui jika Ailin sangat menyukai coklat dan wanita itu pasti akan memakan roti bakar buatannya Sani sangat yakin itu.



"Ya ampun. . apakah kau mencium bau sesuatu?" Ailin tiba\-tiba datang dari arah belakang sampai Sani jantung Sani berdegup dengan sangat kencang karena kaget.



Ailin mengendus\-endus di dalam dapur seolah\-olah wanita itu sedang mencium suatu bau yang asing di Indra penciumannya. Dengan polos Sani ikut mencium bau yang di maksud oleh sahabatnya itu namun Sani masih juga belum menemukan asal bau yang di maksud oleh sahabatnya.


"Aku tidak mencium bau yang kau maksud itu, memangnya ada bau apa? Aku sudah mandi loh," ucap Sani dengan mencium bau di badannya namun dia bisa menantikan jika bau yang di maksud oleh sahabatnya itu bukan bau badannya.


"Aroma wangi dari dua hati baru saja jatuh cinta!" Sindir Ailin dengan di selingi tawa renyah dari bibirnya.


__ADS_1


JANGAN LUPA MAMPIR JUGA KE NOVEL KHAIRIN YANG BERJUDUL "SANG PENAKLUK 2"


__ADS_2