
Ailin menatap wajah seorang pria yang sudah berbulan-bulan lamanya tidak dia lihat kira-kira
sudah hampir satu tahun mereka tidak bertemu. Ya itu adalah Adam seorang pria
yang dulu sempat mencintai Ailin pria itu yang beberapa waktu yang lalu menghubungi
Pak Ray di dalam telepon mungkin takdir Adam untuk selamanya menjaga Ailin.
Adam menjadi seorang duda selama tiga bulan karena istinya mengalami kecelakaan
tunggal dan mobil yang di kemudikan oleh istri Adam jatuh ke dalam jurang setelah menabrak pembatas jalan. Sejak saat itu Adam mulai terpuruk karena Adam sudah mulai mencintai istrinya itu tapi tuhan berkehendak lain.
Bahkan orangtua wanita itu menyerahkan semua harta mereka pada Adam karena mereka sudah mengangap Adam sebagai anak mereka sendiri. Sekarang bisa di bilang kekayaan Adam lebih banyak dari Radja. Awalnya Adam tidkaz ingin menganggu hubungan Ailin dan juga sahabatnya namun saat Pak Ray mengabarinya tentang perubahan sikap majikannya itu, mulailah Adam bertidak setelah dia mendapat restu dari kedua orangtua almarhum istrinya itu.
Ailin terus berjalan dengan air matanya berderai membasahi pipinya cuaca panas kota tersebut semakin membakar tubuhnya bahkan terik matahari seakan menjadi saksi sebuah hati yang di bakar oleh api cemburu begitu jelas terlihat dari sorot mata Ailin
yang seakan memancarka kobaran api yang bergitu besar. Pak Ray menatap ke arah Ailin
dengan hati seakan tidak tega melihat nasib majikannya itu, Ailin langsung memeluk Adam dan begitu pula sebaliknya.
“Kak, dia telah menghianatiku. Dia bahkan tidak perduli lagi dengan cinta yang aku miliki
untuknya, dia sudah jatuh hati pada wanita lain dan tidak perduli padaku lagi.”
Wanita itu bicara dengan tangis terisak-isak bahkan Adam ikut bersedih melihat wanita yang dulu sempat dia cintai itu.
“Tenanglah aku di sini untukmu, kau tidak sendirian lagi mulai sekarang kita akan membalas perlakuan pria itu padamu,” Adam bicara dengan melepaskan pelan pelukannya
kemudian pria itu mengusap air mata yang ada di kedua pipi Ailin bergantian.
“Kak aku turut berduka atas meninggalnya istrimu,” ucap Ailin dengan menundukkan pandangannya.
“Sudahlah tuhan telah merencanakan hal yang lainnya.”
“Ailin,” panggil Sani dari parkiran dan langsung berlari menghampiri Ailin.
“Sani,” mereka berdua saling berpelukan dengan air mata menetes satu sama lain.
Ailin merasakan jika banyak orang yang sangat menyayanginya pada awalnya Ailin merasa di dunia ini dia hanya hidup sendiri setelah Wenda koma namun tak di sangka jika begitu banyak orang yang sangat menyayanginya dan juga berada di sampingnya, bahkan Wenda juga ada di sana. Ailin sangat terkejut setelah melihat wanita yang dia anggap sudah seperti seorang ibu baginya itu berada di belakang Sani. Ya waktu di rumah sakit Wenda memang mengalami sakit parah namun sejak awal Wenda
berpura-pura pingsan demi untuk membuat Radja menyesal dan meninggalkan wanita
yang bernama Rena itu namun yang tak di sangka ialah. Radja semakin menjadi
bahkan setelah anaknya meninggal pria itu masih tidak sadar juga dan semakin
menjadi-jadi mencintai Rena.
“Ma, kau sudah sadar? Aku sangat takut jika kau juga pergi meninggalkan ku,” Ailin semakin menjadi-jadi dia menangis dengan sesengukkan bahkan air mata itu seperti hujan yang sangat deras di siang yang cerah itu, dia tak perduli lagi dengan suaminya
yang dia mau ialah tetap bersama Wenda walaupun dia harus menderita seumur hidupnya.
