
Taman.
Taman yang sangat indah dengan di putari bunga yang seakan mengurung taman itu berada di lingkarannya. Bunga mawar bermacam warna tumbuh di taman itu dan ada juga bunga Red Stardus, Aglonema Lipstik juga memenuhi taman itu di mana macam-macam bunga ini ialah merupakan bunga yang paling di sukai oleh Ailin karena bentuknya yang indah, di tengah-tengah taman itu ada air mancur kecil kira-kira tinggi lima meter sengaja di taruh di tengah-tengah taman supaya pengunjung hotel yang bosan dengan suasana di dalam hotel bisa duduk-duduk di taman itu untuk mengusir rasa jenuh mereka.
Adam dan juga Ailin duduk di kursi dari besi berwarna coklat yang sengaja di tarus di
belakang bunga yang melingkari taman itu, Adam diam sesaat sepertinya dia
hendak mengatakan sesuatu hal yang penting pada Ailin jika di lihat cara dari pria itu mulai menarik nafas pelan dan kemudian menghembuskannya lagi. Pria itu
berkali-kali membuka mulutnya namun menutupnya lagi karena dia masih tidak merasa yakin dengan apa yang mau di ungkapkan pada Ailin apakah akan di terima dengan baik oleh wanita itu ataukan Ailin akan marah dan malah menjauh darinya sebab selama ini Adam tidak pernah melihat Ailin memiliki perasaan sedikitpun padanya
namun rasa cinta yang sudah di pendam lama oleh pria itu tidak bisa dia tahan
lebih lama lagi.
__ADS_1
Adam masih terdiam dengan menyandarkan punggungnya di kursi taman itu, pria itu memegangi kepalanya sesaat dia masih memikirkan banyak hal dan perlu
mempertimbangkan apa yang akan dia ucapkan, adam ingin sekali bisa menjaga
Ailin selama sisah hidupnya ini karena dia merasa sedih dengan kejadian pahit
yang membuat wanita itu tersakiti dengan rentetan penderitaan yang seakan tiada
habisnya terus menyelimuti kehidupanya walaupun sekarang Ailin sudah menjadi
wanita karir yang sukses di kota itu maupun di kota lain karena desainya yang
Ailin diam dengan tangannya saling bertautan seolah dia sudah mengerti apa yang hendak di ucapkan oleh pria di sampingnya itu, karena tangan Ailin sampai berkeringat sebab itu kelemahannya jika dia sedang gugup dengan suatu hal yang menyangkut kehidupannya dia akan gugup sampai keringat dingin terus menyelimutinya bahkan jidat Ailin juga mulai berkeringat terlihat beberapa kali wanita itu mengusap
keningnya dengan tissue yang di bawa. Ailin mengarahkan pandangannya kearah bunga
__ADS_1
yang selalu bisa membuat hatinya tenang karena bentuknya yang lucu namun percuma karena hal itu saat ini tidak bisa menenagkan perasaan gugup yang sedang wanita itu rasakan.
Adam seorang pria yang baik dan cintanya pada Ailin tidak perlu di ragukan lagi namun tetap saja Ailin merasa takut menjalani rumah tangga kembali karena trauma yang dia
alami akan penghianatan mantan suaminya masih membekas dalam hatinya walaupun
itu sudah terjadi satu tahun lebih tapi rasa sakitnya seakan masih di rasa oleh Ailin hingga hari ini.
“Ailin,” panggil Adam dengan menatap lekat wajah cantik pujaan hatinya.
Sepertinya Adam sudah memantapkan hatinya saat ini dia kelihatan lebih tenang tidak gugup seperti tadi, namun Ailin malah semakin bertambah gugup saat pria itu mulai
memangil namanya dengan nada suara lembut.
“Ya,” menjawab singkat dengan masih menundukkan kepalanya bahkan Ailin mengengam semakin erat kedua tangannya.
__ADS_1
“Kau tau kan sejak dulu aku sangat mencintaimu, dan aku begitu menyayangimu hingga hari ini! Bisakah kau percayakan hatimu padaku untuk ku jaga?”pria itu bicara dengan suara lembut dan juga pelan agar tidak membuat Ailin merasa tertekan dengan ungkapan cintanya.
Ailin mulai mengangkat wajahnya dan. . .