Pernikahan Kontrak Ailin

Pernikahan Kontrak Ailin
Sebuah Pengakuan.


__ADS_3

   Selesai berganti baju AIlin langsung duduk di sofa. Ruangan kamar yang terbuat dari kayu itu terlihat sangat sederhana namun juga mewah karna Kamar tersebut ri desain khusus untuk AIlin. Ya bahkan Pak Ray telah memberikan peredam suara yang memutarri dinding kamar itu. Asisten itu sangat tau apa yang harus dia lakukan dia hanya ingin membuat nyaman majikannya jika sedang bercinta mungkin begitu ya ada di dalam pikiran Pak Ray. Bahkan asisten itu juga sangat mengerti apa yang di butuhkan oleh Radja.


   Lihatlah itu Ailin duduk di sofa dengan kurang nyaman, pantas saja wanita itu sangat kurang nyaman karna Pak Ray telah memberikannya piyama tidur yang bisa di bilang hampir transparan. Pyama dengan belahan dada yang lebar dan juga dengan berbahan sangat tipis hampir mirip dengan lingerie. Ailin belum pernah memakai baju seperti itu sebelumnya pantaslah wanita itu terlihat sangat kurang nyaman bahkan sampai AIlin menutupi tubuhnya dengan bantal yang ada di belakang punggungnya tadi. Sedangkan Radja hanya diam dengan menatap ke layar ponselnya namun diam-diam mata pria itu melirik ke arah istrinya yang sedari tadi sibuk bergerak kesana-kemari.


   Lihat itu bahkan Radja tersenyum nakal saat melihat gunung kembar istrinya yang terlihat menonjol dari balik baju tipis itu. Hal ini sangat maklum terjadi karna sejak Ailin koma di rumah sakit hingga sekarang pria itu belum melampiaskan nafsunya yang sedang menggebu-nggebu dan sebagai pria normal melihat permandangan yang sangat memanjakan matanya itu, Radja menelan kasar salivanya namun pria itu masih tidak berani untuk memegang gunung kembar istrinya itu karna mereka belum benar-benar baikan.


 


''Ailin, apakah kau sudah percaya padaku?'' Tanya pria itu dengan menatap ke arah wanita di sampingnya.


''Maafkan aku, karna aku tidak pernah percaya padamu.'' Ailin bicara dengan nada suara sangat pelan namun Radja masih bisa mendengarnya.

__ADS_1


''Ya, aku sangat menyadari dengan sikapku yang sangat kasar padamu, hal itu sangat wajar terjadi. Tapi aku memang selalu kesulitan jika berbicara dengan mesra pada seorang wanita.'' Pria itu bicara dengan jujur karna tak ingin wanita yang ada di depannya itu terus salah paham padanya.


''Asal kau tau, aku merasa sangat sakit saat melihatmu lebih percaya padanya. Wanita itu yang kau angap sebagai kekasihmu.'' Ailin bicara dengan wajah tertunduk.


''Apakah kau mencintaiku?''


''Ya, aku begitu mencintaimu bahkan dadaku terasa sesak sekali saat aku berpikir akan pergi jauh darimu bahkan saat aku mengucapkan kata cerai! Hal itu seakan membunuh semua semangat hidup yang aku miliki.''


 


''Jangan pernah bicara tentang kata perceraian lagi!'' Kali ini nada ucapan Radja bukan seperti sebuah permohonan namun bisa di bilang seperti sebuah perinta.

__ADS_1


''Baiklah, tapi jangan pernah kau memiliki wanita lain di luar sana selain aku!'' Jawab Ailin dengan mimik wajah terlihat sangat serius.


 


Tersenyum lembut sebelum bicara, ''Aku tidak akan pernah melakukannya, sayang.'' Bicara dengan nada suara penuh keyakinan.


Radja sudah tidak bisa menahan juniornya yang sedari tadi minta jatahnya. Hahaha pasti sang junior Radja sudah tidak tahan karna sudah lama tidak bersatu dengan . . . . .


 


Kini sebuah kesalah paham itu telah hilang, sebenarnya Ailin masih marah pada Radja namun saat wanita itu menggingat Wenda dia merasa tidak tega. Dan memaafkan Radja agar mertuanya itu bisa bahagia.

__ADS_1


__ADS_2