Pernikahan Kontrak Ailin

Pernikahan Kontrak Ailin
Merasa mual.


__ADS_3

Bulan mulai meningalkan langit, dan kini berganti dengan senja yang sangat memanjakan mata. Jam weker yang ada di atas nakas mulai berbunyi itu tandanya jika Ailin harus bangun dan menyiapkan sarapan pagi bersama Wenda. Perlahan wanita itu mulai membuka matanya dia melihat Radja sedang tidur dengan membelakanginya Ailin bangun perlahan dari tidurnya agar tidak membangunkan Radja. setelah selesai membersihkan diri di kamar mandi Ailin segera keluar dari kamarnya menuruni anak tangga dan berjalan menuju dapur.


Dia segera menghampiri pelayan rumah yang sudah lebih dulu berada di sana Ailin sedang berdiri di depan kulkas dengan mengerutkan dagunya dia pasti binggung pagi hari ini harus membuat sarapan apa. Tiba-tiba Wenda datang dan mengambil beberapa bahan dari dalam kulkas Ailin langsung tersenyum renyah saat mengetahui bahwa masalahnya pagi hari ini terselesaikan dengan begitu muda.


"Nak Ailin, gimana hari pertamamu di kantor?" Bicara dengan mengupas wortel yang ada di tangannya.


"Alhamdulillahnya sangat lancar Ma. Dan aku tidak mengalami kesulitan sedikitpun.'' Sahut Ailin dengan senyum terbit di bibirnya.


"Nak, ada satu hal yang harus kamu ketahui jika Radja itu tipe pria yang mudah cemburuan. Jadi kau sebisa mungkin jaga jarakmu dengan pria manapun tak terkecuali Adam." Jelas Wenda dengan lanjut memotong Kentang.


"Iya Ma, mulai sekarang aku akan menjaga jarak dari Kak Adam." Sahut Ailin dengan membantu Wenda memotong ikan karna mereka akan memasang sup ikan untuk menu sarapan pagi ini.


Wenda dan juga Ailin terus berbincang dan sesekali di iringi canda tawa rencah yang keluar dari bibir keduanya. Namun tiba-tiba kepala Ailin terasa pusing di sampai sempoyongan dan Wenda dengan sigap langsung memegangi wanita itu dari belakang. Wenda membantu Ailin duduk di kursi dapur, dia segera membawakan air mineral dan menyuruh Ailin meminumnya. Wenda hendak memanggil dokter namun segera di hentikan oleh Ailin. Ailin bilang pada Wenda jika karna dia semalam lupa makan malam, dan hal tersebut lah yang membuatnya merasa pusing kepala. Wenda mengurungkan niatnya untuk menghubungi dokter.

__ADS_1


_ _ _ _


Sekarang Ailin dan Radja sudah berganti pakaian kerja, dan sarapan bersama. Radja diam saja tak mau bicara karna dia masih jengkel jika mengingat akan kedekatan istrinya dengan sahabatnya. Namun Ailin tidak menyadari akan hal itu.


   Saat hendak memasukkan sup ke dalam mulutnya tiba-tiba perut Ailin terasa seakan sepertinya di aduk-aduk keringat dingin mulai mengucur deras di jidatnya. Ailin merasa kurang enak badan namun dia tak mau membuat Radja dan juga Wenda merasa khawatir. Ailin hanya diam saja saat kepalanya mulai terasa pusing. Tapi Wenda yang sedari tadi mengetahui akan hal tersebut segera berdiri dan menghampiri Ailin.


"Kau baik-baik saja sayang?" Tanya Wenda dengan memegangi tangan Ailin yang terasa dingin seperti es, tanganmu dingin sekali akan aku panggilkan dokter,"


Radja mulai menatap ke arah istrinya, dia melihat wajah Ailin yang terlihat pucat tak seperti biasanya, "Kau sakit? Jangan pergi kerja hari ini." Ucap Radja dengan memegang satu tangan Ailin yang memang terasa dingin.


"Baiklah jika seperti itu tapi kalau kau sampai sakit lagi maka harus panggil dokter." Sahut Wenda dengan membelai lembut rambut Ailin.


"Radja kau harus jaga istrimu." Pinta Wenda.

__ADS_1


Wenda memperbolehkan Ailin untuk berangkat kerja karna ada Radja yang akan menjaganya di sana, hal itu yang membuat Wenda tidak merasa khawatir dengan kondisi menantunya. Ailin masih duduk di meja makan dan sekarang perasaanya lebih tenang setelah di berikan Wenda satu gelas teh hangat.


"Sudah ada Adam yang menjaganya Ma, jadi aku tidak perlu repot lagi." Sahut Radja dengan berdiri dari posisi duduknya. Radja berangkat kerja terlebih dulu karna Ailin setiap hari akan di jemput oleh Sani.


_ _ _ _


Pukul 11 siang waktunya Meeting.


Ailin kembali merasakan mual dia tetap memaksakan tubuhnya untuk terus berkerja, saat Ailin berjalan dengan Sani yang membantu Ailin agar tidak sampai jatuh, tapi seseoran wanita yang memakai baju seksi dengan sengaja menyengol lengan Ailin hingga, Ailin yang sedang merasakan kurang enak badan hampir saja terjatuh.


    Ailin melihat siapa yang wanita baru saja menabraknya tadi tapi Ailin sama sekali merasa tidak pernah melihatnya. Itu adalah Reva sahabat suaminya yang sedang menabraknya tadi. Sani hendak memarahi Reva namun wanita itu segera pergi tanpa mengucapkan satu katapun.


Sangat terlihat jelas jika Reva begitu membenci Ailin, Sani merasakan akan hal itu tapi dia hanya memendam semua perasaan itu dalam hati karna tak ingin membuat Ailin yang sedang sakit merasa terbebani lebih lagi selama ini Ailin sering sekali menderita.

__ADS_1


Meeting di mulai dan dan semua orang sudah ada di sana, Ailin terus menatap ke arah Reva dan begitu juga sebaliknya. Mereka saling beradu pandang untuk sesaat hingga Radja dan asistennya mulai memasuki ruang meeting.


__ADS_2