“Ayo kita msuk lebih dulu,” Ajak Wenda dengan mengandeng tangan Ailin masuk ke dalam restoran itu.
__ADS_1
Semua orang masuk ke dalam restoran yang terlihat sepi, ya itu adalah restoran
sederhana yang berada di pinggiran kota Jakarta. Restoran itu terlihat sepi bukan karena tidak ada pengunjung namun Adam dengan sengaja menyewa restoran
tersebut agar tidak ada orang yang menganggu pertemuan mereka yang sudah di rencanakan. Ailin dan Wenda menuju satu meja yang sudah terisi banyak hindagan special di dalam resto tersebut karena Pak Ray tadi sudah menyiapkan semuanya.
“Besok putraku akan menikah, kau akan setuju?” Tanya Wenda pada Ailin dengan mata sayup.
“Ya,” jawab Ailin dengan masih menundukkan pandangannya bahkan rasa getir kini mulai wanita itu rasakan.
Selama beberapa jam mereka semua berbincang-bincang mengenai pernikahan Radja besok dan juga bagaimana cara membuat Radja bisa mengetahui penghianatan yang di lakukan oleh
Rena di belakangnya selama membahas masalah Radja, Ailin tak hentinya
meneteskan air matanya karena hatinya terasa perih bagikan tersayat belatih
yang sangat tajam, dan mampu membuat hatinya berdarah dan mungkin bekas itu akan
terus ada di dalam hatinya sampai dia menemukan seorang pria yang bisa
membuatnya percaya akan cinta sejati itu memang ada. Wenda tak hentinya mencoba
menenagkan Ailin namun tetap saja air mata wnaita itu masih terus jatuh membasahi pipinya bahkan dia bicara dengan sesengukkan karena menahan rasa
sakit yang kini sudah mengumpul di dalam hatinya itu.
Restorna itu terlihat indah dan asri walaupun sederhana namun di dalam restoran itu terdapat sebuah taman kecil lengkap dengan air mancur yang berada di tengah taman. Melihat semburan air mancur itu membuat hati Ailin terlihat sedikit tenang
Ailin juga sangat bersyukur karena dia di kelilingi oleh banyak ornag yang menyayanginya dengan tulus.
Dulu Radja sangat menyayanginya tapi entah kemana perginya rasa cinta yang begitu besar di hati pria itu hingga bisa jatuh cinta pada wanita seperti Rena, mungkin saja tuhan sedang merencanakan sesuatu yang indah bagi Ailin dan aku percaya tuhan tidak akan memberikan cobaan yang begitu besar pada hambanya.
_ _ _ _
Rumah RAdja.
Di rumah itu sedang sibuk karena banyak hal yang harus di lakukan sedangkan Rena sedang bermalas-malasan di dalam kamar dia sedari tadi sibuk berbicara dengan seorang pria di dalam telepon jika di lihat bagaimana cara Rena bicara dengan sangat
mesra pada pria itu menunjukkan jika itu adalah kekasihnya namun di dalam kamar
tamu tidak ada kamera cctv jadi Radja tidak mengetahui akan hal tersebut pria
itu tidak tau jika dia sedang di permainkan oleh seorang wanita.
Rumah Radja sedang di hias dengan indah, banyak bunga mawar merah yang melambangkan arti cinta yang sedang mekar dan Ailin sengaja memesan bunga mawar berwarna putih yang menandakan jika betapa putih dan sucinya cinta seorang istri ke peda suaminya. Radja sedang sibuk berkerja di kantor dia sekarang berkerja sendirian karena Pak Ray ijin cuti dan asisiten itu beralasan jika dia harus pulang ke desa karena
ada urusan mendadak di kampungnya namun yang sebenarnya terjadi ialah, Pak Ray
sekarang sudah berpihak pada Adam untuk membantu Ailin.
_ _ _ _ _
Malam Hari.
__ADS_1
Malam hari di kamar Ailin.
