
Ailin dan juga Radja sudah berada di dalam ruangan. Reva dan juga Stella langsung mengetuk pintu ruangan itu dari luar, setelah mendengar jawaban dari dalam kantor Radja kedua wanita itu langsung masuk ke dalam.
"Reva, bagaimana kabarmu?" Tanya Ailin dengan seulas senyum manis di bibirnya. Reva sangat keget saat mendengar apa yang Ailin ucapkan karena wanita itu mengira jika Ailin dan juga Radja pasti sedang bertengkar hebat semalam namun kenyataanya malah sebaliknya mereka baik-baik saja.
"Kabarku sangat baik," Reva menjawab dengan suara yang terdengar sangat malas.
"Nak Ailin apakah kau baik-baik saja," tanya Stella berbasa basi.
"Ya, aku sangat baik, karena sebuah kenyataan jika ada wanita gila yang sedang mencoba merayu suamiku."
__ADS_1
"Apa maksud dari uacpanmu Ailin!" Reva langsung terpancing dengan sangat mudah dan itu membuat Ailin bahagia karena bisa mempermainkan emosi wanita itu.
"Nyonya Stella lihatlah ini,"
Ruangan Radja ada layar lebar di belakang Stella dan juga Reva. Mereka berdua segera mengarahkan pandangannya saat layar itu mulai meyala. Stella dan juga Reva melihat kejadian yang ada di dalam kamar beberapa waktu yang lalu. Reva mengertakkan giginya merasa geram akan hal tersebut.Namun tawa puas malah tersungging dari bibir Ailin sedangkan Radja hanya bisa diam dengan memeluk pinggang istrinya dari posisi duduknya.
"Jika kau berani megoda suamiku lagi maka aku bisa pastikan jika rekaman ini akan tersebar!"
"Baiklah, akan aku buktikan dan akan aku pastika rekaman ini akan menjadi topik hangat di berita hari ini juga"
__ADS_1
Stella memohon kepada Ailin bahkan Reva juga mulai ketakutan dengan ancaman Ailin barusan. karena jika sampai hal itu terjadi tidak akan ada orang yang mau menikah dengannya kelak. Dan lebih parahnya lagi usaha Papanya akan gulung tikar saat itu juga. Reve dan juga Stella meminta maaf atas perlakuan mereka barusan dan mereka juga berjanji tidak akan pernah menganggu kehidupan Radja lagi.
Stella dan juga Reva keluar dari kantor itu dan mereka langsung menuju hotel dan menfemasi semua barang-barang mereka dan segera kembali ke rumah mereka yang ada di luar negri. Adam sangat bahagia saat mendengar hal tersebut dan pria itu juga berpamitan pada Radja dan Ailin jika dia akan pergi dari kantor itu, Adam di jodohkan oleh kedua orang tuannya dan dia harus meneruskan perusahaan ayahnya yang ada di jerman.
"Kak Adam, aku pasti akan sangat kehilangan dirimu," Ailin hendak memeluk Adam untuk yang terakhir kalinya namun Radja segera memegangi kera kemeja wanita itu sehingga Ailin mengurungkan niatnya.
"Hei, kawan tidak bisa kah ka bersikap lebih lembut padanya," ujar Adam dengan meninju pelan legan Radja.
"Ini tanda sayangku padannya, kau jangan ikut campur," sahut Radja dengan menatap sahabatnya dan kedaunya saling berpelukan.
__ADS_1
Adam sangat mencintai Ailin dia takut jika sampai keegoisannya bisa membuatnya lepas kendali dan merebut Ailin dari Radja. Adam lebih memilih menerima perjodohan kedua ornag tuannya walaupun dia tidak mengenal siapa wanita yang akan menikah dengannya itu karena Adam sudah jatuh hati pada Ailin dan dia tidak bisa mencintai wanita lain lagi. Itulah yang membuat Adam tidak menolak saat orang tuannya menjodohkan dirinya.