Ailin baru saja selesai membersihkan makeup di wajah cantiknya itu, kamar yang dulu selalu membuat Ailin merasa tenang dan nyaman kini tidak lagi bahkan seorang pria yang dulu hanya mencintainya semua itu sudah berubah bahkan Ailin melihat suaminya sudah tidak memiliki rasa cinta lagi. Cinta yang suci telah di khianati dengan
begitu kejih hingga rasa cinta itu
perlahan mulai memudar dan kina berganti menjadi kebencian yang sangat besar
bahka Ailin sendiri hampir saja bersikap
tidak sopan dan ingin sekali dia mengeluarkan sumpah serapah yang akan membuat pria itu naik pitam. Tapi karena mengingat akan kabaikan Wenda pada dirinya
hingga Ailin sebisa mungkin menahan rasa emosi dan juga raungan hatinya yang
meminta ke adilan untuk seorang istri yang di sakiti.
Radja menatap Ailin dari atas ranjang tanpa rasa bersalah sedikitpun, entah pria itu mungkin sudah tidak memiliki hati nurani lagi dia sudah di butakan oleh cinta pada
seorang gadis hingga pria itu tak bisa melihat rasa sakit yang di pendam oleh istrinya bahkan kebencian yang jelas terlihat dari sorot mata Ailin tidak dapat pria itu rasakan dia sudah jatuh pada cinta seorang wanita penggoda.
“Ailin, kemarilah.” Pria itu bicara dengan menepuk ruang kosong di samping ranjangnya.
“Ya, kau masih mengingat jika aku berada di dalam kamar ini, hahaha aku kira kau sudah di butakan oleh cinta mu pada wanita itu Mas.” Sindir Ailin dengan mengeraskan
rahangnya.
“Apa maksud dari ucapanmu itu, aku masih mencintaimu,” Radja mulai berdiri dari posisi tidurnya dan berjalan ke arah Ailin.
“Jika kau mencintaiku lalu kenapa kau bisa jatuh hati pada wanita sepertinya,” Ailin
mulai tak bisa lagi menahan emosinya yang saat ini sudah hampir meledak.
“Apa maksud ucapanmu itu!” Radja mulai menyatuhkan alisnya menatap ke arah Ailin.
“Kau jangan pura-pura bodoh Mas, tidak ada wanita baik yang akan merebut suami wanita lain. Kau kira aku bodoh bahkan setelah aku tidur diam-diam kau datang ke kamar wanita jala,”
Plakkkkk!
Sebuah tamparan yang begitu keras mendarat di pipi Ailin kala itu bahkan tamparan itu mampu memecahkan kesunyian di malam itu. Sebuah tamparan yang menggema sampai ke seluruh kamar bahkan benda-benda di dalam kamar itu menjadi saksi bisu akan hancurnya sebuah hati yang di patahkan dengan kekerasan cinta. Jika saja benda di dalam kamar itu bisa bicara mungkin mereka akan membunuh Radja kala itu juga namun benda itu hanya bisa menjadi saksi bisu di mana hati seorang suami telah
mati dan rasa cinta Ailin yang sekarang benar-benar hilang.
“Kau menamparku Mas, tampar lagi mau kau sakiti fisikku sampai aku tak bisa bicara aku masih bisa menahannya Mas. Tapi kau serang hatiku sejak kau dekat dengannya kau tau bagaimana aku ingin menangis namun bibirku masih tetap tersenyum kau tak akan
tau bagaimana rasanya menjadi aku.” Wanita itu bicara dengan tangis sesengukkan
bahkan nada suaranya terdengan gemetaran saat dia mengucapkan apa yang selama
ini hanya tersimpan di hatinya.
“Maafkan aku, aku sungguh tidak sengaja melakukannya Sayang,” Radja meraih tubuh wanita itu dan memeluknnya dengan erat.
. JANGAN LUPA FOLLOW IG KHAIRIN NISA YA. DAN BUAT SIAPA YANG MAU PESAN BAJU DARI NOVEL AILIN SILAHKAN DM AUTHOR. KARENA AKHIR BULAN BAJU AKAN DI PROSES. . BAHAN DAN SABLON DI JAMIN BAGUS. .
__ADS_1